"Gimana kabarnya Hyung?? " Tanya seorang pemuda pada pemuda yang lebih tua darinya.
"Baik, kamu sendiri??" Tanya balik Pemuda yang lebih tua.
"Aku juga baik" Balas pemuda yang lebih muda.
Hening, obrolan itu memang terlihat canggung sekali tapi hati keduanya berhasil berdetak dengan kencang. Mereka berdua sama sama rindu dengan masing masing. Sudah hampir beberapa minggu bahkan bulan mereka tidak bertemu, rasa rindu selalu menghantui mereka.
"Eumm, hyung-"
"Ya?? " Ahh, kecanggungan ini benar benar mempersulit mereka dalam berkomunikasi.
"Kamu mau ngomong apa??" Winwin, pemuda yang lebih muda dari lawan bicaranya menggeleng dengan pipi bersemu. Dia bahkan sampai menunduk karena rasa malu yang tiba tiba hadir.
Yuta, pemuda yang lebih tua tersenyum tipis, Dia mencubit pipi Winwin dengan lembut.
"Masih selucu ini ternyata, kamu nggak berubah ya" Ucap Yuta terkekeh geli.
Winwin ingin protes, dia mendongak menatap wajah yuta dengan marah sembari pipinya mengembung karena kesal.
Yuta tak tahan dia memeluk Winwin yang sedang marah padanya.
"Aku rindu kamu" Lirih yuta memeluk erat Winwin.
Kecanggungan yang tadi ada perlahan menghilang, tak ada jarak diantara keduanya.
Winwin tersenyum tipis, dia akhirnya juga memeluk yuta dengan erat.
"Aku juga Hyung"
Rindu, kata yang sebenarnya mudah untuk di ucapkan tapi rasa gengsi terlalu tinggi hingga kata itu tidak sempat terucapkan di lisan mereka.
Mereka memang rindu tapi hati mereka menolak untuk mengeluarkan kata itu dari mulut mereka.
"Tolong aku, aku belum bisa ngelepasin kamu. Hati ini masih selalu sama kamu" Ucap yuta setelah itu. Ahh, selain rasa rindu yang membuatnya tersiksa ternyata ada lagi yang membuat yuta lebih tersiksa yaitu melepaskan pemilik hatinya itu.
Winwin hanya tersenyum dia mengelus pundak yuta dengan penuh kelembutan.
"Paksa Hyung, paksa hati sama pikiran Hyung buat lupain aku. Rasa kita nggak akan bertahan-"
"Nggak!! " Yuta melepaskan pelukan mereka, dia memegang kedua pipinya dan menatap Winwin dengan dalam.
"Rasa kita tetep bertahan sampai kapanpun. Yang nggak bertahan itu kitanya, kitanya yang nggak bertahan buat bersama" Bantah yuta setelah itu dengan wajah penuh keseriusan.
Winwin terdiam, dia menatap mata yuta. Mata yang selalu memandangnya dengan penuh kelembutan. Mata yang selalu dia rindukan, Mata yang sebagai kunci bagi rasa ini.
Tanpa di sadari Winwin meneteskan air matanya.
Yuta yang masih memegang kedua pipi Winwin bergegas menghapus air matanya itu.
"Kenapa sayang?? Ada apa?? " Khawatir yuta setelah itu.
"Kenapa ya Hyung?? Kenapa kisah kita kayak gini?? Kenapa kisah kita nggak kayak yang di dunia lain?? Kenapa kisah kita di dunia ini nggak berakhir bahagia?? Kenapa Tuhan dan alam semesta ini seolah olah nggak ngerustiin kita buat sama sama?? " Unek-unek Winwin dia keluarkan. Winwin lelah, dirinya lelah dengan rasa yang kian hari kian membesar namun harapan tuk bersama kian hari kian mengecil.
Yuta tersenyum sendu, dia memeluk kembali Winwin.
"Nangis aja, aku tau ini semua bikin kamu capek. Kamu cape sama isi kepala kamu yang entah hubungan ini mau dibawa kemana, entah pertanyaan kamu itu jawabannya apa tapi yang jelas cuma satu. Kita nggak bisa bersama tapi kita bisa buat kisah yang seindah ini" Tutur yuta penuh akan kelembutan. Dirinya tak mampu menjawab pertanyaan dari Winwin maka dari itu yuta hanya bisa menenangkan Winwin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another World✓
Fantasybagaimana jika dua anak kecil bernama Jisung dan chenle pergi ke dunia lain dimana orang tua mereka di sana tidak ada hubungan yang spesial sama sekali. Dan anehnya lagi, orang tua mereka di sana menjadi idol terkenal!! begitupun dengan kakek dan ne...
