'Versi gue yang lama udah mati!'
"Mungkin diam cuma menunda sesuatu yang lebih buruk"
- irene lorenza
"Bayangan gue mungkin masih ada tapi tidak dengan wujud asli"
- ayzelia
aku kembali lagi setelah bertahun-tahun hiatus. Aku gabisa ngasih tau alasannyaa..
sooo.. aku mau lanjutin salah satu karya aku ini yg udh lama aku tinggalin. Mohon dukungan nya teman-teman. aku harap kalian bisa dukung aku. Saran maupun kritik akan aku terima dengan senang hati.
aku tau cerita ini masih jauh dari kata sempurna oleh karna itu aku butuh saran, kritik, pendapat, dan solusi dari kalian.
aku bakalan lanjutin di bab ini cerita dari bab sebelumnya, tapi bab kali ini aku bedain dari bab² sebelum-nyaa..
jadilah readers yang baik! aku ga nerima plagiat, coppy, dan sejenisnya.
makasih and.. happy reading 💋
~'~'~'~'~'
hight-land school
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Area depan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Area belakang
Sekolah ternama di jakarta pusat indonesia, sekolah ini terkenal karena fasilitas yang lengkap, pelajaran ketat, beasiswa luar negeri, dan mata pelajaran yang tidak biasa.
tidak gampang memasuki sekolah ini, sebagian orang hanya bisa masuk melalui orang dalam, beasiswa, jalur prestasi,test fisik, mental dan pengetahuan. jika tidak mereka harus membayar spp yang berkisar 550 juta.
yah. sebagian orang harus membayar itu hanya karena ingin anak nya mendapat pendidikan yang layak karena tidak lolos dari semua aturan sekolah. sebagian juga memakai orang dalam. tetap saja mereka bayar, tetapi dengan harga yang murah.
Pagi itu kantin sekolah ramai biasa-nya karena kelas 10, 11, hingga 12 memilih untuk beristirahat selepas jam olahraga 1 jam yang lalu
di pojok paling strategis, meja panjang dekat jendela duduk 6 gadis yang sudah menjadi atensi Hight-land sejak kelas 10.