Sudah dua hari setelah pertengkaran mereka kemarin, keduanya belum melihat satu sama lain. Jungkook selalu bangun lebih awal dan kembali tengah malam.
"Nyonya, maaf apa makanan nya kurang enak? Kalo iya biar saya gantikan dengan lain". ucap maid melihat taehyung yang hanya terdiam di meja makan
"Tidak bi, hanya saja aku sedang tidak berselera untuk makan, bisa bibi bawakan aku buah atau salad ke kamar nanti, aku ingin istirahat".
"Baik nyonya, nanti bibi bawakan".
Taehyung merindukan jungkook, sudah dua hari ini taehyung tidak melihat wajah suaminya, matanya kembali menangis, taehyung menatap dirinya dalam pantulan kaca. Perkataan jungkook kembali terlintas di pikiran nya, dibandingkan dengan jieun, taehyung merasa dirinya bukan lah apa apa. Selalu berpenampilan sederhana dengan celana panjang serta cardigan nya yang selalu ia gunakan selama dirumah, ia malu jika harus memakai celana pendek di rumah ini, karna banyaknya para bodyguard dan maid yang berlalu lalang. Taehyung merindukan kehidupan lamanya, membuat kue untuk ia jual kembali, bahkan taehyung tidak memiliki ponsel hingga saat ini.
------------------------
Jungkook pulang malam lagi hari ini, namun kali ini iya pulang dengan keadaan mabuk berat. Para bodyguard membawa tubuhnya ke depan pintu kamar mereka.
"Nyonya, permisi tuan jungkook sudah pulang bisa kami masuk". ucap bodyguard tersebut, taehyung yang sedang tertidur lantas terbangun dan membuka pintunya
"Ada apa, Hyungie? hyungie kenapa".
"Sepertinya tuan jeon mabuk nyonya, bisa kami letakan kedalam".
"Iya iya silakan letakan di dalam".
Setelah kepergian para bodyguard nya, taehyung mengambilkan baju ganti untuk jungkook, ia membuka kemeja jungkook dan melihat sebuah tanda bibir dengan lipstik merah merona di dada suaminya, tangan taehyung gemetar, ia mencoba mengusap noda lipstik tersebut yang sayangnya itu tidak bisa hilang. Dadanya kembali sesak, ia tidak kuat untuk tidak mengeluarkan tangisnya lagi kali ini, taehyung berlari yang entah kemana kakinya melangkah, karna ia belum pernah melihat sekeliling rumah ini. Taehyung membuka suatu pintu, yang mana pintu tersebut tersambung dengan secret garden atau taman rahasia, taehyung menangis disana, menatap cahaya rembulan untuk menyalurkan perasaan nya kali ini.
--------------------------
Jungkook terbangun dari tidurnya, kepala nya terasa berat, ia melihat ke kamar tidak menemukan taehyung di dalamnya, jungkook bangkit bergegas untuk mandi, ia berjalan menuju kamar mandi, namun matanya tidak sengaja melihat kearah meja cermin, dan melihat kancing bajunya sudah terbuka setengah dengan noda bibir yang ada di dadanya.
"Sh!t ini bukan lipstik taehyung, taehyung bahkan tidak pernah berdandan, sial siapa yang membuat ini, apa taehyung melihatnya". jungkook segera keluar dari kamarnya dan mencari taehyung
"Dimana istriku". tanya nya pada salah satu maid
"Kami belum melihat nyonya tuan, bahkan nyonya belum sarapan pagi ini".
"Brengsek! BODYGUARD CARI ISTRIKU SAMPAI KETEMU ATAU AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA".
"Siap tuan".
Jungkook membanting gelas air yang tadi maid berikan, ia menjambak rambutnya dengan frustasi, merutuki segala kebodohan nya. Jungkook memutuskan tidak pergi ke kantor hari ini, hari mulai sore, taehyung belum juga di temukan. Seluruh bodyguard berkumpul di depan ruang tamu dengan berbaris rapi, sedangkan jungkook duduk di sofa dengan golden revolver di tangan nya yang ia buat berputar putar.
"Kalian tau bukan, benda apa yang sedang saya pegang, hanya butuh satu tembakan, tubuh kalian akan segera ku kirim ke nereka, ada yang ingin mencobanya lebih dulu". ucap jungkook dengan wajah datar membuat para bodyguard bergidik ngeri.
"Aku hanya menyuruh kalian untuk mencari istriku, bukankah itu tugas yang mudah, aku membayar kalian dengan gaji 3x lipat, kau mau melihat betapa hebatnya benda ini". ucapnya lagi, membuat para bodyguard menggeleng
"LALU KENAPA KALIAN TIDAK BECUS HAH! KENAPA KALIAN TIDAK MEMBAWA ISTRIKU KEMBALI PADAKU". jungkook yang sudah sangat amat marah, menarik asal salah satu bodyguardnya, ia menghajarnya hingga babak belur, semua para bodyguard yang melihat itu hanya bisa menunduk sambil menahan napasnya berpasrah jika salah satu dari mereka adalah yang berikutnya.
Jungkook menghajar bodyguardnya dengan membabi buta, sekujur tubuh pemuda tersebut sudah penuh lebam dan darah yang mengalir, bagaikan salam perpisahan, jungkook segera menembak kepala pemuda tersebut hingga putus. Ia kembali menarik satu orang lagi, kali ini jungkook langsung menempelkan revolvernya pada kening orang tersebut.
"S-stop, a-aku mohon berhenti, tolong jangan ada suara tembakan lagi, tubuhku terasa sangat sesak mendengarnya hiksss.... H-hyungiee mari kita bercerai". ucap taehyung dengan tangisan nya. Jungkook yang mendengar itu segera berjalan menuju taehyung
"Stop, j-jangan mendekat, ku mohon..... b-biarkan aku pergi dari sini hiksss". taehyung memundurkan tubuhnya ketika jungkook mendekat ke arahnya.
"Sayang aku mohon maafkan aku, aku tidak akan menceraikanmu sayang".
"J-jangan mendekat...... h-hyungie telah membunuh seseorang, a-aku tidak mau-
Brak!
"BABY!".
-----------------------------
"Selamat tuan, istri anda hamil dan usianya baru memasuki minggu kedua".
"H-hamil? Kau yakin dengan ucapanmu". ucap jungkook
Tbc✨️
Jangan lupa vote yaa, bye!❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Husband (Tamat)
Fanfictionbaca sendiri aja jangan manja! gak suka skip aja nyet! #1 kookv 111124 #1 kooktae 111124 #1 taeby 201224 #4 kookv 031025 Kookv bxb
