Soohyuk menghela napas pasrah, anak kecilnya ini emang cari gara-gara. Keknya seneng banget dah kalo bapaknya kena marah si mommy, kan dia mah mana paham kalau gak dikasih jatah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sini, Daddy minta ice nya"
"Tidak boleh, Daddy sudah besar. Tidak boleh minta makanan anak kecil"
"Itu minuman, boy. Anak kecil tidak boleh minum-minuman dingin"
"Tapi ini kan Daddy yang beli buat tae"
"Tidak jadi, ini bukan untuk anak kecil" Soohyuk menarik dengan sedikit paksa minuman yang sudah Taehyung pegang erat-erat itu.
Hwaaaa.....
"Mommy.. Daddy nakalll... Hwaa...."
Tangisnya menggelegar, anak kecil bersuara nyaring itu menghebohkan seisi rumah.
"Mommy... Hwaa..."
Tanpa menunggu lama, semua orang sudah datang ke TKP. Dahlah, Soohyuk berasa jadi tersangka.
Para maid dan lainnya memang tidak begitu mendekat, hanya memperhatikan dari jauh saja mungkin ikut terkejut mendengar teriakan si kecil taetae yang nyaring hingga ke penjuru ruangan.
Sementara Jeongso sudah berdiri tegap menatap suaminya lelah, emang jarang banget akurnya bapak sama anak itu kalau ditinggal berdua.
"Astagaaa.. hah.." Udah capek banget deh denger aduan si anak Mommy tuh, tiap kali dititipin bentar ada aja kelakuan mereka yang tidak habis pikir.
"Mommy.. hiks.." Taehyung merentangkan tangan pertanda minta untuk dipangku.
Hap
Tanpa menunggu lama, tubuh kecil bulat itu sudah memeluk erat mommy nya dengan segukan tangis teriris. Berasa paling teraniaya.
"Aku cuma ngambil minuman ice nya, Yangg.. serius.." Gak perlu ditanya lagi, Soohyuk udah tau arti dari tatapan itu.
"Berasa punya dua bayi tau gak?! Satunya nangisss.. satunya lagi_ini_ yang gede malah ada aja caranya bikin anaknya nangis. Heran"
"Kok gitu sih, Yang..? Aku Mulu yang kena marah"
"Abisnya siapa lagi?"
"Aku ambil ice nya salah, gak di ambil tambah salah.. aku harus gimana???"
"Serah kamu, jangan gangguin anaknya" Jeongso memilih duduk, membiarkan suaminya itu merengut kesal kena omel.
Btw, bukan takut istri yaa si Daddy tuh. Cuman emang manja aja kalo depan bini nya mah, benar-benar jadi bocil lagi. Apa-apa ngambek, gak mau kalah sama si kecil.
"Cupcupcup.. sayang. Sudah, kalo nangis terus nanti air matanya habis. Mau?"
Taehyung menggeleng ribut, kalo air matanya habis nanti gimana?
"Cup.. yaa? Anak mommy"
"Tae tidak mau dekat-dekat Daddy, Daddy nakal.. tae tidak sayang Daddy! Hiks.."
"Sutt, anak baik tidak boleh seperti itu. Daddy bukan nakal, tapi daddy gak mau taetae nanti batuk kalau banyak-banyak makan ice. Oke?"
"Tidak mau mommy, hiks.."
"Cup.. yaa"
Jeongso menatap kembali si suami yang sudah duduk di dekatnya, memberi lirikan sebagai kode untuk membujuk kembali si anak kecil mereka itu.
"Maafin Daddy, okee?"
"Tidak mau! Taetae Tidak mau dekat Daddy.. hiks.."
"Taetae lupa yaa? Kita kan mau buka dinosaurus.. ayoo"
"Daddy jangan ajak-ajak! Tidak boleh dekat-dekat!"
Hah, Soohyuk rasanya gatal sekali. Tangannya ingin sekali menarik pipi bulat kemerahan itu, apalagi hidungnya yang sudah meler ingusan.
Cup
Satu kecupan berhasil Soohyuk curi, anak itu menyembunyikan wajahnya.
"Sini sama Daddy.."
"Tidak mau"
"Yasudah, nanti Daddy mau buat adik bayi saja"
"Hwaaaa... Tidak mau adik bayiiii"
Huhh.. Jeongso udah pasrah. Cara bujuk suaminya ini emang mengundang masalah baru, ada-ada saja.
Giliran dirumah, family time bersama.. ributnya dari pagi sampe malem lagi bareng si anak. Tapi gikiran gak ada? Pada rewel dua-duanya.
"Sudah, aku mau tidurin taetae dulu. Jangan ikut, disini aja. Yang ada malah tambah nangis lagi, pusing"
"Iyaa.." Jawaban dengan raut muka sedih.
Semua para pegawai dirumah itu sudah terbiasa, pura-pura gak tau gak denger dan gak liat aja. Takutt soalnya.