Di malam tahun baru imlek, Stasiun TV kota menyewa sebuah auditorium besar untuk gala.
Setelah bersiap, Lisa datang ke belakang panggung setengah jam lebih cepat. Orang-orang yang mengenakan baju berwarna-warni tampak sibuk berlalu lalang, tapi sedihnya, tidak satu pun orang di sana yang bisa mengalahkan rok berpayetnya.
Lisa bukanlah seorang bintang, jadi secara natural ia tidak mendapatkan ruangan sendiri untuk menunggu. Akhirnya ia menemukan sebuah pojok kecil yang kosong dan duduk di sana untuk bermain dengan ponselnya.
Lupa kalau ponsel di jaman ini memiliki fitur yang terbatas.
"Lili ...." Kim Jisoo sudah mencari-cari Lisa selama berjam-jam sebelum ia menemukannya duduk di pojokan.
"Jisoo? Kok bisa ke sini?" Lisa mengirimkan Jisoo dan Rose tiket untuk gala, tapi Rose tidak bisa datang karena kehamilannya yang sudah semakin besar. Membuatnya sulit untuk datang ke tempat yang padat seperti ini. Jadi akhirnya Jisoo datang sendiri.
"Aku punya kenalan yang memperbolehkanku masuk." Jisoo tersenyum dan menunjuk ke belakangnya.
Lisa memiringkan kepalanya dan melihat Hanbin, teman universitas Jaewon. Karena Lisa sudah lama tidak melihat Hanbin, sekitar sepuluh tahun, ia tidak terlalu mengingatnya. Setelah ia regres, ia bertemu dengannya beberapa kali tapi ia bahkan tidak mengingat namanya. Namun setelah gladi bersih kemarin, ia akhirnya sedikit familiar dengannya.
"Kamu tidak akan ada jadwal sampai pukul 9.30 nanti." Sebagai pembawa acara gala, Hanbin tentu tahu jadwal manggungnya, jadi ia memberi saran. "Jadwal manggungmu masih dua jam lagi, kenapa tidak ke ruang tunggu kami saja, di sana orangnya lebih sedikit."
"Memangnya tidak merepotkanmu?" tanya Lisa ragu.
"Tidak sama sekali. Kita kan teman sekampus. Dan kamu juga sudah bertemu dengan Sandara." Hanbin tersenyum.
"Kita harus pergi. Lihat betapa sibuknya mereka, kamu hanya akan menghalangi mereka," kata Jisoo menyarankan.
Jadi Lisa dan Jisoo mengikuti Hanbin ke ruang tunggu yang diperuntukkan untuk pembawa acara. Sandara Park sedang membaca kartu teleprompter-nya ketika ia melihat orang masuk. Ia tersenyum dan menyapa mereka; jelas sekali Hanbin sudah meminta ijinnya sebelumnya.
Lisa berterima kasih pada Hanbin lalu duuk bersama Jisoo.
Tidak lama kemudian seorang anggota staf datang dan mengatakan pada Sandara dan Hanbin kalau direktur sedang mencari mereka, jadi mereka meninggalkan ruang tunggu.
Begitu hanya tinggal Lisa dan Jisoo di ruang tunggu, suasana ruang tunggu menjadi lebih berisik.
"Roknya terlihat bagus. Tidak semencolok seperti saat kamu deskripsikannya padaku. "Jisoo menatap rok yang dikenakan oleh Lisa.
"Tapi tidakkah ini terlihat terlalu berlebihan untuk seorang peserta tanpa nama di tengah-tengah Gala yang dihadiri oleh bintang-bintang besar?" Lisa menunjuk pada dirinya sendiri.
"Oh benar juga. Pakaianmu lebih menarik perhatian dibanding apa yang dikenakan oleh Sandara Park." Jisoo tersenyum. "Tapi kamu akan terlihat luar biasa di atas panggung, dengan semua lampu-lampu sorot itu, efek yang ditimbulkan akan lebih memukau!"
"Kamu tidak perlu mencari tempat dudukmu dulu?" tanya Lisa, mengingat kalau penonton harus masuk ke dalam auditorium lebih awal.
"Aku akan baik-baik saja. Aku datang ke sini kan hanya untuk mendukungmu." Jisoo lalu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kamera kecil, memperlihatkannya pada Lisa seakan kamera itu adalah sebuah harta karun. "Aku akan mengambil banyak foto nanti."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rebirth To Ten Years Before
RomanceSerial adaptasi By author Grumpy Cat Tentang Lisa yang regresi ke sepuluh tahun sebelumnya, tepat sesudah ia dicampakkan oleh mantan kekasihnya di depan kantor catatan sipil. Bertemu dengan Eunwoo yang juga baru saja dicampakkan di tempat yang sama...
