♫ ɴᴏᴡ ᴘʟᴀʏɪɴɢ : ʙᴇᴛᴛᴇʀ ᴍᴀɴ ʙʏ ᴛᴀʟʏᴏʀ sᴡɪғᴛ ♬
ɪ ᴡᴏɴᴅᴇʀ ᴡʜᴀᴛ ᴡᴇ ᴡᴏᴜʟᴅ'ᴠᴇ ʙᴇᴄᴏᴍᴇ ɪғ ʏᴏᴜ ᴡᴇʀᴇ ᴀ ʙᴇᴛᴛᴇʀ ᴍᴀɴ
ᴡᴇ ᴍɪɢʜᴛ sᴛɪʟʟ ʙᴇ ɪɴ ʟᴏᴠᴇ ɪғ ʏᴏᴜ ᴡᴇʀᴇ ᴀ ʙᴇᴛᴛᴇʀ ᴍᴀɴ
Aku mengulurkan kedua tanganku untuk membawa kedua tangan gadis itu ke dalam genggamanku. Kedua mataku menatap parasnya yang terlelap begitu nyenyak dihadapanku saat ini. Aku menundukkan sedikit tubuhku dan memberikan kecupan kecil pada punggung tangan gadis itu dan bernafas lega setelahnya. Sangat beruntung mantra kutukan yang gadis itu rapalkan untuk dirinya sendiri tidak berhasil dan meleset. Semuanya terjadi begitu cepat begitu ia beralih mengambil tongkat sihir miliknya dan mengarahkan tongkat itu kepada dirinya sendiri. Sangat terlihat jelas saat itu tubuhnya bergetar hebat, ketakutan tersirat dalam kedua matanya. Mungkin menjadi salah satu alasan kenapa mantra itu meleset dengan sempurna. Setelah mantra itu terucap seketika gadis itu kehilangan kesadarannya, membuatku bergegas membawanya ke Madam Pomfrey.
Kedua mataku tidak berhenti mengamati dirinya yang bahkan enggan untuk membuka kedua matanya. Ia terlihat sangat tenang, dan sangat damai dalam lelapnya.
Aku kembali menghela nafas panjang "I'm sorry. I'm so sorry, princess"
Jika kalian selama ini bertanya-tanya bagaimana perasaanku terhadap gadis dihadapanku ini. Itu benar.
I love her.
So much.
Mungkin selama ini tindakanku tidak terlihat seperti itu. Namun percayalah, aku benar-benar mencintainya. Bagaimana cara gadis itu tersenyum, bagaimana cara gadis itu terlihat serius saat berkutat dengan buku bacaannya, bagaimana cara gadis itu menunjukkan wajah cemberutnya ketika aku berusaha menjahili dirinya, bagaimana cara gadis itu menangis dan membuatku selalu ingin membawa dirinya ke dalam dekapanku dan menenangkannya, dan bagaimana cara gadis itu terlihat salah tingkah dengan semua kata-kata yang aku telontarkan kepadanya. Semuanya, semua yang ada pada diri gadis itu. Semua yang bahkan tidak bisa aku jelaskan satu persatu, aku menyukainya. Tidak, aku jatuh cinta dengan semua itu.
Seandainya saja gadis itu datang lebih cepat. Seandainya saja perjodohan bodoh itu tidak terjadi.
Tidak. Seandainya saja aku tidak menjadi pengecut seperti ini.
Aku mengalihkan pandanganku begitu mendengar suara pintu yang terbuka perlahan, memperlihatkan Theodore Nott yang kini melangkahkan kakinya kearah kami.
Pria itu mengambil tempat dan duduk berhadapan denganku, yang saat ini masih terduduk disisi kanan kasur dimana gadis itu terbaring lelap.
"Aku baru saja berbicara dengan Professor McGonagall" timpal Theo. Beberapa saat sebelumnya pria itu memang berada di tempat ini, dan sudah mengetahui terkait kejadian beberapa saat yang lalu, yang nyaris merenggut nyawa saudara tirinya. Hingga pada akhirnya pria itu memutuskan untuk keluar meninggalkan hospital wing tanpa sepatah kata. Tidak pernah terbayangkan olehku pria itu akan menemui Professor McGonagall.
"Minggu depan Rory akan meninggalkan tempat ini"
Aku mengernyit "Apa yang kau bicarakan?" tanyaku, yang membuat Theo beralih menatapku dengan tajam.
"Tidak kah kau mengerti, Malfoy? Kau sudah sangat membuatnya menderita selama ini" balas Theo.
Aku mendengus "Dan kau yang memulai penderitaan itu"
Tentu saja perkataanku berhasil membuat Theodore Nott bungkam.
Cukup lama kami terdiam, seakan berkutat dengan pikiran kami masing-masing. Sebelah tangan Theo kemudian terulur untuk mengelus lembut surai gadis yang ia sebut sebagai saudara tirinya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗕𝗘𝗚𝗜𝗡 𝗔𝗚𝗔𝗜𝗡
Fanfic𝘕𝘰 𝘮𝘢𝘵𝘵𝘦𝘳 𝘩𝘰𝘸 𝘩𝘢𝘳𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘢𝘴𝘵 𝘪𝘴, 𝘺𝘰𝘶 𝘤𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘸𝘢𝘺𝘴 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘪𝘯 ©2024 𝘣𝘺 𝘥𝘦𝘦𝘰𝘯𝘨𝘨
