Prolog

265 22 0
                                        

IMARILY EFFECT: WHY EVERY BRAND WANTS A PIECE OF JEANE

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

IMARILY EFFECT: WHY EVERY BRAND WANTS A PIECE OF JEANE

The Fashion Insider | April 9, 2026

Dalam era di mana semua orang oversharingJeane Primarily tetap menjadi sebuah anomali. Dikenal dengan ethereal, innocent beauty dan aura keanggunan yang alami, ia adalah sosok "Midas" di industri model. Para ahli menyebutnya sebagai "Primarily Effect": setiap brand yang bekerja sama dengannya akan melihat stok mereka sold out dalam hitungan menit proving that there is indeed a price for quality.

Meski meraih astronomical success, Jeane dipuji karena kerendahhatiannya. She is the model who treats everyone with a sincere smile. Namun, di balik kekaguman publik, Jeane adalah digital ghost. Privasinya dijaga sangat ketat hingga tak ada satu pun skandal atau berita negatif yang bocor. 

Her personal story is an enigma, terlindungi oleh dinding privasi yang kokoh. Dunia terus bertanya: siapa sosok asli di balik mahakarya tanpa celah ini? For now, Jeane Primarily lets her work speak for itself.

Author: Kay Princy

Layar telepon seluler Vincent Ortega berpendar di tengah kegelapan kamar yang tidak beraturan. Sebuah artikel mengenai Jeane Primarily baru saja dipublikasikan oleh seorang jurnalis Kay Princy.

Namun atensi Vincent terpusat pada satu komentar warganet yang memperoleh impresi terbanyak.

@anonym_user992 hours ago
"Ia terlampau sempurna untuk menjadi nyata. Siapa sebenarnya sosok Jeane Primarily? Mengapa tidak terdapat satu pun rekam jejak masa lalunya di internet? Saya bersedia membayar mahal demi satu rahasianya."

Vincent mendengus, lalu mengempaskan perangkatnya ke atas tumpukan dokumen di meja. Netranya menyipit, mengamati binar layar yang perlahan meredup.

"Rupanya bukan hanya aku yang menyadari adanya kejanggalan di balik 'kesempurnaan' ini," gumam Vincent dengan nada rendah.

Ia menyandarkan punggungnya, kemudian memutar kursi kerja ke arah sebuah papan informasi yang hanya memampang satu nama besar di titik pusat JEANE PRIMARILY.

"Dunia mengagumimu sebagai sebuah mahakarya, Jeane. Namun, setiap lukisan pasti memiliki sisi belakang yang kusam. Jika aku mampu menanggalkan topengmu dan menjadi orang pertama yang mengungkap identitas aslimu, nama ku akan terpampang di seluruh tajuk berita utama nanti" seringai tipis muncul di wajahnya.
__________
to be continue

Silent HeadlineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang