21.24

261 171 146
                                        

"saya titipkan pahatan renjana
untuk tuan melalui gema buana yang luas. seluas saya memberikan rangkaian tinta aksara untuk doa."

-mbulann.

"aku tahu bentala dan bumantara
adalah fatamorgana, tapi bisakah kita menjadi jatukrama dengan Harsa tanpa lara?."

-cakraa.

~~'~~'~~'~~'~~'~~>

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~~'~~'~~'~~'~~'~~>

kini ruangan kelas sangatlah ramai, murid murid sedang asyik bermain game di ponsel mereka masing masing. kini semua kelas jam kosong tidak ada sama sekali guru mengajar dan alhasil murid murid pun bersantai keluar kelas mengelilingi seluruh isi sekolah.

Emma yang tampak nya bosan di dalam kelas alhasil ia pun keluar dan duduk di depan kelas sambil melihat teman temannya sedang bermain di lapangan.

"kalau gini ending nya mending aku tadi tidur aja di rumah." ucap Emma yang sangat bosan, karena dari tadi pagi sama sekali guru tidak memberikan tugas ataupun masuk ke dalam kelas untuk memberikan pelajaran.

di saat enak enaknya Emma duduk santai di depan kelas ia di kejutkan oleh kedatangan Satya yang tiba tiba berada di hadapannya.

"ngelamun Mulu, ikut aku sekarang gih." tutur Satya yang langsung saja memegang pergelangan tangan Emma tanpa menunggu jawaban sang empu.

"eh eh mau kau bawa ke mana aku." sahut Emma terbatah batah, tetapi dia sedikit merasa aneh ada sesuatu yang di mana sangat mengganjal di hatinya namun dia tidak tau harus berkata apa.

"udah ikut aja gak usah bawel." kini Satya masih setia menggenggam pergelangan Emma hingga sampai ke tempat mereka tuju.

sesampainya mereka di sana Emma sedikit terdiam dan bertanya tanya di benaknya, kenapa Satya mengajak nya ke ruang media? ada apakah sebenarnya.

"tunggu bentar di sini, jangan ke mana mana bentar lagi mas Zeo datang." tutur Satya lembut dan setelah itu Satya pun mengecek peralatan media satu persatu untuk mereka gunakan nanti.

Emma kini hanya terdiam melihat tingkah Satya yang dari tadi mondar mandir di ruangan itu sambil mengecek satu persatu peralatan media. sudah 1 jam tatapan itu sama sekali tak beralih ke arah lain, entah sesetia itu mata itu memandang seorang laki laki dengan wajah teduh nya hingga membuat orang yang menatapnya merasa nyaman.

tanpa Emma sadari laki laki yang dari tadi ia tatap kini menatapnya dengan penuh tanya ke arah Emma, ia berfikir di benaknya kenapa Emma tersenyum melihat arah ku? apakah ada sesuatu disebelahku? apakah dia kembali melamun?. Satya yang penasaran pun mencoba untuk menyadarkan Emma, karena ia takut Emma kerasukan.

About You (Tahap Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang