Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB 42

531 22 2
                                        

Di Kamar Azura

Azura duduk di depan laptop, jarinya menari di atas keyboard dengan cepat. Atheeya duduk di sebelahnya, memeriksa satu per satu hasil pencarian yang mereka temukan. Wajah Azura tetap datar, tidak ada ekspresi yang menunjukkan perasaan yang sedang bergemuruh di dalamnya.

"Ada sesuatu yang menarik di sini," Atheeya berkata sambil menunjuk layar laptop. "Ternyata ayahnya Amel itu punya utang banyak sama ayahnya Hania. Dan karena nggak bisa bayar, Hania malah maksa Amel untuk jadi babu."

Azura memejamkan mata, menahan amarah yang hampir tak terlihat di wajahnya. "Ternyata begitu. Amel dipaksa jadi pelayan. Mengerjakan PR, beli makanan... Semua itu demi bayar utang ayahnya yang nggak bisa diselesaikan." Azura menggigit bibir bawahnya, menahan rasa benci yang semakin membara. "Dan Hania... dia memang jahat. Manipulasi orang buat kepentingannya sendiri."

Atheeya melanjutkan membaca artikel. "Nggak cuma itu, Hania juga terobsesi sama Kalix. Dia manfaatin Kalix dan geng motor Kalix, Tretex, untuk memenuhi keinginannya. Uang dari keluarga Kalix? Dia nggak segan-segan pakai buat hidup mewah."

Azura menatap layar dengan mata yang sudah terbiasa menunjukkan kebencian. "Kalix... Kalau dia tahu kebenarannya, dia pasti bakal hancur. Tapi gue nggak peduli. Gue bakal bikin semuanya terbongkar."

Atheeya mengangguk, tahu betul Azura tak akan pernah memberi ampun untuk orang yang sudah mengkhianati kepercayaan. "Lo yakin Kalix nggak akan melawan? Lo udah tahu dia itu leader geng Tretex."

Azura mengernyitkan dahi, matanya berbinar dengan api yang menyala. "Gue nggak peduli dia leader atau bukan. Kalau dia terus-terusan dibutakan sama Hania, itu artinya dia layak hancur. Biarkan semuanya terungkap."

"Dan Hania," Azura melanjutkan, "dia nggak lebih dari seorang manipulatif dan play victim. Semua yang dia lakukan cuma buat keuntungan pribadi. Dia ngelakuin semua ini tanpa rasa bersalah."

Atheeya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Azura sudah memutuskan, dan dia tahu persis bagaimana Azura jika sudah punya tujuan. "Gue akan simpan semua bukti ini. Kita tunggu waktu yang tepat untuk ungkapin semuanya."

Akhirnya, setelah mencari informasi yang cukup, Azura menyimpan semua bukti itu dalam folder yang aman. Tidak ada lagi yang bisa disembunyikan. Hania akan segera jatuh.

~o0o~

Di Pasar Malam

Di tempat yang jauh dari urusan Azura dan Atheeya, Vei dan Xelix sedang menikmati waktu bersama di pasar malam. Mereka membeli makanan dan bermain dengan riang

Xelix memandang Vei dengan senyuman lembut, mencoba mengumpulkan keberanian. "Vei, gue ada sesuatu yang pengen gue omongin."

Vei menoleh dengan sedikit ekspresi penasaran. "Ngomong aja."

Xelix menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan gugup, "Vei... Gue pengen lo jadi pacar gue

Vei terdiam beberapa detik ,tapi akhirnya sebuah senyum kecil muncul di wajahnya."ya udah,gue terima.sebenarnya gue juga udah ada beberapa persen suka sama lo "

Xelix hampir nggak percaya dengan jawabannya, tapi senyumnya langsung mengembang. "Beneran? Jadi kita pacaran?"

Vei mengangguk pelan, "Iya."

Xelix merasa seolah dunia mereka berubah. Mereka akhirnya resmi menjadi sepasang kekasih, meskipun dengan dinamika yang berbeda dari pasangan pada umumnya

~o0o~
Pagi Hari di Rumah Azel

Pagi itu, Azel baru bangun dari tidurnya. Dengan malas, ia mandi dan turun ke bawah, mencoba menghindari konfrontasi dengan keluarganya. Namun, begitu ia berjalan menuju meja makan, suasana langsung terasa kaku

Leo sudah duduk di meja makan bersama Dax,sedangkan xelix belum turun .Keduanya menatap Azel dengan ekspresi penuh kebencian. Dax bahkan langsung menegur dengan nada tinggi. "Lo ngapain di sini?" tanyanya dengan sinis.

Azel hanya diam, menurunkan pandangannya dan berjalan menuju kursi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitu ia mulai mengambil makanan, Leo langsung mengeluarkan suara keras, "Kamu nggak boleh makan di sini!"

Dax yang sudah muak dengan sikap Azel ikut memanaskan suasana. "Ya, lo nggak ada tempat di keluarga ini. Pergi aja," kata Dax dengan nada merendahkan.

Azel tidak menjawab. Ia mengambil piringnya,mengisi sedikit makanan ,lalu membawa piring itu ke kamarnya tanpa sepatah kata.xelix yang baru saja turun pun heran kemana adik bungsu nya kenapa ia tidak makan

Sesampainya di kamarnya, Azel membuka laptopnya dan mulai mencari informasi tentang ibu kandungnya. Dia sudah lama ingin tahu, tapi hari ini, dia merasa lebih siap dari sebelumnya. Ketika hasil pencariannya mulai muncul, hati Azel bergejolak. Ibunya yang selama ini ia kira sudah meninggal, ternyata masih hidup—meskipun dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Seseorang telah menyekap ibu kandungnya, dan Azel tahu, dia tidak akan tinggal diam.

"Aku akan balas semua ini. Siapa pun yang menyakiti ibuku, akan merasakan akibatnya," bisik Azel dengan penuh kebencian. Dia akan melakukan apa saja untuk mencari kebenaran, bahkan jika itu berarti menghancurkan segala sesuatu yang telah mengikatnya pada keluarga yang telah lama membencinya.

~o0o~

Aksi yang Tak Terhentikan

Masa lalu yang penuh dengan kebohongan dan manipulasi akhirnya mulai terungkap. Azura, Atheeya, Vei, Xelix, dan Azel, masing-masing membawa misi mereka sendiri untuk membalaskan dendam dan mengungkap kebenaran. Namun, mereka semua tahu, bahwa pertempuran ini tidak akan mudah. Kalix, Hania, dan orang-orang yang menyembunyikan kebenaran tidak akan menyerah begitu saja.

Namun, satu hal yang pasti, mereka semua takkan berhenti sampai kebenaran terungkap dan semua yang terlibat mendapat ganjarannya

Jangan lupa vote dan komen
Jika ada typo bilang
Tunggu bab selanjutnya
Ok bye bye

JEK MENYALA WI TAMPLENG DONG

TRANSMIGRASI 3 GIRL'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang