maaf

710 15 0
                                    

" den gw mau bilang sesuatu sama Lo " ucap haris pada jaiden mereka sedang berada di cafe tempat yang biasanya sering di kunjungi anak muda seperti mereka berdua. " Ngomong paan cok kek serius bener tu muka " tanya jaiden.

" Gw suka sama Lo " haris
"..." Jaiden mematung mendengar jawaban dari haris yang baru saja menyatakan perasaannya pada dirinya.

" Den " ucap haris sambil memegang lengang jaiden namun jaiden langsung melepaskan nya jaiden pun menatap ke arah mata haris lalu berkata " maaf ris gw gak bisa " ucap nya lalu berdiri dari tempat duduk nya dan meletakkan uang seratus ribu rupiah untuk membayar minuman nya lalu pergi begitu saja dari cafe meninggalkan haris yang masih terduduk disana.

" Udah gw duga pasti di tolak haha " ucap nya dengan kekehan singkat di akhir lalu ikut beranjak dari sana ia akan pulang rumah nya hari ini sebenarnya ia ngekos berdua sama jaiden cuman karena tadi mama nya sibuk menelpon nya untuk menyuruhnya pulang terpaksa ia akan pulang malam ini.

Sedangkan di tempat lain jaiden masih termenung ia sengaja tidak pulang dulu ia masih ingin menetralkan pikiran nya yang masih syok mendengar ungkapan dari haris tadi.

Sebenarnya bukan kali pertama haris mengungkapkan perasaan sudah dari tiga tahun lalu namun jaiden tetap pada pendiriannya bahwa ia adalah pria normal dan hanya menganggap haris adalah teman nya tidak lebih.

Namun entah mengapa ungkapan yang di berikan haris tadi sedikit berbeda dari biasanya, biasanya haris pasti akan mendesak nya untuk menerima nya dan kalau jaiden pergi pasti haris langsung mengejar nya lalu meminta maaf namun tadi Sangat berbeda haris seakan pasrah.

" Kok perasaan gw gak enak ya " batin jaiden



" Mama mau kamu menikah sama anak temen nya mama " ucap mama nya haris tanpa  basa basi

" Baiklah kalau itu mau nya mama " ucap haris

Rupanya mama nya ini tidak pernah berubah tetap seperti tabiat nya dulu selalu menjodohkan diri nya semaksa untuk pulang hanya ini membicarakan perjodohan dan perjodohan Haris bosan ibu nya ini tidak pernah memikirkan perasaan nya hanya melakukan kemauan diri nya saja.

" Kenapa kamu tiba tiba Nerima gitu biasanya kamu nolak dan marah marah ke mama lalu pergi kok tumben sekarang kamu pasrah gitu kenapa? Lelaki yang kamu kejar kejar selama ini tetap menolak mu ? " Tanya sang mama pada haris.

" Ya sudah hampir empat tahun tapi dia masih nolak aku ma " ucapan Haris pelan sambil menunduk kan wajah nya.

Puk puk puk sang mama menepuk-nepuk pundak sang anak seraya berkata " sudah mama bilang dari awal jangan menaruh harapan pada orang yang tidak menyukai mu " ucap sang mama memegang kedua pipi sang anak lalu memeluk nya.

Meskipun ia tergolong wanita yang judes dan pemarah namun bila melihat anak nya terpuruk seperti ini hanya karena cinta jelas ia sedih ia memang suka menjodohkan anak nya pada anak para teman nya bukan semata-mata ingin sang anak cepat menikah namun ia ingin sang anak melupakan cinta pertamanya itu. Jaiden ia kenal anak itu jaiden adalah orang yang sangat di sukai anak nya dari tiga tahun lalu harus selalu membicarakan tentang jaiden pada dirinya. Dan haris pasti akan marah kalau ia membahas tentang perjodohan karena ia tau haris hanya menyukai jaiden.

Namun malam ini seperti sang anak sudah menyerah dengan semuanya haris tampak begitu pasrah menerima perjodohan ini.

" Hiks " lihat lah anak nya yang tak pernah bersedih soal apapun bahkan saat kematian sang ayah haris tak menangis sedikit pun namun sekarang ia melihat anak nya menangis walau hanya ringisan pelan.

" Mencintai sendirian itu sungguh menyakitkan ya ma " ucap haris sambil memeluk erat sang ibu.

Zeya mengusap rambut sang anak dengan lembut ia tak banyak bicara ia hanya diam.

Setahun kemudian

" Udah setahun aja tapi haris tetap gak ada kabar semenjak kejadian di cafe itu " ucap jaiden pada diri nya sendiri sambil melihat pemandangan kota Jakarta pada malam hari dari atas balkon apartemen nya ia sudah pindah dari kos lama nya karena masa sewa nya sudah habis.

" Maafin gw ris gw terlambat balas perasaan Lo " ucap nya memandangi langit yang begitu indah dengan bintang yang berkilauan.



End....

Maaf kalau ada typo soalnya males buat ngedit ulang hehe segitu dulu ya sayang sayang ku~ babayyyy

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 16 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

JENOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang