Aku tidak habis pikir, sebenarnya apa aku kurang tampan atau aku kurang kaya raya?? Aku adalah Ryuji Arkansa Putra, anak tunggal dari keluarga Putra, pemilik Perusahaan terbesar di Indonesia, Putra Group! Aku juga memiliki perusahaan sendiri
yang tentunya kubangun dengan usahaku sendiri. Tak sulit bagiku untuk mendapatkan apapun yang
aku suka, tapi kenapa mencari seorang
pendamping pun aku tidak mampu?! Diumur ku yang yeahh... sudah beranjak 29 tahun ini aku sama
sekali tak terlihat menggandeng seorang wanita, tentu saja hal ini membuat kedua orang tuaku
mendesakku untuk segera memiliki pasangan, aku selalu mengelak desakkan mereka karena
aku masih belum berminat untuk segera berkeluarga, namun sayang orang tuaku tak bisa bersabar hingga memutuskan menjodohkanku! Parahnya kedua orang tuaku malah
menjodohkanku dengan anak SMA! Perlu keperjelas? ANAK SMA!! Demi majalah porni milik si playboy Dirga kedua orang tuaku sudah tidak waras!!"Ouy pak... Tumben dikau datang, ada masalah?" tanya sahabatku Dirga saat aku mengunjungi club malam yang kami dirikan bersama, si playboy cap kodok sahabatku orok itu tentu sangat tahu seluk beluk kehidupanku, begitupun aku yang tahu sekali tindak tanduk si playboy ini sejak kecil!
"Menurut elo? Apa lagi yang bisa
membuat cowok cakep kayak gue datang ketempat ini?" jawabku ketus
"Hahaha.... pasti tante Ana minta cucu
lagi ya?" tanyanya menebak
"Binggo! Sekarang emak-emak cerewet itu berniat jodohin gue!" jawabku kesal
"Hah elo mau dijodohin pak? Seriusan tragis bener hidup lo! hahaha......" tawa Dirga, ada yang lucu?
"Bisa diam gak? Berisik!"
ketusku membuatnya semakin tertawa!
"Tante Ana bener-bener sudah frustasi ngadepin elo ya, terus siapa cewek yang gak beruntung itu?" tanyanya asal
"Yang gue tahu, tuh emak cerewet malah mau jodohin gue sama anak sma!" jawabku sukses membuat Dirga diam, playboy kodok diam mencerna ucapanku hingga akhirnya tertawa
terbahak-bahak! Bagus malam ini aku jadi bahan tertawaan si kodok ini!
"Tertawalah sepuasmu, Dirgantara Pranata!" ucapku
kesal melihatnya tak berhenti dari tawanya
"Haha... Gue kasihan sama elo pak...hahaha...." ucapnya memegang
perutnya menahan tawa, curhat sama kodok satu ini memang tidak berguna!Tiba-tiba pintu ruangan Dirga diketuk, Setya, salah satu petugas pengaman di club ini, wajah Setya terlihat jelas menahan kesal
"Maaf pak Dirga, Pak Arka... Dibawah ada bocah-bocah yang memaksa masuk club" lapornya
"Ow ya.. Tahan mereka, biar saya yang atasi" perintah Dirga membuatku bingung, apa ada masalah?
"Kenapa?" tanyaku
"Biasa.. Anak-anak dibawah umur yang maksa masuk club" jawab Dirga bersiap turun kelantai bawah, club malam yang ku dirikan bersama Dirga memang sedikit ketat peraturannya, hanya orang-orang tertentu yang sudah menjadi pengunjung tetap yang boleh memasuki club malam kami, tentu saja pengunjung tetap yang kumaksud adalah pengunjung yang berkantong tebal"Gue yang atasin Ga" ucapku membuat Dirga mengernyitkan dahi
"Yakin pak? Ini Abg labil semua yang dateng" jawabnya tidak yakin
"Cuma Abg doang... Paling juga nangis gue bentak" ucapku mantap
"Serah elu dah"Bisaku dengar dengan jelas 4 Abg labil sedang adu mulut dengan petugas club yang menahan mereka di pintu masuk, ampun dah... Itu Abg labil benar-benar membuat keributan diclub malam ini, awas kalian ya! Kali ini kubuat kalian
kapok masuk club malam milikku!"Ada apa ini?" tanyaku setenang mungkin pada petugas keamanan
"Maaf pak, anak-anak ini memaksa masuk" aku menatap 4 abg labil berjenis kelamin wanita menatapku dengan wajah songong mereka, mereka kira aku takut?"Maaf ya Adek-adek, kalian tidak melihat peraturan yang sudah ditempel di pintu masuk? Umur kalian sudah tujuh belas tahun keatas? Apa kalian sudah memiliki kartu pengunjung tetap? Kalau persyaratan di pintu masuk belum dipenuhi kalian tidak boleh masuk" ucapku menjelaskan, aku harus tetap menjaga wibawa
"Om sok tahu banget sih! Emang om siapa?" ucap salah satu dari mereka, apa dia bilang?? OM??!!! Apa wajahku setua itu?!!!! kulihat cewek labil yang berani menghinaku itu dari ujung kaki hingga ke rambutnya, manis juga tapi sayang tidak ada sopan santun!!
"Eh bocah... balik sono kerumah, gak dicari emak elu apa hah?!" ucapku mulai emosi, enak saja bocah satu ini! Dia bilang apa tadi? Om? Cari mati!
"Yee... jangan marah-marah om, ntar tambah tua!" jawabnya sukses membuat mulutku terbuka
lebar mendengarnya, benar-benar tidak ada sopan santunnya bocah labil ini!
"Eh bocah!"
"Club malam apaan ini? Nggak asik banget! Dikira kita gak punya duit apa?!" ucapnya sementara ketiga teman labilnya hanya mengangguk setuju
"Kita cari club malam lain saja yukk... Malesin disini" ucapnya berlalu pergi
meninggalkanku yang sudah naik darah
"Bocah ini..."
"Udah om, ntar kulitnya semakin
berkeriput" ucap Dirga tiba-tiba muncul dan menahanku agar tidak mengamuk, si kodok ini malah membuatku bertambah kesal
"Siapa yang elu panggil om? Bosan hidup ya?!" ancamku, bukannya takut Dirga malah cekikikan
"Santai om... Gitu aja marah, anggap saja belajar mengatasi calon istri nanti om. Hahaha..." tawa Dirga terbahak-bahak

KAMU SEDANG MEMBACA
Please... Stay With Me
RomanceAku tidak habis pikir, sebenarnya apa aku kurang tampan atau aku kurang kaya raya?? Aku adalah Ryuji Arkansa Putra, anak tunggal dari keluarga Putra, pemilik Perusahaan terbesar di Indonesia, Putra Group! Aku juga memiliki perusahaan sendiri yang te...