Waktu terus berlalu, sudah hampir dua tahun sakura bekerja di keluarga saito. Sakura cukup menikmati hidup barunya ini, semakin banyak mendapatkan kenalan baik sesama pekerja di kediaman saito atau pun denga masyarakat sekitar yang tinggal di dekat kediaman keluarga saito.
Dengan kinerja yang cukup baik yang dilihatkan sakura, sakura dan mako pon dipercaya untuk menjadi pengawal asuka, walau pun bukan pengawal inti tapi tetap saja membuat mako senang karena otomatis gaji yang diterimanya juga bertambah.
Akan tetapi dengan bertambahnya gaji tentu saja beban kerjanya semakin bertambah dikarenakan asuka yang semakin sibuk sejak dia mengambil alih kekuasan grub saito.
Semakin banyak hal yang diurusnya dan semakin sering dia harus meninggalkan kediaman.
Sakura tidak masalah dengan bertambahnya beban kerjanya, karena ini tidak sebanding dengan beratnya pekerjaannya dulu.
Sakura cukup senang karena dia bisa sering melihat dunia luar karena sang nona yang sering meninggalkan kediaman. Dari pada dulu dia hanya bisa diam didalam kediaman tanpa bisa menikmati dunia luar, karena protokol keamanan yang cukup ketat dikediaman saito.
Selain itu sakura jadi semakin sering bertemu asuka dan memperharikannya dan semakin mengetahui kebiasaan dan sifat dari nonanya itu.
Walau mereka tidak pernah berinteraksi selain hanya sering saling bertemu tatap, dikarenakan sakura sadar diri jika asuka adalah bosnya dan dia hanya penggawal.
Sedangkan asuka yang memang pendiam dan tidak tau sulit bersosialisai tentu saja tidak akan memulai pembicaran.
Tapi belakangan ini mereka sering bertemu walau tidak bicara, dimana setiap malam sakura akan melakukan olah raga ringgan di sekitar taman dan akan ada sosok asuka yang sedang asik membaca.
Akan tetapi mereka tidak pernah berbicara hanya sakura yang berusaha menghormati kehadiran bos nya.
Dan mereka akan saling mencari jika salah satu diantaranya tidak mucul diwaktu biasanya akan tetapu tidak berani bertanyaan kenapa datang terlambat.
Seperti malam ini dimana asuka datang cukup terlambat, sehingga sakura sudah selesai melakukan olahraganya akan tetapi masih bersantai sedikit karna menunggu kedatangan asuka.
Berbeda dengan malam biasanya, hari ini asuka terlihat banyak melamun dengan wajah sedih. Buku yang ada ditanggannya sama sekali tidak dibaca.
Sakurapun tetap diam mengamati asuka dari jarak yang cukup tanpa melanggar privasi masing-masing
Setelah dirasa cukup, sakura berajak dari duduknya di tanah dan bersiap kembali ke kamarnya, baru beberapa langkah sakura pun mendengar isak tangis.
Langkah sakura terhenti dan menoleh kembali untuk melihat ternyata sang nona yang sedang menangis.
Bingung apa yang harus dilakukan, dan sakura memilih pergi meninggalkan asuka untuk memberinya privasi, tapi sebelum pergi sakura memutuskan untuk menatap asuka untuk yang terakhir kalinya.
Akan tetapi saat tatap mereka bertemu, asuka menatapnya dalam seolah memintanya untuk tinggal dan menemaninya.
Melihat itu sakura bigung apa yang harus dilakukannya.
Tidak tega mendengar tangisan pilu sang nona, sakura memutuskan untuk menghampiri asuka dan hanya beridir dibelakang asuka, dimana biasanya posisi ini diisi oleh kentaro.
KAMU SEDANG MEMBACA
love secret
Fiksi Penggemarmiyawaki sakura gadis yang telah banyak mengalami kejadian yang mengerikan mencoba bangkit dengan mencoba membuka lembaran hidup baru di kota yang jauh dari tempatnya berasal. akan tetapi trauma yang dialaminya membuatnya mengalami kesulitan untuk h...
