Asuka berjalan menjelajah melihat-lihat keramaian ditaman kediamannya yang diisi oleh tawa dan senyum bahagia masayrakat sekitar.
Sepertinya hari ini hidupnya tidak terlalu datar karna melihat kebahagian orang-orang juga membawa kebahagian kecil untuknya.
Tidak ada rasa bahagia yang berpebihan yang dirasakannya walau pun hari ini dia baru saja bertunggan dengan lelaki yang dikatakan sempurna oleh beberapa pelayan dan wanita-wanita seumurannya yang hadir di acara pertunangannya.
Wajar saja asuka merasakan hal itu, mereka tidak saling mengenal dan asuka juga tidak telalu suka berselancar di dunia maya.
Dia lebih suka mengahabiskan waktunya di perpustakan membaca buku jika dia sedang tidak ada pekerjaan dari pada haru berselancar di sosial media.
Asukan pun menikmati angin malam sambil memperhatikan langit yang penuh bintang, bahkan dihari pertungannya sepertinya langit pun ikut bahagia, sedangkan asuka sendiri tidak merasakan apapun.
Sakura yang fokus memperhatikan sekitar juga memperharikan asuka yang berjalan meninggalkan aula pesta berjalan ke arah balkon kecil mengarah ke taman dimana banyak masyarakat yang sedang menikmati pesta.
Sakura memperhatikan jika pengawalnya dan maidnya tidak berada didekatnya yang bearti mereka bepikir asuka sedang berada diteman aman jadi tidak perlu ditemani maupun dikawal.
Tapi bagi sakura seorang mantan tentara elite, tetap saja ini tempat berbahaya, jadi dia memutuskan untuk mendekat tapi tidak terlalu menganggu asuka.
Sakura menikmati menatap sang nona yang malam ini memang terlihat indah dan tanpa disadari kakinya berjalan semakin mendekati asuka.
Asuka yang memiliki penciuman yang sedikit senstif mengenali harum sakura, walau waktu sudah lama berlalu dia masih bisa mengenali harum orang yang menolongnya tempo hari.
Asuka bersuara dan mengucapkan terima kasih atas pertolongan sakura, walau hal ini sudah berlalu terlalu lama.
Sakura yang mendengar asuka berbicara terkejut dan refleks menghentikan langkahnya, apalagi saat asuka beterima kasih karena sudah menyelamatkannya tempo hari diperpustakaan.
Sakura cukup terkejut asuka mengenali dirinya yang menolongnya saat itu jadi sakura hanya bisa terdiam kaku.
Asuka yang tak mendengar respon apapun akhirnya menoleh kearah sakura dan tatapan mereka bertemu untuk pertama kalinya.
Asuka terhayut dalam tatapan itu, dia menikmati pantulan refleksinya dimata sakura yang berwarna biru langit yang merupakan warna favoritnya.
Sakura sendiri terpesona dengan keindahan sang nona yang terlihat dari jarak yang sangat dekat.
Angin dingin yang berhembus menyadarkan asuka dari keterpesonaannya pada warna mata sakura karena angin dingin itu menerpa kulit putih nya langsung karna dia hanya mengenakan gaun.
Sakura yang melihat itu langsung mengarakah nonanya untuk masuk kedalam.
Asuka pun kembali masuk kedalam tapi tidak kembali ke aula pesta melainnkan berjalan ke arah lain.
Sedangkan sakura hanya mengikuti langka sang nona dengan jarak yang cukup aman.
KAMU SEDANG MEMBACA
love secret
Fanfictionmiyawaki sakura gadis yang telah banyak mengalami kejadian yang mengerikan mencoba bangkit dengan mencoba membuka lembaran hidup baru di kota yang jauh dari tempatnya berasal. akan tetapi trauma yang dialaminya membuatnya mengalami kesulitan untuk h...
