4 : kenapa?

297 26 8
                                        

Nama tokoh, tempat kejadian dan konflik di dalam novel ini hanyalah fiktif belaka dan tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata
••••••

















Nama tokoh, tempat kejadian dan konflik di dalam novel ini hanyalah fiktif belaka dan tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata••••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Begitu besar perubahan yang ia ciptakan, sehingga mendekati nya pun begitu besar cobaan yang akan di dapatkan"

[ ❃❃❃ ]































--NATHAN--
◈◈◈

Tak terasa mobil yang di tumpangi Nathan, daren, juna dan jevan telah sampai di kediaman Narendra setelah melalui perjalanan yang hening dan sepi tanpa perbincangan apapun karena masih terlalu canggung

Tanpa ba-bi-bu Nathan segera membuka pintu mobil dan berjalan pergi melenggang masuk kedalam rumah

Daren hanya diam dan menghela nafas gusar melihat sikap Nathan yang semakin hari semakin dingin kepada nya dan keluarga yang lainnya

"Ayo masuk" ucap Daren kepada Juna dan Jevan dengan senyum tipis nya

Juna dan Jevan hanya mengangguk lalu membuka pintu mobil berjalan masuk ke dalam rumah, Juna merebahkan tubuhnya di atas sofa sedangkan Jevan hanya duduk di sofa menyenderkan punggungnya ke tumpuan sofa

Mata Juna menelisik ke setiap penjuru penjuru rumah , tak ada yang berubah sejak ia meninggalkan rumah ini , mulai dari setiap tatanan barang meja, sofa , vas bunga dan lainnya masih berada di tempatnya tak berubah sedikit pun tetapi pigura foto keluarga nya sudah tak ada lagi di sana, menghilang

Dulu saat Juna kecil ia tak pernah membayangkan hidup seperti ini, yang ia bayangkan adalah hidup dengan nyaman tenang dan tentram di penuhi oleh canda dan tawa serta kebahagiaan, tak pernah ia bayangkan bahwa kedua orang tua nya akan berpisah, dan mereka harus memilih salah satunya, tak pernah ia bayangkan bahwa ia dan saudara nya akan memiliki orang tua baru tak pernah ia bayangkan bahwa dirinya dan saudara nya akan menjadi korban perpisahan dan ke egoisan kedua orang tuanya

Kembali ke sisi Nathan, terlihat tubuh jangkung nya sedang tidur terlentang dan manik kembar nya menatap kearah langit langit kamarnya, ia hanya terdiam mematung di atas kasur empuk nya dengan pikiran yang berkecamuk, di dalam benaknya banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang ingin ia lontarkan, banyak sekali kata kata yang ingin ia ucapkan, ada beribu ribu kata kata dan pertanyaan yang berada di dalam otak nya

Tak terasa satu jam telah terlewati tetapi Nathan masih saja sama, berbaring menatap langit langit kamarnya seolah dirinya adalah sebuah patung dengan pahatan yang sempurna, tak ada pergerakan apapun, tak ada suara apapun, yang ada hanyalah keheningan, kesendirian dan rasa kesepian yang selalu hinggap pada diri nya serta kekosongan yang selalu memenuhi hatinya entah bagaimana dia tertawa, tersenyum dan melakukan hal hal yang ia inginkan tetapi tetap saja kekosongan itu selalu berada di hati nya, seolah ada lubang hitam yang menarik nya kedalam kegelapan, kesunyian dan kesendirian yang selalu membelenggu nya tak membiarkan kebebasan menghampiri nya, bahkan kebahagiaan pun enggan untuk datang kepadanya, yang ada hanyalah rasa kesepian, kekosongan dan keheningan yang selalu mendekapnya

NATHANIEL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang