all x hali eps spesial 2

761 44 4
                                        

Anjay slebew langsung aja kita ke ceritanya

_____________

Di pagi hari yang cerah sekitar jam 4 pagi, Halilintar terlihat sedang memasak untuk dirinya dan anak-anak nya itu

Dia juga dibantu oleh Gempa, anak keduanya. Gempa memang sangat suka memasak itu sebabnya dia selalu membantu Halilintar atau sang ayah memasak untuk makanan mereka

"Ayah" ucap Gempa membuyarkan lamunan Halilintar

"Ada apa, nak Gempa?" Tanya Halilintar dengan nada lembut sambil terus fokus pada masakannya

"Kenapa ayah memasak sendiri? Bukankah ada pembantu?" Halilintar yang mendengar pertanyaan Gempa hanya terkekeh

"Kenapa Gempa berangkat sekolah sendiri dengan motor Gempa, walaupun Gempa punya supir pribadi?" Tanya balik Halilintar kepada Gempa

"Em.. Karena Gempa ingin berangkat sendiri, ayah" sahut Gempa lalu dibalas anggukan oleh sang ayah

"Itulah jawaban ayah" Gempa yang mendengar jawaban dari Halilintar mengangguk mengerti

"Sudah mengerti?" Gempa kembali mengangguk

"Ya, ayah!" Gempa dan Halilintar kembali fokus pada masakan mereka

______________

Masakan sudah selesai, bau harum dari aroma masakan itu sangat menggugah selera

Halilintar menyuruh Gempa untuk memanggil saudara-saudaranya yang lain, Gempa pun mengangguk lalu pergi ke kamar para saudaranya satu persatu

Halilintar yang melihat semua anak-anaknya sudah turun langsung menyuruh mereka untuk makan

"Ayo makan dulu" ucap Halilintar yang dijawab anggukan dan deheman dari anak-anaknya

Mereka semua makan bersama dengan tenang, terdengar suara sendok yang bersentuhan dengan piring. Mereka juga terlihat berbincang-bincang dengan satu sama lain

"Hei, kak Taufan!" Ucap si kompor alias Blaze terhadap kakaknya yang pertama yaitu Taufan

"Apa?" Sahut Taufan sambil menoleh ke arah saudara kembarnya yaitu Blaze

"Kau sudah selesai mengerjakan tugas mu?" Tanya Blaze dan dibalas oleh helaan nafas malas dari Taufan

"Tentu saja tidak, aku sangat malas" jawab Taufan yang tidak sengaja di dengar oleh Halilintar

"Apa?" Tanya Halilintar kepada kedua anaknya yaitu Blaze dan Taufan

"E-eh.. Ayah denger ya?" Ucap Taufan yang dibalas oleh anggukan Halilintar

"Kalian ini jangan seperti itu, kalian sudah besar seharunya bisa menjadi lebih baik lagi" ceramah Halilintar. Jujur saja Halilintar sudah sering menceramahi anak-anaknya itu, bukannya hanya kedua anak itu, tapi semua anaknya pasti terkena ceramahan Halilintar

Anak-anak Halilintar yang mendengar itu hanya bisa menggeleng terlihat jika mereka sudah muak mendengar itu, sementara Blaze dan Taufan hanya bisa pasrah karena terkena omel Halilintar lagi

"Kak Taufan dan Blaze kalian ini, sudah sering di kasih tau oleh ayah kalian tetap saja ngeyel" tambah Gempa mengomeli Taufan dan Blaze, Halilintar sendiri mengangguk setuju dengan ucapan Gempa

"Kalian itu sudah besar, kalian harus menjadi contoh adik-adik kalian yang lain" Halilintar terlihat masih berusaha sabar dengan mereka

Taufan dan Gempa hanya mengangguk dengan kepala yang tertunduk

"Taufan, Blaze" panggil Halilintar membuat kedua anak laki-laki itu melihat kearahnya

"Tugas apa yang kalian belum kerjakan?" Tanya Halilintar kepada mereka

"Itu, Ayah.. Matematika" jawab Blaze dan di jawab anggukan oleh Halilintar

"Karena itu hari minggu, ayah bisa membantu kalian mengerjakan soal itu" Taufan dan Blaze yang mendengar kata-kata itu yang keluar dari mulut Halilintar terlihat langsung senang

"Sungguh, ayah?" Tanya Taufan tak percaya

"Iya, Taufan" lagi-lagi kedua anak itu langsung berseru bahagia

"Kami sayang ayah!" Ucap mereka bersama-sama dengan antusias

Halilintar sendiri hanya bisa tersenyum "sudah ayo lanjutkan sarapan kalian"

Mereka semua kembali fokus ke pada kegiatan mereka yaitu sarapan

_______

Setelah selesai sarapan mereka kembali ke aktivitas mereka yang biasanya

Halilintar sedang mengajari Taufan dan Blaze mengerjakan tugas mereka bersama Solar

Ice sendiri sedang tertidur di sofa tak jauh dari mereka

Gempa dan Thorn sedang bermain di halaman belakang rumah

Sekitar beberapa jam, akhirnya mereka kembali berkumpul kecuali Halilintar yang sedang pergi ke kantornya

"Kalian tau tidak?" Ucap Taufan memecahkan keheningan, sontak saja semua saudaranya yang lain menatap kearahnya

"Apa, kak Taufan?" Sahut Blaze dengan penasaran

"Em.. Beberapa hari ini, ayah terlihat berbeda tidak sih?" Tanya Taufan kepada saudaranya yang lain

"Tidak kok" jawab Thorn

"Tapi.. Kenapa aku merasa berbeda ya" Taufan terlihat penasaran sampai Gempa berbicara

"Benar juga" tambah Gempa

"Benar apanya, kak Gem?" Tanya Solar dan Blaze secara kompak

"Ayah beberapa akhir ini terlihat berbeda, aku tidak sengaja melihat tubuh ayah saat mandi dan ternyata tubuh ayah itu sangat bagus" jawaban Gempa itu membuat semua saudaranya terkejut

"Yang bener aja, Gem!?!" Tanya Taufan yang sangat tidak percaya, karena dia berfikir adiknya itu yang paling alim ternyata tidak

"Eh.. Kok kak Gempa ngintip sih?" Tanya Thorn yang sama dengan mereka, sangat terkejut dan tidak percaya

"Iya, kalian percaya deh sama Gemgem!" Kata Gempa dengan tegas, terlihat muak dengan pertanyaan mereka

Akhirnya mereka terdiam sampai Halilintar pulang kerumah dalam kondisi yang sangat kelelahan

"Eh? Kalian belum tidur?" Tanya Halilintar yang penasaran karena melihat mereka yang masih berada di ruang tengah walaupun jam menunjukkan hampir tengah malam

"Ah.. Ayah sudah pulang?" Tanya Gempa, terlihat sedikit panik ketika melihat Halilintar tiba-tiba datang

"Kami sedang.. Eum.. Menunggu Ayah kok" Taufan mencari alasan, saudaranya yang lain juga hanya mengangguk

"Kalian ini, cepat tidur" perintah Halilintar tegas, mereka semua pun langsung segera pergi ke atas dan berjalan ke kamar mereka masing-masing

Halilintar sendiri ikut naik ke atas dan pergi ke kamar nya sebelum masuk lalu mengunci pintu kamarnya

"Lihat saja Halilintar, kau akan menjadi milik kami"  ?




















▄︻デTHANK YOU══━一

all x haliTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang