18

1.9K 144 23
                                        

Happy reading


  baru dua minggu diaustralia. anak anak Jake baru beradaptasi dengan lingkungan yang lumayan berbeda dengan amerika. sedang Jake sih karena memang dari kecil sering diaustralia dia jadi enggak usah beradaptasi kayak diamerika. 

bahkan dia sekarang sudah bekerja dikantoran. kantor milik keluarga Sim. milik mendiang kakeknya dulu. dan dia disana jelas mendapat lebih banyak teman. salah satunya menjadi sahabat terdekat Jake, wanita kelahiran amerika. Chanelle Moon. 

Chanelle juga sering bolak balik kekorea. bahkan dia punya kekasih disana. Son Jiwoo. 

okay. 

____________________________

  "Pagi ini katanya uncle Jay mau kemari pa?" tanya Minyoung yang sedang menemani papanya membuat kue didapur. Kyungmin juga ada disana. mereka berdua menaiki dua kursi agar bisa membantu papa mereka untuk mengaduk adonan kue. 

"Iya. kalian sudah kangen ya sama uncle Jay?" sahut Jake sambil tersenyum manis. dia mengacak acak rambut Minyoung dan lalu memakai sarung tangan plastik untuk membantu anak anaknya lagi. Minyoung dan Kyungmin mengangguk angguk dengan semangat. mereka sudah rindu dengan Jay. yah karena selama ini Jay yang membantu papa mereka mengurus mereka dari kecil. "Kalau kalian sudah selesai mengaduknya, mandi saja. tunggu uncle Jay didepan" 

anak anak Jake mengangguk lagi. 

setengah jam, adonan sudah mengembang dan anak anak kembar Jake meloncat turun dan berebutan hendak mencuci tangan. lalu mereka berlarian menuju kamar mereka. hendak mandi. mereka sudah bisa mandi sendiri. (Iyalah) 

Jake sendiri sedang memanggang kuenya satu jam kemudian karena masih harus memasak hal lain. anak anaknya masih pada mandi saat mendadak dirinya dipeluk dari belakang. Jake terkejut. nyaris saja dipukulnya Jay dengan sendok besar yang sedang dia pegang. 

"Kak Jay! kagetin aja sih!" 

sang dominan tertawa lebar dan langsung menghujani wajah Jake dengan ciuman kupu kupu sementara Jake masih mengomel ngomel. ada lima menitan Jay masih menempel pada Jake. Jake jengah dan buru buru mendorong pemuda itu untuk menyingkir. "Aku belum selesai masak. sana duduk" 

tapi Jay tidak mau menyingkir. dia mengeratkan pelukannya pada Jake. Jake akhirnya pasrah dan membiarkan Jay menempel seperti lintah dibelakangnya. "Sana ih, cari anak anak. gak usah peluk peluk" Jake protes lagi. dia memegang jemari Jay dan menepuk nepuknya. tapi Jay masih juga bandel tidak mau menyingkir. "Aku mau melukin submissive tercantik didunia ini dulu" 

"Yaelah. udah sanaa" 

akhirnya Jay menyingkir. membawa kopernya kedalam kamar Jake. lalu masuk kedalam kamar milik sikembar. mereka sudah selesai mandi. Minyong lagi mengeringkan rambutnya Kyungmin. saat melihat Jay, mereka langsung meloncat dan memeluk erat Jay yang tertawa tawa lebar. 

Jay menggendong dua kembar itu dan membawanya kedapur. Minyoung menatap wajah Jay. dia sudah menyimpan banyak pertanyaan untuk Jay. soal Heeseung dan Jaeyun. "Uncle, Lee Heeseung itu siapanya kami sih? kok wajahnya sama Minyoung mirip?" tanya Minyoung tanpa ada aba aba.

papa mereka yang sedang mencicipi kaldu yang dibuatnya langsung terbatuk kaget. Jay sendiri menganga. Kyungmin ikut bertanya penasaran. "Iya uncle, dia siapa?? dia saudaranya papa? tapi kenapa papa selalu tidak mau menceritakan soal dia?" tanya Kyungmin juga. Jay melirik kearah Jake yang mengaduk kaldu didalam panci dengan wajah pucat. "Boleh aku ceritakan, Jake?" akhirnya Jay bicara. 

submissive itu menghela nafas perlahan. baiklah. sudah waktunya anak anaknya tahu soal ayah mereka sebelum terlambat. "Dia adalah ayah kalian" akhirnya Jake angkat suara setelah berpikir beberapa lama. Minyoung dan Kyungmin menganga. "APA?!" 

(END) TWINZ [HEEJAYKE] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang