Seokjin merupakan salah satu korban perdagangan manusia yang berhasil kabur dan hidup dengan bersembunyi dari waktu ke waktu. Sudah hampir 2 tahun ia hidup dengan perasaan tidak aman semacam ini.
Tapi syukurnya Jin masih bisa bekerja, meski pekerjaan hina apapun itu, ia terpaksa, bukan maunya. Ia ingin pulang dan menemui ibunya, berkata bahwa ia baik-baik saja, tapi tidak bisa.
Beberapa hari terakhir Jin bekerja di bar gay, tak mengapa, ia laki-laki. Jin berkerja dari jam 4 sore sampai tengah malam. Ia bisa mengganti tidurnya di siang hari, bekerja malam hari memang lebih aman bagi warga ilegal sepertinya.
Jin bukanlah orang yang sangat rupawan, tapi aura submissive yang ia keluarkan cukup menarik banyak pasang mata. Apalagi ia bukan orang Korea asli membuat rupanya mencolok.
Malam ini ada orang iseng yang mengganggunya saat bekerja. Dua orang laki-laki dengan tampang preman murahan, satu terlihat bodoh dengan badan kurus dan satunya mungkin bosnya yang berambut merah gelap. Tapi di dekat meja mereka ada pria besar dengan kulit tan yang terlihat lebih berderajat dari dua orang tersebut. Jin pikir mereka komplotan.
Si pria berambut merah meremas pinggul hingga menjalar ke pantat Jin saat ia menyajikan minum. Mencoba meraih bahunya juga.
+++
Jin berlari dengan seluruh kekuatannya menjauhi bar dengan kedua pria tadi yang mengejarnya. Sejenak ia sempat menoleh ke belakang dan hanya melihat pria berambut merah yang jauh di belakangnya, tak ada pria kurus.
Tak peduli arah hingga ia mengambil jalan hutan yang jelas sangat gelap di malam hari. Berlari secepat mungkin menerobos pohon-pohon tinggi. Jauh, sangat jauh ia berlari menerobos semak dan akar semakin masuknya Jin ke tengah hutan. Nafasnya hampir habis tapi otaknya tak membiarkan berhenti.
Sudah tak terdengar keberadaan pria rambut merah mengejarnya, tapi itu tak lantas membuatnya berhenti, malah Jin semakin berlari saat mendengar langkah pelan. Entah kenapa ia merasa pria berbadan besar yang ia yakin tak ikut mengejarnya tadi tengah berjalan sambil tersenyum melihat dirinya di kegelapan malam.
Kepalanya pening, jantungnya berdegup kencang, dan kaki lelahnya tersandung akar pohon yang besar membuatnya berada di ambang batas kesadaran, tapi sebelum tubuhnya terjatuh dengan kecepatan kilat seseorang menangkapnya dari depan.
Secara otomatis tubuh Jin berada dalam gendongan koala pria besar itu. Membuat refleks tangannya berpegangan pada pakaian di punggungnya saat si pria menaikkan pahanya pada pinggangnya sendiri agar tidak jatuh melorot.
Entah kenapa Jin merasakan ketenangan saat detak jantung pria yang memeluknya bertemu detak jantungnya yang berdegup kencang. Rasanya nyaman sekali dekapan pria ini di pinggangnya. Tangannya mengusap pelan sisi pantat Jin yang ia pengan.
Rasanya lemah sekali tubuhnya, tapi ia masih bisa membuka matanya sayu, nafasnya seketika berhembus teratus di leher pria tersebut. Rasanya ia belum pernah merasa setenang ini setelah mendengar irama jantung di dada pria yng mendekapnya erat sekali, membawanya berjalan keluar hutan.
Usapan pada sisi pantatnya membuat Jin tertidur di bahu lebar nan kokoh, sesekali mendesau tak tanang. Tapi ia seolah dipaksa tertidur.
Ini juga gak lanjut, udah lupa alur, cuma mau ngosongin draft tadi aja🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Onescene Random Bangtan!
FanfictionBoyslove! Onescene! Dihentikan! Hanya mengabadikan ide random dalam bentuk tulisan pendek yang kelewat jelek, agar tidak hilang tertumpuk memori baru.
