5.

551 63 10
                                        

haloo sorry for the late update yaa 😔, jangan lupa vote dan comment yaaa 🫶

another pov's :
mereka berenam mempunyai basecamp sendiri, terdapat ruangan yang memang sangat di pelosok dan mereka jadikan tempat untuk berkumpul yang mengetahui hanya mereka, jika saja ketahuan oleh guru maka guru tersebut tidak memiliki wewenang untuk membubarkan tempat rahasia mereka.

heeseung yang sedang berdiri dan memandang ke arah jendela bertanya "jadi kau kalah melawan sunoo?"
jungwon sedikit meringis "yak! aku tidak kalah dengannya, hanya saja aku mengalahkan diri... ha.... tidak juga sih entahlah ada apa denganku ini seolah.. aku melemah saat berhadapan dengannya"
niki yang sedang dalam posisi tidur pun menyahut "aku jika menjadi jungwon pun akan melemah hanya untuk melihat sunoo lebih dekat dengan ku sih"
jawaban niki membuat mereka semua mengaggukan kepala bertanda setuju "iya juga ya.."
entahlah sejak kedatangan sunoo, membuat mereka seakan ada sihir yang menarik untuk mendekati sunoo.

sunghoon menghampiri jungwon dan duduk bersama mereka
"tapi dia begitu cantik dan manis.. saat aku melihatnya dia bagaikan dewi thetis"
jake menganggukkan "tidak salah lagi, dia bagaikan dewi eos.. seperti matahari yang selalu inginku puji karena keindahannya.."
"bagaikan dewi athena yang membuatku berani menunjukkan sifat lemahku untuknya" ucap jungwon
"dewi circe.. yang membuatku ingin mempelajari nya lebih dalam seperti sihir yang selalu membuat ku penasaran" ucap niki dengan senyuman miringnya
"bagaikan melihat dewi persephone yang begitu cantik" ucap jay

sunghoon mempunyai kekuatan dalam menguasai lautan maka sunoo lah yang menjadi pelengkap mempercantik lautan seperti dewi thetis.
jake mempunyai kekuatan seluruh matahari dan dewi eos lah yang memencarkan cahaya pagi setiap harinya bersama dewa matahari.
jumgwon yang memiliki keahlian dalam perang dan kegigihan yang kuat, menurutnya sunoo seperti dewi athena karena memiliki kecerdasan dalam peperangan serta kecantikan yang elegan, persis seperti yang sunoo lihat kemarin saat melawan sunoo.
niki memiliki keahlian dalam dunia sihir dan mengendalikan roh-roh, seperti menemukan dewi circe yang dapat memikat dengan kecantikannya dan kekuatan magisnya yang selalu membuat niki penasaran pada sunoo.
jay yang merupakan penguasa dunia bawah maka sunoo adalah dewi persephone yang merupakan ratu penguasa dunia bawah dahulu nya.

setelah itu mereka kalut dengan pikiran masing-masing walaupun semua pikiran itu memikirkan satu yaitu sunoo

sementara di sisi lain

tringggg tringgg

sunoo yang sedang maskeran pun terbangun
"aduh siapa si malem malem gini dateng" sembari membuka pintu
"HAIIII SUNOO"
"LOH TAKI YEYY SINII MASUKKK" mereka berlompat lompat kecil sebelum masuk ke kamar sunoo dan mengajaknya ke dalam
mereka duduk di sofa kamar sunoo "ada apa taki kau kesinii?"
taki memejamkan matanya sebentar dan menjawab "hmm tidak apa.. aku hanya tidak bisa tidur noo, bisakah kita mengobrol? aku ingin tau banyakkkk tentang mu apakah boleh?" tanya taki
sunoo menganggukan kepalanya "boleh banget taki, kau boleh menanyakan semuanyaa"

malam itu sunoo dan taki menghabiskan malamnya untuk bercerita panjang sampai mereka tertidur di sofa

"kringggg"

"hmmmmm hoammmm" sunoo mengulet di sofa dan melihat taki yang tertidur di sampingnya
"taki.. ayo bangunnn kita harus siap siap sekolah takii ayolaahh" sunoo menggoyangkan badan taki untuk membangunkannya

"hmmm iyaaa sunoo iyaa aku sudah bangun" dengan muka bantal dan tangan yang mengucek mata
"hahahaah kamu sangat menggemaskan takii, ayoo kamu harus siap siap!! kita harus sekolah hari ini" ucap sunoo
"baiklahh sunooo hoamm" dengan langkah mengantuk dan celana tidur kebesaran yang ia biarkan menyapu lantai "byee byeee sunoo aku akan siap siapp tunggu aku yaa" dan taki melambaikan tangannya
"byeee byee takii sampai ketemu nantii!!" ucap sunoo yang dibalas lambaian oleh taki

"hmmm baiklah day two... harus semangattt" sunoo meyakinkan dirinya bahwa hari ini adalah hari yang menyenangkan dan berjalan dengan lancar, yaa.. semoga saja...

sunoo menatap pantulannya didepan cermin sebelum pergi "okee.. ganteng hensem wow... cute oke aku siap sekolah, bye kamarkuu hwhw sampai jumpa nantii"

taki sudah menunggu sunoo di depan asrama dan mereka menuju ke sekolah, jarak antara sekolah dan kamar cukup dekat tapi tidak terlalu dekat karena membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke sekolah

sesampainya di gerbang sekolah, mereka bertemu dengan Ainoía, yup keenam lelaki itu
sunoo menggerutu dalam hati mengapa masih pagi tapi ia sudah bertemu dengan mereka, beda dengan sunoo dan taki yang memilih untuk tetap jalan sementara keenam lelaki itu menatap mereka dengan tajam lebih tepatnya menatap sunoo

sunoo dan taki berjalan terus sampai ke kelasnya dan tentunya diikuti dengan niki dan jungwin karena mereka satu kelas, perjalanan menuju kelas itu berubah menjadi suasana yang dingin dan mencengkam bahkan untuk ngomong sepatah kata bersama taki pun ia enggan untuk mengeluarkan suara

sesampainya di kelas dan bel berbunyi mereka menuju ke tempatnya masing masing dan bel pun berbunyi, sebenarnya sunoo merasa ada yang mengawasinya dari tadi karena ia merasa tidak enak dan bisa melihat dari ekor matanya bahwa teman kelas seberangnya itu sedang mengawasinya dari belakang tapi saat sunoo mencoba melihat ke arah belakang dengan cara meregangkan badan, yang ia lihat hanyalah mereka berdua sedang fokus atau memperhatikan guru dengan sangat fokus

dibelakang kecurigaan sunoo, niki dan jungwon tersenyum kecil melihat sunoo yang melihat ke arah mereka untuk memastikan
"kau benar, dia menarik" ucap jungwon dengan senyum kecilnya
"sekarang kau mengerti kan kenapa aku bisa kalah darinya saat pertandingan itu" ucap niki dengan tatapan datar lurus kedepan

yang ditatap hanya merinding dan tidak menghiraukan apapun

"tringggg" bel istirahat berbunyi

niki dan jungwon sudah lebih dulu keluar dari kelas, sedangkan taki membuka pertanyaan ke sunoo
"noo apakah kau merasa bahwa seperti sedang dilihat terus dari tadi? tapi aku tau penglihatan itu untukmu dan itu seperti sangat intens. aneh saja karena saat aku mencoba mengalihkan pandang ke belakang malah menemukan mereka yang fokus menulis padahal aku berasumsi mereka sedang melihat ke arahmu... aneh..." ucap taki dengan pandangan berpikir
"hmm iya.. aku juga merasa seperti mu, sangat tidak nyaman dilihat seperti itu" sunoo menenggelamkan kepalanya di meja sementara niki memilih untuk membaca buku

"tringggg" bel istirahat selesai

"hoammm" sunoo mulai meregangkan badannya dan ternyata yang ia lihat pertama kali malah niki dan jungwon yang berjalan menuju nya, taki yang melihat itu hanya diam dan tidak bergeming. ternyata jungwon memberikan susu strawberry ke meja sunoo dan tersenyum manis dengan lesung pipinya yang sangat pas di mukanya itu, jujur saja sunoo terpana oleh senyuman jungwon  yang manis itu tapi ia langsung menyingkirkan pikiran tersebut

"eh ini.. apa ya?" tanya sunoo menatap jungwon tapi ia gugup karena niki juga menatapnya disebelah jungwon
"ini ya susu" ya Tuhan siapapun tolong sunoo sekarang, ia tau kalau itu susu tapi apa maksut dari junwon memberikan susu ini padanya
dengan sabar dan tersenyum "iya jungwon aku tau ini susu, maksudnya apa kamu memberikan susu kepadaku?"
"yaa hanya sebagai perayaan selamat datang karena setelah ini hari harimu akan menarik haha" ucap niki dengan tawa nya diakhir dan menekan kata menarik
sunoo berpikir apa yang ia maksud dengan menarik itu tapi ia tidak menghiraukan dan berterimakasih pada niki dan jungwon

sementara taki sedang curiga

Anagénnisi || SUNOO HAREMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang