VLARIEON -14

24 9 1
                                        


“Laki-laki yang baik dia pasti akan menjaga bukannya malah merusak, ingat jika cinta dan nafsu itu berbeda”

—Alianzo Aryan Sagara

****

Hai berjumpa lagi kita, pa kabar guys

Jangan lupakan vote, komen, and follownya yaw...

Mengetahui jika ibunya Bryan sedang di rawat di rumah sakit, membuat keenam inti Vlarieon itu langsung bergegas menuju kesana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mengetahui jika ibunya Bryan sedang di rawat di rumah sakit, membuat keenam inti Vlarieon itu langsung bergegas menuju kesana.

Mereka tentunya juga ingin melihat bagaimana kondisi terkini ibunya Bryan sekaligus menguatkan dia.

Mereka berjanjian untuk kumpul di Daiton yang telah menjadi markas mereka selama ini setelahnya langsung menuju ke Rumah Sakit.

Tetapi, disaat mereka hendak pergi tiba-tiba hujan deras mengguyur bumi disertai kilatan-kilatan yang menyambar.

"Gimana nih? Kita terobos aja atau mau nunggu reda?" tanya Alianzo pada yang lainnya.

"Saran gue, mending kita tunggu sampai reda, firasat gue tiba-tiba gak enak, takut kita juga kenapa-kenapa di jalan," sahut Keyno menanggapi. Dan saran dari Key ternyata disetujui oleh anggota yang lainnya.

Mereka pun duduk sembari berbincang-bincang satu sama lain menunggu hujan sedikit reda.

Kilatan cahaya dengan suara gemuruh di langit yang disertai hujan angin itu membuat seluruh tubuh Bryan menjadi dingin. Dengan tatapan kosong melihat hujan dan petir yang menyambar Bryan masih tetap pada posisinya, duduk di teras Rumah Sakit tanpa ada niatan untuk pindah.

Sebulir cairan bening mampu keluar dari pelupuk matanya. Bryan menyembunyikan wajahnya dibalik kedua tangannya dengan mata terpejam.

"Hei."

Suara seseorang yang terdengar merdu mampu membuat Bryan mengangkat kepalanya dan menoleh ke sumber suara.

"Bangun, nanti lo masuk angin," pekik orang itu.

Bryan membisu dan mematung ditempatnya, tidak menghiraukan ucapan lawan bicaranya saat ini.

"Lo budek?" ucapnya sambil melambai-lambaikan tangan didepan wajah Bryan.

"Gue normal," sahut Bryan singkat.

"Kenapa lo diam aja?"

"Kenapa?" Bryan malah balik bertanya.

Orang itu menatap Bryan dengan tatapan heran, "Gak takut sakit?" tanyanya.

Bryan menggeleng, "Gue cuma takut sama Tuhan dan mama."

VLARIEON [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang