eps spesial woy

509 40 11
                                        

Di pagi hari yang indah. Tinggalah tujuh pemuda bersaudara yang tampan dan bergaya, siapa lagi mereka kalau bukan tujuh bersaudara beda muka, beda sifat.

Hari ini adalah hari minggu. Dimana para boel alias boboiboy elemental sedang beristirahat di mansion mereka, kecuali Halilintar yang biasa di panggil Hali atau Gledek, ya Hali berkuliah di sebuah universitas ternama karena beasiswanya.

Sekarang kita pindah dulu ke mansion boel yang di tinggali oleh 6 pemuda tampan.

-------------------------------------
____DI MANSION____
______________

"Hah... Capek banget tiap hari gini terus kayak gak ada yang spesial aja.."
Ucap seorang pemuda tampan yang berusia sekitar 17 tahun yang sedang memasak di dapur, Gempa. Ya itu namanya.

"Bang Gempa hari ini masak apa?"
Tiba-tiba datang pemuda tampan berkacamata berusia 16 tahun. Kalian tahu kan siapa pemuda itu? Benar sekali itu Solar, si narsis kita.

"Liat sendiri ini abang masak apa, makanya jangan pakek kacamata terus" Celutuk gempa pada adiknya itu. Solar yang mendengar itu hanya tertawa kecil sebelum mengintip apa yang di masak Gema dari belakang.

"Widih. Bang Gempa beneran masak ayam? Jarang-jarang loh bang Gempa masak enak" Komentar Solar jelas membuat Gempa sedikit kesal tapi apa dayanya dia hanya bisa diam sambil menahan dirinya untuk tidak menggigit ginjal sang adik.

"Jadi, bang Gempa gak boleh masak enak gitu?" Sahut Gempa yang langsung di balas gelengan oleh Solar.

"Enggak gitu, bang Gempa. Kan aku cuma tanya gitu" Gempa yang mendengar ucapan Solar hanya memutar bola matanya dengan malas. "bang Gempa baperan ih"

TAKK!!!

Terdengar suara merdu dari arah dapur. Apalagi jika suara itu berasal dari pukulan kasih sayang Gempa ke arah adiknya.

Solar sedang meringis kesakitan sambil memegangi pipinya yang merah dan bengkak itu karena di pukul oleh Gempa. Gempa sendiri hanya melihat Solar sekilas sebelum kembali memasak, jelas dia tidak merasa bersalah melainkan dia merasa puas dengan perbuatannya itu.

"Jahat banget.. Aku gak salah loh" Ucap Solar sambil mengimut-ngimut kan nada bicaranya dan ekspresi nya. Gempa yang melihat itu jelas langsung ingin muntah di tempat.

"Jangan membuatku memukulmu lagi, Solar" Gempa menekankan kata-kata nya untuk membuat Solar takut.

"Kok sekarang bang Gempa mirip sama si gledek sih"

PYARRRR!!!!!

Suara panci terlempar ke arah Solar. Beruntungnya Solar sempat menghindar jika tidak sudah tewas Solar di tangan Gempa.

"JAGA KATA-KATA MU, SOLAR LIGHT!" Tegas Gempa yang membuat Solar langsung berlari pergi meninggalkan Gempa yang mencoba sabar terhadap tingkah adiknya itu.

Sekarang Gempa kembali memasak, dia juga tak lupa mengambil panci kesayangannya yang dia lempar tadi. Jelas dia masih kesal dengan perkataan Solar yang asal bicara tanpa berpikir terlebih dahulu. Gempa berpikir untung saja Halilintar tidak di rumah, jika dia di rumah habis sudah Solar di tangan Halilintar.

------------------------
______SKIP JAM 17.30________
_________________________

Sekarang sudah pukul setengah enam sore. Halilintar baru saja pulang dari kuliahnya dan dia langsung di sambut hangat oleh Thorn, adik bungsunya yang berumur 15 tahun.

Halilintar jelas sangat senang dengan sambutan itu walaupun dia menutupi nya karena gengsi. Ya, Halilintar memang selalu seperti itu terhadap orang-orang bahkan orang terdekatnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 26 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

all x haliCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang