END

1.3K 53 6
                                        

hi sayang sayangku, makasih udah bertahan dan mau nungguin buat book ini lanjut. Dan akhirnya kita sampai juga diakhir. 

habis end bakal ada bonus chapter gak yaa?? Itu belum tahu, mwuehehe







  Jake berdiri didepan cermin sambil tersenyum manis. Pada sore hari ini dia akan berjalan jalan bersama Jay, dia sudah menunggu nunggu ini sejak tiga hari yang lalu. "Hai Jake" Jaeyun masuk kedalam kamarnya Jake sambil menggendong Heejin. "Kakak?" Jake menoleh kearah Jaeyun. 

sang kakak memiringkan kepalanya saat memandangi Jake, lalu dia tersenyum tulus. "Kamu terlihat sangat cantik, Jake" ujar Jaeyun sembari meletakkan Heejin dikasur Jake. Jake memalingkan wajahnya karena malu, lalu tertawa pelan. "Terima kasih kak" 

Jaeyun memandangi Jake lagi dan lalu merapikan syal yang Jake kenakan. "Hati hati dijalan sama Jay ya" Jaeyun sekarang merapikan rambut Jake. "Iya iyaa" Jake mengangguk angguk sembari memperhatikan Jaeyun dari cermin. 

setelah selesai merapikan tampilan Jake, Jaeyun mundur dan memandangi adiknya. Dan saat keduanya menatap cermin secara bersamaan, ada bayangan samar dari Minyoung dan Kyungmin. Bayangan itu membuat Jake terkesiap sedikit, dia menatap lamat lamat cermin, sedangkan Jaeyun tertegun. 

"Mereka.." 

Jake tidak menyahut gumaman Jaeyun, dia menjulurkan tangannya kearah cermin dan menempelkan tangannya kesana. Dua bayangan bocah kembar dicermin itu bergerak mendekat dan dua tangan mereka menempel kearah tangan Jake. Jake menggigit bibirnya sekali sebelum menampilkan senyuman manis kearah cermin. "Papa sudah bahagia sekarang.." gumam Jake. 

bayangan dicermin terlihat tersenyum. Minyoung dan Kyungmin perlahan mundur dan akhirnya mereka berdua lenyap dari pandangan. Jaeyun menoleh kearah Jake yang tersenyum lembut, namun matanya sedikit berkaca kaca. Melihat itu, Jaeyun mendekati Jake lagi dan memeluknya dari belakang. "Jake.." 

"Kenapa kak?" Jake tersenyum dan mengelus rambut Jaeyun sekali. Jaeyun buru buru menggeleng dan memaksakan senyum. "Maaf. Nah, sepertinya aku mendengar suara mobil Jay, bersenang senang lah bersamanya" Jaeyun menepuk nepuk pipi Jake. Jake memandang lamat lamat Jaeyun dan dia mengelus rambut sang kakak. 

"Aku baik baik saja sekarang. Jangan khawatir" 

setelah mengatakan hal itu, Jake segera memakai mantelnya dan mengambil sepatu boots dan tasnya. "Aku pergi dulu kak" ucap Jake. Jaeyun melambaikan tangannya dan tersenyum lagi. Jake bergegas pergi keluar rumah, Jay memang sudah menunggu. Terlihat tampan seperti biasanya. "Kakak!" panggil Jake. Jay menoleh dan menyunggingkan senyuman. 

tanpa mengatakan apa apa Jake langsung menggandeng dan memeluk lengan Jay. Jay mengecup kening Jake dan memuji. "Cantik banget sih kamu, mau jalan sama siapa ya sampai dandannya secakep ini?" Jay nyengir nyengir. Jake terkikik dan menepuk pipi Jay dengan sedikit keras. "Aku harus dandan cakep dong kalau mau ketemu sama pangeran?" Jake berkata jail. 

tawa Jay terdengar, dia menuntun Jake menuju mobilnya dan membukakan pintu untuk Jake. "Masuk lah tuan putri" ucap Jay. Jake kembali tertawa dan masuk kedalam. Jay menutup pintu dan masuk juga kemobil, pemuda itu menyalakan mesin mobil dan mulai melajukan mobil. 

sepanjang perjalanan, tawa dan juga percakapan mengisi mobil itu. Jay terus menyetir dan Jake tidak sadar kemana Jay membawanya, satu, karena dia sibuk bicara, yang kedua, Jake lupa jalan dikota ini. Kota ini rupanya agak berbeda sama yang dia ketahui dikehidupannya saat koma dulu. "Eh, omong omong kita kemana kak?" tanya Jake setelah dia capek mengoceh. 

diluar turun salju, namun langitnya tidak gelap. Terlihat sangat indah. 

"Kejutan, sayang" Jay menyahut dan mengedipkan matanya, Jake mengangkat alisnya, tetapi tidak lagi bertanya. Dia sekarang asyik memperhatikan kendaraan yang lalu lalang diluar. Ditaman taman kota, terlihat anak anak dan remaja asyik membuat boneka salju dan juga bermain lempar bola salju. 

(END) TWINZ [HEEJAYKE] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang