Sejak malam itu, mereka jadi miliki jadwal untuk bertemu setiap malamnya.
Dan mereka mulai berbicara mengenai topik apa saja.
Sakura akan datang lebih dulu untuk melakukan olahraganya dan saat asuka datang dan melihat sakura masih berolahraga dia akan membaca buku yang dibawanya sambil menunggu sakura selesai berolahraga.
Yang awalnya sakura akan berdiri dibelakang asuka, sekarang dia akan duduk seperti asuka dengan jarak yang cukup aman.
Obrolan mereka terkadang random membahas buku yang dibaca asuka, atau kejadian yang terjadi saat mereka keluar dari kediaman untuk menemani asuka bekerja atau gosip-gosip yang didengar mereka dari para pelayan.
Sakura yang akan selalu mencari topik pembicaraan, karena dia ingin mendengar suara indah sang nona. Nada bicara asuka yang lembut, tertata dan halus membuat sakura senang mendengarnya saat berbicara.
Nada ini tidak pernah digunakan asuka saat bekerja, karena dia harus terlihat tegas saat memimpin perusahaan.
Nada bicara ini biasa digunakan saat asuka berbicara dengan mika atau dengan kakeknya dan beberapa orang terdekat nya, jadi sakura merasa beruntung bisa mendengar nada suara ini.
Malam malam yang mereka habiskan menumbuhkan perasaan yang berbeda, sakura yang merasa suara asuka adalah suara penenag yang paling mujarab, sedangkan bagi asuka aroma dan tatapan mata sakura adalah tempat teraman di dunia.
Dari yang berjarak hingga tanpa jarak posisi duduk mereka membutuhkan waktu yang cukup lama, butuh bermalam malam bertemu untuk mereka bisa saling terbuka walau tidak sepenuhnya terbuka.
Malam ini sakura membawa wine merah untuk merayakan keberhasilan asuka untuk memenangkan tender penting yang akan dapat menjamin keamanan perusahaan bertahun-tahun kedepan.
Mereka menikamti minuman mereka dan suasana langit malam yang penuh bintang. Setiap kata saling terlontar dari mulut mereka untuk mengisi sunyinya malam ini.
Asuka tau apa yang sakura rasakan, dari tatapan matanya jelas terlihat jika sakura memujanya. Asuka sendiri mengakui dia menyukai kehadiran sakura yang menjadi tempat teraman dan tengan baginya. Akan tetapi asuka takut untuk melangkah lebih jauh karena posisinya sudah bertunangan dan seorang pemipin perusahaan besar akan terancam.
Dia hanya berharap bisa menikmati moment seperti ini seterusnya.
Sedangkan sakura mengingikan lebih dari hanya duduk berdekatan dan berbicara. Mungkin dengan pengharuh minuman memberanikan sakura mengambil langkah yang tak mungkin dilakukannya jika pikirannya sedang fokus.
Merasa intensitas tatapan sakura, asuka pun menoleh menatap sakura dan mereka hanyut dalam tatapan masing-masing.
Sakura dengan dorongan pengaruh minuman, memberanikan diri memajukan wajahnya hingga nafas mereka saling beradu, saat asuka menutup matanya sakura pun memberanikan diri mencium bibir sang nona, berminggu-minggu membayakan bagaimana rasanya mencium bibir asuka akhirnya terjawabkan.
Asuka membalas ciuman sakura dan hal ini membuat sakura semakin berani memperdalam ciuman mereka, pengaruh minuman dan suasana yang mendukung membuat sakura kehilangan akal dan menarik asuka untuk duduk dipangkuannya.
Asuka semakin memperdalam ciuman mereka dan melinnggkarkan lengan nya dileher sakura, dan saat mereka membutuhkan oksigen dengan melepaskan ciuman akan tetapi sakura tidak mau kesempatannya terbuang sia sia memilih untuk mengecup leher sang nona membuat asuka mengelurkan deshan seksi.
Mereka mun kembali saling berciuman dan terus memperdalam ciuman mereka hingga mereka merasa terpuaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
love secret
Fanfictionmiyawaki sakura gadis yang telah banyak mengalami kejadian yang mengerikan mencoba bangkit dengan mencoba membuka lembaran hidup baru di kota yang jauh dari tempatnya berasal. akan tetapi trauma yang dialaminya membuatnya mengalami kesulitan untuk h...
