10

1.3K 110 10
                                        

Pagi hari telah tiba.

Rion dan Rully sudah siap dengan seragam TK mereka.

"Maafkan papa, hari ini papa tidak bisa mengantar kalian ke sekolah."

Rion dan Rully saling berpandangan sejenak sebelum kembali menatap Rune yang cemas.

"Mengapa?"

"Karena kemarin papa pulang lebih cepat hari ini papa harus menggantinya."

Rully melipat tangannya di dada. Ekspresinya terlihat serius dan lucu.

"Sebenarnya tidak masalah, kami bisa berangkat sendiri karena kami adalah pria mandiri," ucap Rully seraya menepuk-nepuk dadanya sendiri dengan mantap seolah ingin menunjukkan diri yang mandiri kepada sang papa.

"Siapa yang akan membiarkan kalian berangkat sendiri? Papa tidak akan pernah tega," tutur Rune sedikit tidak berdaya.

Yah, kecuali Rune telah menjadi gila dia tidak akan melepaskan dua putra kesayangannya untuk pergi ke sekolah sendiri tanpa pengawasan.

Bagaimanapun itu terlalu berbahaya!

Rune tidak ingin ada sesuatu yang tidak dia inginkan terjadi menimpa Rion dan Rully.

Dunia luar penuh dengan kriminalitas. Dan anak-anak tidak jarang menjadi korban. Baik itu untuk penculikan, perdagangan manusia, bahkan pelecehan.

"Papa sudah menyuruh seseorang untuk mengantarkan kalian, kalian tidak perlu berangkat sendiri."

Rion menatap Rune dengan bingung. "Siapa itu?" tanya keduanya dengan kompak.

"Permisi!"

Dua anak kembar dan ayahnya segera menoleh.

Tatapan mereka dengan kompak jatuh kepada sosok pemuda tampan yang berdiri di luar pagar rumah mereka.

"Kakak Alvin!"

Rully dan Rion hampir memiliki ekspresi yang sama cerahnya. Keduanya memang menyukai Alvin—cucu nenek Luna, yang telah lama menjadi tetangga mereka.

"Selamat pagi," sapa Alvin mengawali. Pemuda itu menatap Rune sejenak lalu menurunkan pandangan menatap kedua anak kecil di sekitar Rune.

"Kamu sudah datang," kata Rune sambil tersenyum menyambut.

"Um, hari ini saya ada kelas pagi di kampus, nenek mengatakan bahwa tadi kamu datang ke rumah dan meminta tolong untuk membawa anak-anak ke sekolah sekalian."

"Benar, tadi aku memang datang tapi nenek mu bilang kamu sedang mandi jadi kita tidak bertemu tadi."

Alvin mengangguk dan menatap Rune dengan tatapan datar namun memiliki kesan yang halus. "Bisakah kita berangkat sekarang?"

"Tentu, ayo kita segera berangkat."

Rune berjongkok sejenak, dia mengambil alih perhatian dua putranya dan mulai memberi sedikit nasihat dan beberapa wejengan.

"Jangan menyusahkan Kak Alvin, dia sudah repot-repot datang kesini untuk mengantar kalian sekolah."

"Ya, kami adalah anak baik tidak mungkin akan merepotkan Kak Alvin," seloroh Rully yang diangguki Rion segera.

"Jangan khawatir papa, kami akan bersikap baik."

"Anak baik!"

Rune bergerak maju memeluk dan memberi kecupan manis pada wajah putra kembarnya.

"Aku titip mereka ya, Alvin."

"Ya, aku pasti akan menjaga mereka."

Rully dan Rion segera beralih ke sisi Alvin.

(DROP) [ABO] Happy Family! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang