Arcte X Silars 1

2.1K 25 3
                                        

"PUSH!"

"AHHHHH—!"

Jeritan Lussian Arcturus Rien Bamonte atau kita sebut saja dia dengan Artce Bamonte benar-benar menggema brutal di seluruh ruangan persalinan. Ia seorang leader mafia yang namanya cukup disegani apalagi ia pewaris utama dari Bamonte Group.

Tubuh besarnya langsung melengkung hebat di atas ranjang sementara perut triplet-nya mengencang keras seperti sesuatu di dalam sana sedang mencoba merobek jalan keluar.

"FUCK—!"
"NGHHHHHHHHHHH—!!"

Tangannya mencengkeram rel besi ranjang sampai bunyi logamnya berderit nyaring.

Keringat membasahi seluruh dadanya.
Rambut hitam panjangnya benar-benar berantakan.
Dan napasnya terdengar kacau seperti seseorang yang sedang dihancurkan hidup-hidup.

"Bayi pertama turun!"

"Push lagi sekarang!"

"AHHHHHHHH — SAKIT SILARS SAKIT —!"

Suara Artce pecah.

Benar-benar pecah.

Tangannya langsung mencari pria itu dengan panik saat kontraksi berikutnya menghantam tubuhnya jauh lebih brutal.

"It hurts—!"
"FUCK— IT HURTS—!"

"Aku tahu."
Suara Cassius Silars Ravane Dorian terdengar lembut di dekat telinganya. Atau kita panggil saja dia dengan Silars Dorian. Ia seorang kaki tangan dari Artce Bamonte sekaligus pasangan hidup Artce yang diam2 punya kisah hidup yang super red flag dan super manipulative.
"You're doing so good for me."
"Push lagi sayang."

Artce langsung mengejan keras sambil berteriak lagi.

"NGHHHH AKGHHHHH SAYANGGHHH—!"

Seluruh tubuhnya gemetar hebat.

Urat di leher dan lengannya terlihat jelas sementara air mata mulai jatuh tanpa bisa ia tahan lagi.

"GOOD— GOOD—!"

"AHHHHH IT'S HURTTTTTTT SAYANG—!"

Jeritannya kali ini bahkan membuat salah satu perawat langsung memalingkan wajah karena takut.

Karena Don Bamonte—
monster yang ditakuti seluruh dunia bawah—
sekarang menangis sambil mengejan seperti tubuhnya sedang benar-benar robek dari dalam.

Dan beberapa detik kemudian—

*OEK OEK OEK*
TANGISAN BAYI PERTAMA MEMECAH RUANGAN.

Artce langsung jatuh lemas ke ranjang sambil terisak kecil.

Namun hanya beberapa detik.

Karena kontraksi kedua langsung menghantam lebih brutal.

"NO— NO—!"
"WAIT BABIES NO 2 — OH IT HURTS SOMUCH BABE!! AGHHHH NGHHHHH—!!"

Tubuhnya langsung menegang lagi.

Perut besarnya kembali mengencang keras.

"Push lagi!"

"FUCKKK INI MENYAKITKAN SILARS—!"

Artce menjerit sampai suaranya serak.

Tangannya mencabik seprai.
Kakinya gemetar tanpa kontrol.
Dan tubuhnya terus bergerak refleks mengikuti rasa sakit.

"PLEASE—!"
"GET THEM OUT! MY WHOLE REALLY HURTS SAYANG— OGHHHH LOBANGKU ROBEK OGHHHHHH—!!"

"Sedikit lagi!"

"NGHHHH AGHHHH SAKIT AGHHHHH—!"

Artce kembali mengejan keras sambil menangis.

Napasnya patah-patah.
Tubuhnya mulai kehilangan tenaga.
Namun kontraksi tidak memberinya waktu untuk bernapas.

MPREG SEASON 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang