Request:
@canvrhf(Ndak Nemu akunnya)
njellangellbudayakan vote sebelum membaca ya dik adik, komen juga biar Akira punya semangat untuk menulis lebih banyak cerita untuk kalian semua.
note: chapter selanjutnya akan Akira up jika vote chapter ini mencapai 30/50, makanya vote ya adik-adik, karna vote itu gratis:) masa yang baca 300+ tpi yg vote sedikit...
LANJUTAN DARI Aamon × Gusion (Adik Kecik) biar ngerti situasinya, baca yg itu dloe yaa:3
Aamon berjalan mondar mandir kesana kemari sembari menatap keluar jendela, hari ini hujan turun dengan deras, sebelum dia menatap sang istri, Cici. Yang sedang tertidur lelap dikasur empuknya.
Aamon kembali menelfon nomer Gusion, "Ayo angkat Gusion.."
'Nomor telepon yang anda tuju..-'
"Akhh?!! Kau sebenarnya kemana, Gusion?!" Aamon yang sangat frustasi melempar ponselnya ke sembarang arah(sayang banget, mending buat saia saja), harusnya ia juga tidak berbuat kasar pada sang adik hingga sang adik pergi dari rumah.
Terlebih lagi sang adik tengah hamil besar(sekitar 31-32 minggu/7-8 bulanan, termasuk hamil besar kan?), kan Gusion mengandung anak dari Aamon juga. Setelah Aamon pikir-pikir lagi, semua perbuatan Gusion kepada Cici itu tidak masuk akal.
Pasalnya dia tau tingkah laku Gusion dengan pasti. Karena Gusion terlalu malas untuk melakukan hal seperti membully ditambah Gusion juga sedang hamil, mana mungkin dia sanggup memukul seseorang?
"Apa jangan-jangan... Cici berbohong..?" Aamon kembali menatap sang istri yang tengah asik dengan alam mimpinya. Namun Aamon tidak bisa menuduh Cici sembarangan tanpa adanya bukti.
"Sion,, semoga di manapun kamu berada.. Kau selalu sehat.."
____________________________________
"Hnggh..!~ Lebih cepat lagihh!~ Aakkhh~~""Gusion... ahh..!"
Yap. Orang yang Amun khawatirkan saat ini tengah melakukan hal yang panas dengan... siapa ya?? Udah ketebak dong dari shipnya:>
Entah apa yang Gusion lakukan hingga berakhir seperti ini dengan Hayabusa. Untuk mengetahui apa yang terjadi, kita plesbek dlu ygy,
Flashback...
"A-aakhh... p-perutku sakit sekali.. aku lapar, tapi aku tidak punya uang sama sekali.. kediaman Valentina juga masih jauh dari sini..."
Di tengah guyuran hujan yang lumayan lebat, Gusion berjalan sembari memegang perutnya yang mulai terasa sakit, ia juga menggeret koper yang berisi baju-bajunya.
Seharusnya Gusion berteduh sekarang, namun sepanjang perjalanan menuju kediaman Valentina ia tak menemukan bangunan untuk berteduh, hanya ada pepohonan rindang di sepanjang jalan.
Gak mungkin dong Gusion berteduh dibawah pohon, apalagi dia sedang dalam kondisi hamil besar. kalo dia tersambar petir atau kejatuhan ranting pohon yang berat, gimana?
Kakinya juga sudah gemetaran, sudah tidak sanggup untuk berjalan lagi, ia harus mencari sekiranya tempat untuk ia berteduh.
"H-halte bus..!!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Love And... What? || [DISCONNECTED?]
Acakmlbb oneshots. ⚠🔞warning!!🔞⚠️ -yaoi, yuri, straight -homophobic/lgbtphobic harap menjauh!! -tidak menerima hujatan dalam bentuk apapun, krn book ini cmn iseng! -yang minor minggir dlu yah, kalo ttp maksa dosa ditanggung sendiri🗿 yang gak suka gpp...