Small Throat

117 5 5
                                        


Namjin!
Warning!













"Jin hyung! Tenggorokan Jin hyung kecil. Dia tidak bisa menelan beberapa obat sekaligus." Taehyung menjawab pertanyaan yang diajukan saat mereka melakukan interview. Jin hanya menanggapi dengan senyum malu, sedangkan Taehyung terlihat bangga sekali mengatakannya.

Taehyung menaik-turunkan alisnya dengan senyum polos kotak andalannya. Sedangkan member lain hanya menertawakan keduanya.

Sabar, Jin hyung harus sabar. Orang sabar terbukti tampan.

+++

"Gak mauu!"

"Tidak apa, ayolah."

"Ga—" Pergelangannya ditarik paksa untuk duduk di samping ranjang yang di depannya telah duduk Namjoon dengan membuka lebar paha sekalnya. Wajah Jin ada diantaranya dengan jarak sangat dekat.

"Lakukan apa yang kuminta, Jin!" Tatapan Namjoon menuntut dengan tangan bersedekap di depan dada.

"Tidak mau. Sakit, tidak muat." Wajahnya memelas minta dikasihani. Ia tidak mau kejadian seperti sebelumnya terulang lagi, tenggorokannya perih luar biasa. Suaranya serak karena tenggorokannya meradang. Bahkan sekedar menelan makanan saja rasanya sukar.

"Tidak, aku akan pelan," katanya seraya mengelus lembut surai hitam Jin.

Tapi tidak, Jin tidak akan akan termakan rayuan buaya. Pacarnya ini sangat agresif, ia tau itu. Namjoon pasti akan hilang kendali.

Tak mendapat respon lantas membuat Namjoon menarik dagu Jin dengan tangan kanannya dan tangan kiri menurunkan celana serta dalamannya untuk membebaskan miliknya yang sudah tegak.

"Buka!" Jin menggeleng keras, irisnya mulai berkaca. Ia tidak mau, tapi juga ketakutan akan intimidasi Namjoon.

Sial. Namjoon sangat horny saat ini.

Tapi Namjoon tidak tega juga menyakiti Jinseoknya. Lantas ia angkat pinggang Jin yang masih duduk diam dengan lengan kanannya untuk dibaringkan dengan sedikit keras pada tempat tidur. Mengukungnya diantara kedua lutut sambil memegangi kedua tangan Jin di atas kepala dengan satu tangannya.

Ia tau Jin bukan tipe orang yang banyak bergerak saat bercinta, tapi kali ini ia ingin leluasa tanpa hambatan sedikitpun. Ia terlalu horny dan sedikit marah, tapi melihat mata sang kekasih yang hanya terpejam erat menghilangkan segala angkara yang ada.

Lantas satu tangannya yang lain menarik turun celana piyama beserta dalamannya sekaligus. Satu paha ia buka sedikit sekedar menaruh lututnya dan paha lainnya ia angkat hingga tertekuk hampir menyentuh dada. Pegangan pasti di bawah lutut itu memulai kegiatan mereka yang bisa dipastikan tidak akan mudah bagi Jin.















Kumpulan Onescene Random Bangtan!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang