42 END

657 10 0
                                        

Chapter sebelumnya

"Lo datang kesini, gue akan kirim lokasinya...."

Tut Tut Tut...

Tanpa mendengarkan balasan dari Ian Cio pun mematikan panggilan telponnya.

Ian yang seakan masih mencerna apa yang telah di ucapkan Cio pun hanya terdiam dalam sekejap, dan kemudian balik memeriksa pesan yang telah masuk dari Cio.

Tanpa berlama-lama Ian dan teman-temannya pun ikut menyusul ketempat yang di kirim oleh Cio.

FLASHBACK OFF

_________

Dimalam yang sunyi, cahaya rembulan menyinari wajah seorang gadis yang sedang menutupi matanya, seakan ia sedang menikmati keindahan malam.

"Sistem, setelah misi terakhir ini saya udah bisa balik kan?." Tanya sang gadis, dengan perlahan membuka kelopak matanya.

Memandang ke atas bulan yang indah, dengan diiringi kesunyian malamnya.

•[ BENER TUAN, MISI ITU ADALAH MISI TERAKHIR ANDA. ]•

"lalu, kapan saya bisa keluar dari dunia novel ini?."

•[ ANDA AKAN KELUAR DARI DUNIA NOVEL INI TAK LAMA LAGI TUAN, ANDA HANYA TINGGAL MENUNGGU SAYA. ]•

"Tapi, dia akan ikut pulang bukan dari sini?."

•[ SEJUJURNYA DIA AKAN IKUT TUAN, KARENA SEBENARNYA YANG DI ALAMIN NYA ADALAH SEBUAH MIMPI SEMATA, DAN ADA KEMUNGKINAN DIA TIDAK AKAN MENGINGAT APA YANG TELAT IA ALAMI DI SINI TUAN. ]•

Sang gadis terdiam, tak membalas ucapan dari Sistem yang telah memberikan ia misi-misi yang entah datang dari mana asalnya.

Huft....

Tak lama sang gadis yang tak lain adalah Chenjun, melangkah dari posisinya, ia berjalan menuju ke arah pintu masuk kamarnya.

Kemudian menutup kembali pintu balkon yang tadi ia singgahi untuk melihat dan menikmati keindahan malam.

Chenjun bergegas untuk tidur, ia menutup matanya secara perlahan.

"Gue ga tahu, tapi semoga apa yang gue rasain ini bukan hal buruk nantinya." ucap Chenjun, sebelum ia benar-benar menutup mata menuju alam mimpinya.

****

Di pagi harinya, matahari mulai menampakkan dirinya secara perlahan.

Membuat Chenjun yang terlelap, membuka mata nya dengan perlahan. Menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina mata nya.

Setelah matanya terbuka sempurna, Chenjun pun mulai beranjak dari ranjang king size nya.

Meregangkan otot-otot tubuhnya, kemudian melangkah menuju kamar mandi.

Beberapa menit kemudian Chenjun telah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah nya.

Huft...

Menghela nafasnya perlahan, Chenjun menatap wajahnya di cermin di hadapannya.

"Sistem kemana ya?, setelah percakapan semalam Sistem seperti hilang entah kemana lagi, Ck" decak kesal Chenjun.

Ia sedari awal membuka matanya, telah mencari dan memanggil Sistem, akan tetapi tak ada tanggapan dari sistem itu sendiri.

Cold Girl Transmigrasi [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang