[Sementara Story Ini Hiatus]
Hinata, prajurit dari Uchiha yang memiliki loyalitas tinggi terhadap Haruno harus memutuskan pilihan bijak, antara ke pergi sarang musuh demi informasi atau dituduh sebagai bagian dari kerajaan musuh, memiliki resiko mat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sakura berjalan tergesa-gesa menyusuri koridor mansionnya yang luas. Tiang-tiang penyangga mansion yang bercorak ksatria berkuda berdiri tegak setiap berjarak 10 meter. Koridornya begitu panjang, Sakura beberapa kali merutuk karena menginjak gaun panjangnya yang menyapu lantai. Raut wajahnya terlihat masam mendengar apa yang dikatakan oleh Hinata barusan, dan itu membuat suasana hatinya sangat memburuk.
Sial, ini perang!
Haruno adalah kerajaan kecil yang terletak di perbatasan Konoha dan Mizu. Peternakan dan Perkebunan adalah salah satu mata pencaharian masyarakat, selain itu karena memang berbatasan dengan Mizu---Negara Air---Haruno memiliki komoditi pelabuhan yang menghubungkan dengan kerajaan Iwa sehingga pajak barang yang masuk atau pedagang yang menyebrang dapat menghidupi Haruno. Suasana damai Haruno baru terasa sepuluh tahun terakhir, lebih tepatnya saat Itachi masuk sebagai prajurit. Sebagai negara kecil, Haruno sering kali mendapatkan penyerangan dari negara sekitar yang berniat memperluas kekuasaan, baik oleh Suna maupun Kiri.
Baru sepuluh tahun Haruno berjaya dari peperangan dan kini tampaknya akan ada penyerangan skala besar dari musuh. Sebagai Putri Haruno dia tidak bisa membiarkannya begitu saja!
Tujuan Sakura kali ini adalah menuju ruang dewan untuk mengusulkan pertahanan serangan di benteng Haruno untuk bertahan dari serangan Hyuuga. Lebih baik memupuk pertahanan terlebih dahulu karena menyerang kerajaan Hyuuga sebelum serangan dimulai itu jelas mustahil. Kerajaan Hyuuga merupakan kerajaan terbesar kedua setelah Kekaisaran Namikaze. Dalam segi penyerangan dan jumlah pasukan, Haruno jelas kalah telak---meskipun ada Itachi di sisi mereka. Hyuuga memiliki pasukan yang besar, juga sekutu tangguh yang tidak akan mudah ditaklukan, belum lagi mereka memiliki sosok prodigy Hyuuga Neji yang digadang-gadang akan menaiki tahta selanjutnya.
Gigi Sakura bergemeletuk kesal.
Sakura membuka pintu berdaun dua di hadapannya tanpa mengetuk terlebih dahulu. Para petinggi di dalam sana terlihat terkejut. Ruang dewan istana adalah salah satu ruangan sakral bagi para pelayan dan ksatria, karena di ruangan tersebut di mana Raja dan petinggi negara melakukan diskusi untuk memajukan Haruno.
Putri berjalan dengan langkah angkuh diikuti prajurit terbaik Haruno di belakangnya. Bisikan dari para petinggi tidak membuatnya gentar, lirikan sinis sudah terbiasa dirasakannya sejak kecil karena petinggi sialan itu berharap Ratu melahirkan seorang Putra untuk dapat meneruskan tahta. Kizashi Haruno masih duduk di singasananya dengan tenang, seolah mengerti akan kabar yang akan diberitakan oleh putri semata wayangnya.
Sakura mendudukan dirinya di salah satu kursi kosong tepat di samping kanan Kizashi, tampaknya salah satu penasehat negara tengah absen pada rapat ini. Hinata berdiri di belakang Sakura dengan tegap. Sebagai salah satu prajurit terbaik Haruno, apalagi diminta secara terang-terangan oleh Sakura untuk melindunginya, Hinata mau tidak mau menurutinya meski kepalanya panas bukan main mendengar banyaknya gerutuan para orang tua di ruangan tersebut.