BAB 671 - 680

2 0 0
                                        

Daftar Isi =
Bab 671: 3. Sementara itu, pada saat yang sama.
Bab 672: 3. Sementara itu, pada saat yang sama.
Bab 673: 3. Sementara itu, pada saat yang sama.
Bab 674: 3. Sementara itu, pada saat yang sama.
Bab 675: 3. Sementara itu, pada saat yang sama.
Bab 676: 3. Sementara itu, pada saat yang sama.
Bab 677: 4. Berjanji untuk berpisah.
Bab 678: 4. Berjanji untuk berpisah.
Bab 679: 4. Berjanji untuk berpisah.
Bab 680: 4. Berjanji untuk berpisah.

Bab 671: 3. Sementara itu, pada saat yang sama.

Neraka yang kelabu dan tak lekang oleh waktu, tanpa apa pun di dalamnya. Namun, pada suatu saat, dunia ini, yang tadinya hanya memiliki suasana suram, dipenuhi panas yang membara.

Sumber panasnya adalah pria dan wanita yang berjuang satu sama lain di pusat dunia: Kim Soo-hyun dan Duke of Hell.

Kedua pria dan wanita itu, yang sebelumnya telah melakukan hubungan fisik, telah membalikkan keadaan. Orang yang berbaring telentang itu bukan lagi Pangeran Neraka. Sebaliknya, Adipati Agung Neraka merentangkan kakinya ke kiri dan kanan, sementara Kim Soo-hyun, yang berbaring di lantai, tampak sedang naik ke atas perutnya.

Akhirnya, saat ia melihat penis Kim Soo-hyun tegak megah seakan mampu menembus langit, Adipati Agung Neraka itu terdiam sejenak.

Namun meski hanya sesaat.

Tak lama kemudian, leher tipis itu tampak sedikit terangkat, lalu Adipati Neraka membuka lebar-lebar kemaluannya. Kemudian ia dengan lembut menekuk lututnya ke bawah dan menyelaraskan ujung penisnya dengan lubangnya.

Kemudian, di dalam lubang berbentuk oval itu, mata Kim Soo-hyun melihat daging merah tua dan kerutan vagina yang terbentuk rapi. Selain itu, karena ia sudah berkali-kali ejakulasi, cairan kental berwarna putih mengalir keluar dari lubang itu.

Pemandangan itu begitu provokatif hingga membuatku tak bisa bernapas, dan penis yang sudah menjulang tinggi itu mengangkat kepalanya dengan lebih kaku dan mulai berjuang.

Kemudian, Duke of Hell Seomseomoksu dengan lembut memegang penis Kim Soo-hyun dengan gerakan tangan yang menenangkan. Dan dengan tangan lainnya yang masih memegang kelopaknya agar terbuka, ia mulai menekan bokongnya seperti yang ia tuju sebelumnya.

"Aduh... . Aduh... ."

Saat bokongnya diturunkan sedikit demi sedikit, erangan yang sangat gembira keluar dari mulut Pangeran Neraka. Ekspresi wajah Adipati Neraka, yang sangat memerah, tiba-tiba menunjukkan ketidakteraturan total. Begitu memuaskannya sehingga sayap kiri dan kanan pada kelopak bunga berkedut karena kegembiraan saat bokongnya ditekan dan penisnya perlahan ditelan.

Dan setelah beberapa saat.

Mendesah!

Saat penis itu akhirnya terkubur di dalam gua sampai ke akar-akarnya, bokong Duke of Hell dan selangkangan Kim Soo-hyun bersentuhan.

"kopi es...!"

"Aduh...!"

Pada saat yang sama, erangan yang keluar dari mulut Grand Duke of Hell dan Kim Soo-hyun saling tumpang tindih.

Pada saat itu, Adipati Agung Neraka mengerutkan kening tanpa menyadarinya. Saat penis yang dipanaskan oleh panas itu terbelah dan menembus daging, aku merasa seolah-olah daging bagian dalamku yang sensitif terbakar. Rasanya seolah-olah batang besi tebal yang dipanaskan dalam tungku telah tertancap seluruhnya.

Akan tetapi, ekspresi yang tadinya diwarnai kesakitan segera berubah menjadi ekspresi gembira.

Penis itu, yang memenuhi guanya yang sempit tanpa sedikit pun ruang dan begitu membengkak sehingga tampak seperti akan meledak setiap saat, memberikan Duke of Hell perasaan puas yang membuatnya merasa seperti ada sesuatu yang akan meledak.

Novel MEMORIZETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang