0098

57 9 7
                                        

✺÷✺

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

✺÷✺

nuansanya putih, iliyas kayak ada disebuah ruangan yang serba putih. tapi itu terlalu luas untuk disebut ruangan karena luasnya seperti dia ada di gurun padang pasir.

cuma itu bukan pasir, itu kayak lantai, dan bahkan langitpun memutih. terus enggak ada satupun bangunan atau terlihat ada disana. pokoknya tuh putih bersih enggak ada apa-apa.

"nana?"

iya, posisinya iliyas duduk dengan kaki terlipat ke belakang itu dibawah. dia liat ada nenek, kakek, mama dan papanya juga di sekitar iliyas. mereka ngelilingin iliyas dan natep iliyas dengan sayang.

iliyas langsung nangis, dia langsung meluk neneknya "iyas kangen nana~" kenapa selalu neneknya yang disebut pertama kali? mungkin karena iliyas tumbuh besar dengan neneknya.

dari umur tiga tahun itu dia masih kecil banget, ya masih bayi lah. karena juga baru lepas asi.

kalo enggak dari foto, iliyas pasti lupa sama wajah mama papanya. tapi didalem tangis iliyas itu dia sebut semuanya. dia bilang kangen mama, kangen papa, kangen kakeknya, dan iliyas memohon, buat mereka enggak ninggalin dia.

"iyas takut~ iyas takut sendiri" katanya yang masih dalam tangis memeluk neneknya.

tapi tiba-tiba iliyas denger suara tangisan bayi. pelan-pelan itu kepala iliyas bergerak turun, dan iliyas jadi bingung.... sejak kapan bayi itu ada dalem gendongan tangan dia? itu juga pertanyaan iliyas.

bayi itu terus nangis, tapi iliyas masih bingung... dan dia juga makin bingung saat nenek, kakek, mama, dan papanya enggak ada lagi.

mata iliyas tentu berkeliling, "Maa?" nyari mereka "NANA!!!" tapi disana enggak ada siapa-siapa, cuma ada iliyas sendiri dengan bayi yang masih nangis itu di dalam pangkuan tangan iliyas.

"anih... aniya..." iliyas makin takut, dia takut... dan saat itu juga iliyas langsung bangkit, lari sambil terus manggilin mama papa, nenek dan kakeknya dengan bayi yang tetep ada ditangan iliyas.

"enggak, jangan. jangan tinggalin iyas ma, MAMA!!! hgx! heuhh! heuhh.." iliyas nelen ludah susuh payah, bahkan kerasa sakit karena saking keringnya kerongkongan.

pandangan dia kabur banget dengan nafas yang tersenggal-senggal, juga keringat yang bercucuran.

iliyas bisa denger ada seseorang di deket dia. tapi telinga dia enggak begitu jelas nagkepnya. dan enggak lama, ada dua orang laki-laki berjas putih menghampiri dia.

iliyas masih lemah, badan dia yang semula terduduk itu kembali ditidurin. Kelopak matanya pelan-pelan kembali terpejam, walau iliyas bersusah payah untuk ngebukanya dia tetep enggak mau terkbuka.

Entah berapa lama setelah itu mata iliyas kembali terbuka. "rumah sakit" iya, akhirnya iliyas tau kalo dia ada di salah satu ruangan rumah sakit.

"aagghhhkk..." dia merintih sambil megang perut.

ASTER [ChanJiLix] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang