12. Racun (2)

713 54 4
                                        

Welcome to THE ROGUE: Come Up To The Surface

***

"Kasus air mancur tiga tahun lalu yang sempat membuat heboh publik nyatanya belum selesai."

Itu adalah suara Juna yang kini sedang menjelaskan lebih rinci mengenai kasus air mancur yang sampai saat ini masih belum selesai. Kebetulan BSA saat ini sedang tidak mendapatkan kasus baru, maka Juna akan mulai membuka kembali kasus itu sampai nantinya kasus baru datang.

Apalagi dengan perkataan Jihu waktu itu yang bisa sedikit berguna untuk BSA menyelidikinya.

Sebelum itu, Juna akan menjelaskan lebih dulu tentang kasus tersebut kepada Lava dan mungkin juga Jihu. Agar mereka bisa mengerti yang akan dibicarakan selanjutnya.

"Belum selesai? Bukannya pelakunya udah tertangkap dan kasus dinyatakan selesai, ya?" tanya Lava yang tidak mengerti. Bukannya dulu kasus itu sudah selesai dengan pelaku yang tertangkap.

Heidy menggeleng sebagai respon. "Pelaku terpidana dalam kasus itu bukan pelaku sebenarnya."

Kedua alis Lava bertaut. "Kalau gitu kenapa pihak kepolisian nggak tahu soal ini? Setidaknya kalau memang ada pelaku sebenarnya polisi seharusnya tahu."

"Lo masih percaya sama yang namanya pihak pembela keadilan itu?" celetuk Jihu tiba-tiba.

Lava yang mendengarnya tidak bisa memberikan respon apa pun. Mau bagaimana pun faktanya di Indonesia pihak pembela keadilan tidak benar-benar menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya. Keadilan bagi mereka hanya soal siapa yang paling berkuasa dan kaya. Seolah-olah hukum sebatas pedoman keadilan yang tidak berharga.

"Hukum di negara kita cuma ada hukum yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah." Serena menyahuti perkataan Jihu untuk menambahinya. Sebab ia sangat tidak suka dengan hukum yang berlaku di negara penuh kebobrokan ini.

Helaan nafas Lava terdengar panjang. "Jadi, gimana sama kasusnya? Saya harus tahu detailnya biar kita bisa selesaiin ini sama-sama." Perkataan Lava yang terdengar sangat yakin itu membuat anggota BSA lainnya tersenyum senang. Tidak salah mereka menjadikan gadis itu menjadi bagian dari mereka.

"Kasus air mancur atau tragedi berdarah Bimantara terjadi 13 Januari 2020. Korban bernama Gaury Raisha dan pelaku terpidananya adalah Jeandra, mantan kekasih dari Gaury. Gaury punya satu saudara kandung yaitu Karen Nerissa —"

Lava tanpa sadar menyela penjelasan Juna saat mendengar salah satu nama yang sepertinya tidak asing untuk telinganya dan matanya. "Karen Nerissa?" bisiknya pelan.

Ah! Dia baru ingat, nama tersebut adalah nama yang biasanya ia lihat setiap datang menjengguk sang ibu di rumah sakit. Nama itu tertulis di pintu sebelah ruangan ibunya. Ruangan itu pula yang sering ia lihat didatangi oleh Serena. Ada apa dengan gadis itu? Kenapa bisa berakhir seperti itu? Sebab yang ia tahu lorong tempat ibunya dirawat adalah tempat pasien yang dinyatakan koma. Apakah gadis itu koma?

Seketika Lava melihat ke arah Serena yang sepertinya mengerti akan apa yang sedang ia pikirkan. Begitu tatapan mereka bertemu, Serena mengangguk sebagai jawaban akan segala pertanyaan di kepalanya.

"Lo kenal Karen?" tanya Tala yang merasa aneh dengan adik kelasnya ketika mendengar nama Karen disebutkan beberapa waktu lalu.

Lava langsung menggeleng. Jika ia mengatakan iya maka mereka akan bertanya dari mana dirinya tahu jika Karen sedang koma. Lava tidak ingin anggota BSA lainnya mengetahui jika sang ibu juga sedang bernasib sama dengan Karen. Masalah pribadinya cukup menjadi masalahnya saja.

"Cuma kayak pernah dengar namanya aja sekilas. Lanjutin aja, Kak." Lava menatap Juna sebagai tanda agar tidak menghiraukannya.

Juna pun langsung melanjutkannya. "Singkat cerita, Karen pernah teror sekolah dengan motif supaya BSA open case air mancur itu. Dari situ BSA melakukan penyelidikan sampai terkumpul beberapa bukti." Juna menjeda penjelasannya ketika ia meminta sebuah map merah pada Heidy yang sudah disiapkan sebelumnya yang berisikan detail bukti-bukti terkait kasus tersebut.

THE ROGUE : Come Up To The Surface (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang