49

645 29 0
                                        

Happy reading







  "Kak Jaeyun mau cerai sama kak Heeseung?" Jake bertanya dengan tampang ngeri saat Taeyong datang dengan wajah muram. Taeyong mengangguk dan menutup wajahnya dengan tangan. "Heeseung sudah muak dan lelah mendengar permintaan cerai Jaeyun, akhirnya dia menuruti apa yang Jaeyun mau" sahut Taeyong. Jake termenung dan memandang wajah sang papa dan lalu dia memejamkan matanya. 

"Apa ini masih gara gara aku?" 

"Ya, Jake" sahut Taeyong. Jake menggigit bibirnya, lalu dia menatap serius kearah Taeyong. "Papa, aku sudah tidak lagi tertarik pada kak Heeseung, aku akan menerima bahwa disini aku hanya bisa bersama kak Jay. Biarkan aku berbicara kepada kak Jaeyun, aku mau menemui kak Jaeyun sekarang juga. Sebelum semuanya terlanjur berantakan" Jake berkata tegas, Taeyong mengangkat wajahnya dan menatap lamat lamat wajah Jake. 

akhirnya dia mengangguk. Dibantunya Jake untuk bangkit turun dari ranjang rumah sakitnya. Para perawat dan juga yang lain sangat senang karena akhir akhir ini Jake mau berusaha untuk bersemangat dan juga mau makan. Karena itu, kesehatan Jake juga naik. Jake juga tidak sekurus beberapa hari yang lalu karena sekarang dia makan terus. 

Taeyong menggandeng sang anak dengan hati hati dan memasangkan sendal pada kaki Jake. Setelah itu baru dia membawa Jake keluar dari rumah sakit itu, menuju mobilnya. Jake memang sudah boleh dibawa jalan jalan keluar. 

________________________

  "Kak Jaeyun dirumah sakit juga?" tanya Jake heran saat mobil sang papa masuk kearea parkiran rumah sakit. Taeyong mengangguk saja dan segera memarkirkan mobilnya. Setelah itu, dia membantu Jake untuk berjalan lagi. "Kenapa bisa kak Jaeyun masuk kerumah sakit?" Jake mendongak dan memandang kearah sekitarnya saat mereka berdua naik lift menuju lantai 6. 

"Dia terjatuh dari tangga saat itu. Sebenarnya Jaeyun sudah boleh keluar dari sini, tetapi dia menolak dan hanya berdiam disini" jawab Taeyong, dipeganginya tangan Jake agar Jake tidak oleng. Jake mengedarkan pandangannya lagi sebelum dia kembali bertanya. "Dimana daddy?"

"Kerja" sahut Taeyong pendek. 

saat itu pintu lift terbuka dan mereka berdua beranjak keluar dari dalam lift. "Kamar 632" Taeyong memberi tahu Jake. Jake dan Taeyong berjalan berdua menuju kamar vvip itu dan saat masuk, mereka melihat Jaeyun yang duduk dengan sikap lesu sambil memandang keluar jendela. 

Jake termenung melihat wujud sang kakak, tangannya perlahan terjulur dan dia berkata pelan. "Kakak.." 

mendengar suara Jake, Jaeyun menoleh. Pemuda itu tercengang saat melihat Jake berdiri didekatnya, Jaeyun memutar badannya agar menghadap Jake juga dan dia merentangkan tangannya. "Jake.. Jake?" gumam Jaeyun. Jake mengangguk dan lalu memeluk erat Jaeyun, wajahnya dia benamkan pada bahu sang kakak kembar. Setelah berpelukan beberapa saat, Jake melepaskan pelukannya. 

"Kak, dengarkan aku" ucap Jake serius sambil memegang bahu Jaeyun. Jaeyun melirik kearah tangan Jake pada bahunya, namun kemudian dia mengangguk dan memandang Jake, memperhatikannya. "Jangan cerai sama kak Heeseung. Aku baik baik saja tanpa harus bersama kak Heeseung, aku sudah punya kak Jay. Kakak tidak perlu memikirkanku, kak Heeseung hanya mencintai kakak, bukan aku. Oke?" 

mata Jaeyun melebar, dia menatap nanar Jake. "Jake.. aku.. aku tidak mau kamu tersiksa lagi.." lirihnya, namun Jake menggelengkan kepalanya dan mencengkram bahu Jaeyun dengan keras. "Aku sudah tidak tersiksa, kemarin itu aku hanya berlebihan. Aku tidak mau merusak rumah tangga kalian berdua, jadi, bicara lah kepada kak Heeseung. Kalian tidak akan bercerai hanya gara gara aku" Jake berbicara dengan nada cukup tinggi dan tajam. 

perlahan Jaeyun menunduk. "Apakah kamu serius, Jake? Apa kamu akan baik baik saja jika aku tetap bersama kak Heeseung?" Jaeyun bertanya dengan suara pelan. Jake tersenyum, diangkatnya dagu Jaeyun sehingga Jaeyun bersitatap dengannya. "Aku serius. Kita berdua harus bahagia bersama sama. Tidak adil kan kalau aku bahagia tapi kakak tidak?" senyuman Jake terlihat begitu manis dan juga menenangkan. 

setetes air mata mengalir dari sudut mata indah Jaeyun, dia menarik Jake dan memeluknya erat erat. Jake tersenyum samar dan balas memeluk Jaeyun erat erat. 

Taeyong memperhatikan dua anaknya dan ikut tersenyum. Dia maju dan mengelus rambut sikembar dan bertanya lembut kepada Jaeyun. "Jadi Jaeyun.. kamu mau bicara sama Heeseung tidak? Kalau kamu mau, papa bakal telepon Heeseung dan nyuruh dia datang kesini. Heeseung sama sekali belum mengurus apa apa soal penceraian kalian karena masih menunggu kamu untuk benar benar memutuskan" 

yang tertua dari kembar itu menarik nafas sejenak sebelum menghembuskannya. Dia menyeka sudut matanya yang dibasahi oleh air mata dan dia mengangguk. "Ya papa, aku mau bicara kepada kak Heeseung" ucapnya dengan nada cukup tegas. Jake tertawa pelan dan memeluk Jaeyun lagi. Taeyong menyeringai saat melihat tingkah anak anaknya dan dia segera menarik keluar ponsel pintarnya untuk menghubungi Heeseung. 

________________________

  satu jam kemudian Heeseung tiba, bersama Jay. Heeseung berlari masuk dengan tergesa dan mengabaikan Taeyong serta Jake sementara Jay menghampiri Jake. Heeseung sendiri langsung mengarah kepada Jaeyun dan dipegangnya kedua lengan Jaeyun dengan agak keras. "Jaeyun- Ka-kamu..?" Heeseung terlihat takut dan juga panik. Jaeyun mendongak memandangnya dan tersenyum lembut dan mengusap perlahan pipi Heeseung. 

"Jangan panik seperti itu kak. Kita tidak akan bercerai" ucap Jaeyun lembut. 

saat itu juga, Heeseung merasa jika kakinya lemas. Dia jatuh berlutut disisi ranjang rumah sakit Jaeyun dan berkali kali dia menciumi punggung tangan dan juga jemari Jaeyun. "Syukurlah.. Jaeyun.." Heeseung memeluk erat pinggang sang istri, wajahnya dia benamkan pada pangkuan Jaeyun dan samar terdengar isakan. 

tangan kurus Jaeyun bergerak dan mengelus elus rambut hitam legam sang suami. Dia menarik wajah Heeseung agar wajah mereka mendekat, diciumnya kening Heeseung dan disekanya air mata Heeseung. "Maafkan aku atas segala hal yang aku lakukan, kak. Maaf karena aku sudah menyakiti hati kakak selama ini" bisik Jaeyun.

Heeseung mengangguk dan menyeka air matanya sendiri. "Tidak apa apa sayang. Aku juga minta maaf karena telah memukulmu beberapa hari yang lalu" ucap Heeseung. Dia mencium Jaeyun dan lalu tersenyum. Jaeyun mengalungkan tangannya disekeliling tengkuk Heeseung dan balas menciumnya.

merasa jika kurang pantas untuk lanjut menonton, Jay, Jake, dan Taeyong berjalan keluar dari ruangan. Taeyong menunggu sementara Jay mengajak Jake pergi kekafetaria rumah sakit untuk membeli jus. "Kamu serius Jake?" Jay bertanya lembut sambil merangkul pinggang Jake. Jake memandang kearah gelas jus yang sedang dia pegang dan melamun sejenak. 

"Aku serius kak. Kan sudah aku bilang aku bisa bahagia jika bersama kakak. Aku akan belajar untuk menerima semua kenyataan ini. Lagi pula aku kan tidak kehilangan semuanya" Jake tersenyum manis. Jay merasa jika dirinya meleleh saat melihat betapa cantiknya Jake saat ini. "Jake.." Jay meraih dagu Jake dan lalu mencium bibirnya lembut. Jake mengerjap, namun kemudian dia memejamkan matanya dan membalas ciuman Jay. 

setelah berciuman, Jay meraih tangan Jake dan menciumnya sekali sebelum bicara dengan suara yang pelan. "Kapan kamu keluar dari rumah sakit?" tanya Jay. Jake berpikir sejenak sebelum dia menjawab. "Mungkin lusa, kak" 

sambil tersenyum, Jay menatap Jake. "Lusa? Baiklah. Tiga hari lagi, ayo kita pergi berjalan jalan berdua. Bagaimana? Tawaran yang menarik, bukan?" tawar Jay. Jake mengangguk riang dan senyuman yang lebih lebar dari biasanya menghiasi wajahnya. "Ya! Aku mau kak!" sahutnya. 

Jay tertawa pelan dan menyibak rambut Jake. "Terus lah riang seperti ini, Jake. Kamu terlihat sangat manis dan cantik" puji Jay. Jake merasakan jika wajahnya memerah dan dia malu malu mengetuk lengan kekar Jay. "Jangan begitu kak" ujarnya malu. Jay terkekeh dan mengecup pipi Jake. 

akhirnya Jake ikut tertawa juga. Raut suram dan lelah diwajahnya sempurna hilang. 







Tbc. 

haii semua.
untuk permintaan maaf karena updatenya lama, aku bakal ngasih kalian happy ending! Setelah satu atau dua chapter lagi kalian bakal berpisah sama book yang lama nganggur ini! Enjoy bacanya sayang sayangkuu.







(END) TWINZ [HEEJAYKE] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang