15

404 35 1
                                        

hai met!

Kembali nya, Jungwon dari restoran dia bergegas masuk kamar takut di tanyain oleh sang bubu. Bukan apa, dia tidak pintar merangkai kata untuk berbohong dia bukan tipe pembohong bisa di kata anak baik.

"Sekali ini berbohong tidak apa kan?" gumam Jungwon

Jungwon duduk di kasur nya, sambil merenung apa yang akan terjadi esok hari? jika di pikir, sepertinya hari-hari terlihat sama saja. Daripada, memikirkan hal yang tidak penting lebih baik mandi lalu bertemu Sunoo.

Setelah mandi, Jungwon pergi untuk melihat Sunoo di kamar sebelah, kamar nya terlihat luar biasa lampu warna-warni, dan ada gambar pemandangan luar angkasa. Tidak heran sebenarnya karena, Sunoo menyukai nya berbeda dengan Jungwon yang menyukai pantai atau lautan.

"Noo? apa sudah tidur?" tanya pelan Jungwon

Sunoo, yang mendengar suara Jungwon menoleh dari arah jendela, niat nya ingin mengejutkan Jungwon tapi dia tahu bahwa sang kakak penakut.

"Uwon kesini"

Jungwon mendekat ke arah Sunoo, melihat pemandangan di luar yang menurutnya biasa saja hanya ada pohon, mobil, dan rumah orang.

"Tadi siang dari mana?" tanya Sunoo

"Aku dari restoran, bersama Yuna dan Ryujin, nanti kalau kau sudah boleh keluar kita kesana mau?" jawab Jungwon

"Aku mau, tapi apa kita di perbolehkan oleh papa dan bubu?"

"Pasti boleh, bagaimana tadi terapi nya? apa kata bibi Li Mei?"

"Seperti biasa, hanya di suruh minum obat lalu tenangkan diri."

"Sunoo, maaf karena aku mau harus minum obat pahit sebanyak itu lagi." ucap Jungwon sambil menunjuk ke arah meja

"Kenapa minta maaf? ayo lah kan itu sudah biasa."

"Tapi tetap saja, sebagai permintaan maaf lu nanti aku belikan boneka mau?"

"Iya, aku mau boneka yang sedang trend sekarang."

"Okey, tapi janji sembuh ya, besok sudah bisa sekolah kan? atau mau kerumah sakit dulu?"

"Tidak tahu, aku ingin nya langsung sekolah."

"Tolong jangan bunuh diri ya unoo, aku tidak ingin sendirian di dunia ini."

Jungwon memeluk Sunoo, dia sudah menangis rasa sakit dalam dada nya tidak bisa bohong, takut kehilangan adik begitu besar.

"Aku pasti sembuh, untuk apa papa dan bubu banyak uang jika anak nya tidak bisa sembuh maksimal."

"Kau memang adik ku yang kuat."

"Kau kakak ku yang hebat hehehe."

Dari luar, Hao mendengar semua nya dia mencoba untuk tegar selama ini karena sebenarnya Sunoo bukan sakit mental, tapi Leukimia (kanker darah) penyakit ini terdeteksi saat usia Sunoo menginjak 9 tahun. Untungnya dengan sigap, Jun dan Hao memberikan perawatan untuk melawan penyakit tersebut. Di saat puncak nya, Sunoo pernah kehilangan rambut syukur nya rambut nya kembali lagi.

"Aku tidak boleh lemah, aku harus kuat demi kedua putra ku, aku harus kuat." ucap Hao pelan agar kedua putranya tidak dengar

Jun mengejutkan Hao dari belakang, Hao hampir memukul nya dengan keras jika orang itu bukan suami nya.

"Kau menangis lagi?"

"Tidak, aku hanya terharu, kau sudah hubungin dokter spesialis kanker kan? aku berharap dia cocok dengan Sunoo."

"Kau berdoa saja, aku rela uang habis jika kesehatan putra ku kembali."

"Benar sekali, biarkan aku hidup miskin bersama kalian asalkan kedua putra ku hidup dengan sehat."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

sequel Lee Fams!!! S2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang