selamat baca ya met
Di lain sisi, Sunoo sedang terapi dengan psikilog kedua orangtuanya mengawasi dari luar, dengan hati yang amat sakit mereka melihat Sunoo masih bisa tersenyum manis.
"Jangan terlalu khawatir, lihat putra manis kita masih bisa tersenyum." ucap Jun menenangkan Minghao tampak sesekali meneteskan air mata
"Aku hanya takut kejadian itu terulang lagi, kita pindahkan dia sekolah lagi ya gege."
"Nanti kita bicarakan dengan anak-anak dulu, kalau mereka masih ingin sekolah disana bagaimana?"
"Tapi, itu terlalu bahaya takutnya para orang gila itu masih mengincar anak ku."
Jungwon mendengar percakapan orang tuanya tidak setuju, dia sudah lelah pindah dari satu tempat ke tempat lain nya. Dia bukan anak kucing, sungguh tidak nyaman jika keadaan selalu seperti ini, biarkan Sunoo homeschooling saja.
"Aku tidak ingin pindah lagi, bubu aku setuju jika unoo harus homeschooling." ucap Jungwon pada orang tuanya
Minghao mengusap pipi lembut Jungwon, dia mengerti jika putra tertuanya ini pasti sudah tidak nyaman harus pindah sekolah terus menerus, tapi ini demi kebaikan mereka berdua jujur saja dia memang egois.
"Sayang, anak bubu yang manis bagaikan buah peach. Dengar, bubu ingin kalian pindah karena tidak ingin kau juga kenapa-kenapa."
"Tidak bubu! uwon bisa jaga diri, dan bisa menjaga unoo, saat itu hanya kelepasan pengawasan maaf kan aku."
"Papa, nurut saja dengan anak-anak lagipula jika itu yang terbaik ya di kita teruskan, satu lagu jika terulang lagi maka mau tidak mau harus pindah oke?"
"Oke papa, apa terapi nya sudah? lama sekali."
"Belum, sepertinya bibi Li Mei masih masih ada satu terapi lagi."
"Hah? kalian memanggil bibi Li Mei langsung dari China?"
"Iya, karena bubu mu tidak percaya dengan psikolog atau psikiater dari negara ini."
"Padahal sama saja, atau memang bubu ingin menghamburkan uang huh kebiasaan."
Jungwon tidak mengerti, dengan jalan pikiran bubu nya haruskan memanggil psikolog dari China? lebih baik dia makan, sangat lapar semoga saja bubu sudah masak.
Sampai di dapur bubu tidak masak, dia sangat lapar ingin keluar tapi belum paham sekitar, jika tidak makan pingsan sangat membosankan jika harus makan mie instan uh.
"Ramyeon lagi? ohh membosankan, aku pesan saja apa ya? daripada pesan lebih baik aku mengajak seseorang keluar, tapi siapa? emm..."
Jungwon berpikir cukup lama, lalu handphone nya berdering seperti nya ada yang menelpon, ini nomor tidak di kenal.
"Angkat atau tidak ya? hmm, angkat saja lah siapa tau penting."
Jungwon, mengangkat telpon tersebut berapa terkejutnya dia mendengar suara orang di seberang sana, suara Jay.
"H-halo, siapa ini?"
"Halo Jungwon, maaf aku mengganggu waktu mu."
"Tidak! ada apa? kau dapat nomor ku dari siapa?"
"Aku mendapatkan nomor mu, dari Hyunsuk karena saat itu aku ingin menanyakan soal Sunoo."
"Oh, lalu tujuan mu menelpon ku?"
"Sebenarnya, aku ingin mengajakmu pergi keluar, apakah bisa?"
"Tiba-tiba sekali, pasti tidak boleh oleh papa dan bubu, apalagi mereka sudah benci dengan keluarga kalian."
KAMU SEDANG MEMBACA
sequel Lee Fams!!! S2
Fiction généraleini merupakan kelanjutan cerita dari Baby Sister or Wife? dengan judul yang berbeda, dimana anak-anak dari pasangan Seoksoo telah tumbuh menjadi remaja yang tampan dan manis. Jay dan Sunghoon memiliki sifat yang berbeda tetapi di mata Joshua mereka...
