29

227 11 0
                                        

~
~
~
~
~

Happy reading <3

"Ra bangun ra bangun!" teriak mira

"Ra jangan gini ra"

"Dok pasien dalam keadaan lemah" ucap seorang suster

Dengan segera mereka membawa ara ke ruangan darurat.























"Tadi pasien sempat drop kerana penyakit nya kambuh, ia terlalu berfikir sampaikan dirinya menjadi lemah"

"Penyakit apa dok?" tanya mira

"Sakit jiwa." ucap dokter itu



















Lulyvia Zahra... gadis dengan penuh dendam & luka sekaligus dalam hidupnya. Kini... melawan penyakit mentalnya.

 melawan penyakit mentalnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



























Ternyata... semuanya hanyalah hayalannya. Semuanya hanya halusinasi ara.

Balas dendam itu ternyata tidak pernah terjadi dalam hidupnya. Mereka... diluaran sana tertawa bahagia tanpa beban dan juga tanpa memikirkan penderitaan ara di rumah sakit jiwa...

Setiap harinya... ara selalu menangis seraya membayangkan adik-adiknya tertawa bahagia di sebelahnya. Chika, christy dan freya, nyatanya chika dan christy tidak pernah sekali pun menanggap ara sebagai kakak mereka. Mereka menanggap ara sebagai pembunuh, pembunuh adik mereka.

Nyatanya penderitaan selalu ada pada dalam dirinya. Membayangkan mereka juga mendapatkan penderitaan. Namun ternyata, mereka tertawa bahagia satu sama lain. Dan itu yang paling ara benci.

Ia menjerit, menyakiti diri sendiri, menangis, tertawa, marah, selalu terjadi setiap hari pada dirinya.

Untungnya mira sentiasa punya masa untuknya walau tidak setiap saat.

Khabarnya terdengar oleh adik-adiknya, timbul perasaan bersalah pada diri mereka.

Pada hari itu mereka fikir akan meminta maaf kepada ara dan akan sentiasa menemaninya sehingga sembuh ternyata...

Aku ingin kembali pada mu tuhan...
namun, mereka juga harus ikut.





















"Pasien tidak responsif, denyut nadi tidak teraba!"

Mira dan adek-adeknya ditahan di luar ruang darurat. Mereka hanya bisa berdiri terpaku, menatap lampu merah di atas pintu yang menyala, pertanda prosedur kritis sedang berlangsung

Dokter segara berteriak, "Cepat! Ambil AED!"
Seorang perawat datang sambil membawa kotak putih. Dalam hitungan detik, alat itu ditempelkan di dada ara.
"Shock dalam tiga... dua... satu..."
Tubuh ara terangkat sedikit akibat kejutan listrik. Tapi garis di monitor masih datar. Satu kali kejutan . Dua. Tiga. Hening.

"CPR sekarang!" Perintah dokter
Seorang perawat melakukan tekanan dada.
Satu... dua... tiga... puluh kali.
Dokter menunggu, menatap monitor, menahan nafas bersama semoa orang di ruangan.

"Adrealin, 1mg!"

*Adrealin (juga dikenali sebagai epinefrin)
adalah hormon dan obat darurat yang digunakan untuk meningkatkan detak jantung, meningkatkan aliran darah ke otak dan organ penting. Dalam kasus berhenti, dapat memicu jantung berdetak lagi, mengaktifkan sistem peredaran darah dan lain-lain. (Maaf kalau salah saya cuma nanya bapak gpt🙏🏻😭)

Jarum suntik masuk ke pembuluh darah. Mereka mencoba segalanya.
Detik berjalan seperti jam. Harapan menipis.

Setelah lima belas menit usaha tanpa henti,
dokter menghela nafas dan menatap jam di tangannya.
"Time of death... pukul 21.42."

Semua gerakan berhenti. Suara mesin dimatikan. Hanya ada keheningan.

Pintu ruangan terbuka perlahan. Dokter keluar, menunduk.
"Maaf... kami sudah berusaha semaksimal mungkin."

Chika manatapnya kosong, christy menangis sejadi-jadinya di pelukan mira. Dunia terasa berhenti. Air matanya mengalir tanpa suara, tubuhnya melemas, jatuh berlutut.

"Kak... maafin chika kak, maafin chika.." bisiknya lirih
"Kata kakak mau di sayang sama chika, ayo kak bangun..."

Di balik pintu ruang darurat, tubuh ara terbukur kaku senyap, namun tetap terlihat damai.




•••













Flashback~

"Mir kapan ya gw bisa sembuh" tanya ara yang sudah muak duduk di rumah sakit jiwa

"Yaa mana gw tau" balas mira

"Iya juga ya hahah" ucapnya

"Mir kalau nanti gw ga ada, jaga chika sama christy baik-baik yaa. Bikin mereka bahagia, gw sayanggg banget sama mereka" tulus ia ucap kan dari lubuh hatinya yang paling dalam

"Kok ngomong gitu raa, lu kan belum sembuh. Udah ahh ayoo gw temanin sampai lu sembuh, nanti bisa jalan bareng adek-adek" balas mira

"Mir kalau gw ga sempat balas dendam, lu bisa bantu kan?" tanya ara

"Pasti bisa, tapi haru sada lu lahh, kan yang kuat elu raa" balas mira sembari mengacak lembut rambut ara





Flashback off~





















































Akankah mira membalas mereka untuk ara?













































End.





















•••





GAISS HEHEH SUDAH TAMATTT MAAF KALAU PART INI TERLALU SEDIKIT🙏🏻😭
TERIMA KASIH BUAT YANG UDAH BACA DARI AWAL SEMOGA CERITANYA SERU YAA.

The Past (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang