Tonight, Just Consider Me as Your Wife [revisi✅]

4.8K 228 20
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

...

Pagi itu, langkah Galen dan Zee memasuki kelas terasa aneh. Bukan karena lantai berubah jadi karpet merah atau ada sambutan drum band, tapi karena tatapan seluruh mahasiswa yang mereka lewati terasa... beda. Bisik-bisik mencurigakan, senyum-senyum penuh arti, bahkan beberapa orang menatap mereka seperti baru saja melihat pasangan seleb dunia nyata.

Galen melirik Zee. Zee melirik balik. Keduanya sama-sama bingung.

"Eh, kita abis ngelakuin dosa besar semalam, ya? Kok pada liatin kita gini?" bisik Galen.

Zee hanya mengangkat bahu.

Mereka akhirnya sampai di bangku belakang, tempat geng mereka biasa nongkrong. Begitu mereka duduk, Farhan langsung menyeringai seperti baru menang undian mobil.

"Len, lo nggak tau ya?" katanya sambil cekikikan.

"Tau apaan?"

Farhan menepuk bahu Galen, lalu Aldi buru-buru mengeluarkan ponselnya. "Gini, bro. Semalem Bara ngepost menfess di base kampus."

Galen mengernyit. "Terus?"

Aldi memperbesar layarnya, menunjukkan chat yang membuat mata Galen hampir copot.

"Sorry bro, gue lagi nemenin istri ke mantenan."

Ditambah... foto Zee sedang makan sama Galen.

Galen melotot. "ANJIIIIIIR!!"

Zee langsung menutup wajahnya dengan tangan. "BARAAAA!! LO NGGAK ADA KERJAAN LAIN APA, HA?!"

Seluruh geng ngakak tanpa ampun.

"Aduh, Galen, Galen... Dari kapan lo sehidup semati sama Zee, hah?" goda Dinda.

"Pasangan muda idaman kampus nih. Udah cocok, serius deh," tambah Farhan, sok bijak.

"ELO BERDUA DIEM YA!!" Zee menunjuk Farhan dan Dinda dengan tatapan mengancam.

Galen menggeram. "Mana Bara? Gue mau tonjok tuh orang!"

Aldi nyengir. "Nggak masuk, Len. Semalem pas nongkrong, dia kepeleset di lantai yang masih basah, kakinya terkilir."

Galen terdiam sejenak, lalu... "MAMPUS! KUALAT!!"

"Tuh kan, karma emang nggak nunggu lama," Zee ikut mendukung dengan senyum penuh kemenangan.

Tapi sebelum mereka puas merayakan kehancuran Bara, Farhan malah membuka topik baru. "Oh iya, ngomong-ngomong soal Bara... Besok malam ada final turnamen basket antar jurusan. Gara-gara kakinya kena, dia nyuruh lo yang gantiin, Len."

Galen membeku. "Hah?! Gantiin Bara? LO GILA?! Gue kagak bisa main basket!"

Aldi menepuk punggungnya. "Udah, lo kan tinggi. Tinggal lari-lari sama ngelempar bola doang."

Housemates!! [21+]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang