Waktu berjalan begitu cepat tak terasa kandungan Salma sudah menginjak sembilan bulan dimana bulan ini menjadi bulan nya bertemu dengan sang anak Rony pun sudah mengambil cuti untuk menjaga sang istri
Saat ini Mereka sedang menonton di ruang tv dengan Salma yang bersandar pada dada bidang Rony dan Rony yang mengusap perut Salma yang sudah sangat besar
"Mas Caca mau ngomong tapi mas jangan panik yah"ucap Salma
"Iya sayang kenapa"ucap Rony yang menegakkan badan nya
"Mas dari tadi sebenernya perut Caca kram kayanya ini nama nya kontraksi deh"ucap Salma
"Kamu mau lahiran sayang"tanya Rony
"Iya mas"ucap Salma yang kini sudah Mulai bercucuran keringat
"Aduh sayang mas haruss apaa ini mas gimanaa"tanya Rony panik
"Hei mas jangan panik sekarang kamu ambil koper yang udah kita siapin kemarin terus bawa ke mobil abis itu kamu balik ke sini tolong aku ke mobil"perintah Salma Rony pun segera melakukan apa yang di perintahkan oleh istrinya
"sayang ayo mas gendong yah”ucap rony yang bersiap menggendong salma
“ngak usah mas aku jalan aja yah biar lahiran nya lancar”ucap salma rony pun menurut ia hanya membantu membopong istrinya ke mobil
Dimobil keringat salma sudah mulai bercucuran karena menahan rasa sakit salma pun tak hentinya berdoa untuk nya dan juga calon anak nya rony pun sesekali mengusap kening sang istri karena melihat salma menahan rasa sakit
Tak berselang lama mereka sudah sampai ke rumah sakit rony pun segera menggabari keluarganya dan keluarga sang istri
Saat ini salma sedang berada di ruang bersalin ditemani oleh rony disamping nya
“dok ini gimana kok istri saya belum di tanganin sih dia udah kesakitan loh”ucap rony dengan nada sedikit emosi
“sabar yah pak pembukaan ibu salma belum cukup jadi kita belum bisa melakukan proses persalinan”jelas dokter
“yaudah dok pembukaannya segitu aja biar istri saya ngak lama sakit nya”ucap rony enteng
Sebenarnya dokter ingin tertawa dengan kata kata rony tapi ia tahan karena keadaan yang tidak memungkin kan
“sabar yah pak supaya ibu salma lebih cepat pembukaan nya bisa dibantu untuk bergerak pak agar pembukkan nya cepat mencapai”jelas dokter
Rony pun mendatangi branakar sang istri
“sayang bisa bangun ngak kata dokter kamu harus banyak gerak biar adek gampang keluarnya”ucap rony sambil mengusap peluk di kening istrinya
“bisa mas kuat kok”ucap salma walau dengan suara yang lemah karena menahan sakit
Salma pun di bantu rony untuk bangun dari brankar nya setelah itu ia membantu salma untuk turun dari brankar rony menggalungkan tangan salma di lehernya dan mulai berjalan kekiri dan ke samping kanan dan rony sesekali memijat pinggang istrinya setelah beberapa menit salma meminta berhenti karena ia sudah mulai lelah dan sakit di perut nya pun makin menjadi
Rony pun membaringkan sang istri di brankar kembali setelah itu ia memanggil dokternya dan tak lama dokter pun datang ia pun memeriksa pembukaan salma dan ternyaya pembukaan sudah sempurna
“suster siapkan semua nya pembukaan sempurna”ujar nya
“pak rony mohon di damping istrinya beri semangat pak”ucap dokter
Rony pun langsung memegang tangan istrinya
“sayang dengarin mas yah kamu boleh cakar mas boleh gigit mas kamu lampiasin rasa sakit kamu ke mas yah sayang”ucap rony
“ibu salma dengar saya yah tarik nafas ibu dalam dalam dan saat hitunga ketiga ibu buang nafas ibu melalui mulut yah”ucap dokter
“tarik nafas 1………2………keluarkan ibu”
KAMU SEDANG MEMBACA
ALINZA SALMA
RomanceRony Narendra Parulian seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di Jakarta sifat nya yang cuek membuat nya susah menjalin hubungan dengan wanita hingga suatu hari ia bertemu dengan alinza Salma hartanto seorang wanita cantik yang ingin mencari...
