End

853 104 0
                                        

"LISAAAAA.... kenapa lama sekali?" teriak Jennie memanggil Lisa yang sedang mandi. padahal baru tiga menit Lisa masuk kedalam kamar mandi namun istrinya itu sudah berteriak memanggil membuat Dirinya buru buru menyelesaikan mandinya.


Setelah beberapa menit, Lisa keluar kamar mandi lengkap dengan pakaian santainya menghampiri Jennie yang menyandar headboard seraya bermain ponsel.


"kenapa? tanya Lisa duduk disamping Jennie membuat sang empu menoleh . "aku ingin menagih janji" ucap Jennie menyimpan Ponselnya diatas nakas lalu menghadap dan menatap Lisa dengan serius.


"janji?" Jennie mengangguk. "apa aku punya Janji padamu?, coba beritahu aku" ck  kau berjanji akan membahas program bayi saat dirumah" decak Jennie membuat Lisa mengangguk tanda mengerti. "kamu benar benar ingin program bayi tabung?" tanya Lisa dianggukki Jennie dengan yakin. "aku sangat yakin, bahkan aku sudah sangat siap" jawab Jennie membuat Lisa menatapnya dengan dalam. "jangan menatapku seperti itu Lisa" kesal Jennie memukul bahu Lisa.


"jika memang kamu benar benar yakin, aku akan mencari dokter yang terbaik dan membuat janji" putus Lisa akhirnya membuat senyum Jennie mengembang lalu segera memeluk Lisa. "gomawo Lili" cicit Jennie dalam pelukan Lisa yang mengangguk.


"saat kamu hamil nanti aku akan memeperkerjakan art. Itu mutlak sayang, kamu tidak bisa mneolaknya. aku juga akan mencari baby sitter untuk membantu menjaga baby Xenna, agar kamu tidak kewalahan dan fokus pada kehamilanmu saja" Jelas Lisa dengan tegas membuat Jennie hanya mengangguk pasrah. Ia harus menurut dengan ucapan Lisa untuk sekarang dan seterusnya karena untuk kebaikkannya juga.




*** 




lima tahun kemudian.....




"astagaaaa Rubyy berhentiiii" pekik Jennie tidak menghentikan anak kecil yang berusia 4 tahun itu berlarian dengan hanya memakai diapers seraya bersorak membawa bebek karet kecil teman mandi kesukaannya membuat Jennie pening.


Ruby Axcelin Manoban nama gadis kecil itu putri dari Lisa dan Jennie dari hasil percobaan bayi tabung mereka yang sekali coba langsung berhasil tanpa drama apapun. Dan berjalan mulus. saat sedang hamil pun Jennie hanya manja dan tidak mengidam aneh aneh. Jennie pikir putri mereka ini akan menuruni sikap dan sifat Lisa yang pendiam, namun setelah lahir dan usianya berumur satu tahun kejahilan dan kenakalan Ruby terlihat, anak itu sangat aktif. seperti weekend pagi ini Ruby sudah membuat Jennie darah tinggi.


"ommy payah wleee"ledek Ruby dengan tengil menggoyangkan pantat kecilnya membuat Xenna yang asik membaca buku menoleh dan terkikik pelan.


"unnie, tolong bantu mommy untuk mengurus adikmu yang tengil satu itu" ucap Jennie meminta pertolongan putri sulungya yang berusia 7 tahun itu memang sifat dan sikapnya berbanding terbalik dengan Ruby.


"ne mommy" ucap Xenna menutup buku dan melepas kacamata bacanya lalu menyimpannya di atas meja. 


"Ruby" panggil Xenna dengan lembut tanpa diduga Ruby langsung menghampiri sang unnie dan berdiri disamping Xenna dengan tangan hormat. "ciap ndan. capten Oban dicini" pekik ruby dengan cempreng membuat Jennie bahkan Xenna membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan Gadis kecil itu.


"Astaga" gumam Jennie memijatkan kepalanya sedangkan Lisa yang tak sengaja mendengar ucapan putrinya tergelak. 

"unnie, kenapa prajuritmu tidak memakai baju?" tanya Lisa membuat Xenna terkekeh. "baru selesai merayap di lumpur sepertinya Dada" saut Xenna terkikik membuat Lisa ikut tertawa pelan.


"julit oban lelah unnie, mau di endong unnie" Ruby merentangkan tangannya kepada sang unnie dan disambut baik oleh Xenna. "baby pakai baju dulu sama mommy sayang" ucap Lisa. "mau cama unnie Dada, tidak mau cama bayi" saut Ruby melihat sang mommy yang mengerucutkan bibirnya lalu memeluk Lisa dengan manja membuat Jennie merengek sedangkan Lisa dan Xenna tertawa pelan.


"Liliii" rengek Jennie mengadu pada Lisa. "jangan begitu baby, mommy kan mommynya baby" ucap Lisa sedangkan Ruby hanya terkikik.  "unnie boleh bantu Dada untuk memakaikan baju adiknya?" tanya Lisa dianggukki Xenna. " its okey Dada biar Xenna yang bantu adik" jawab Xenna lalu membawa Ruby kekamar gadis kecil itu.


"kenapa Ruby sangat jahil padaku" adu Jennie merengek kesal pada Lisa. "karena mommynya sangat menggemaskan jika sedang merengek" saut Lisa membuat Jennie kembali merengek namun dengan pipinya yang merona. 


Meskipun sudah bertahun tahun menikah dengan Lisa namun Jennie masih tetap tersipu kala Lisa mengatakannya cantik ataupun menggemaskan atau Lisa memujinya meski hal kecil.


"terima kasih telah mau menikah denganku, mencintaiku dan memberiku putri yang cantik cantik" ucap lisa mengecup kening Jennie lama lalu mengecup sekilas bibir Jennie.

Lisa sangat bersyukur pernikahannya awet dan terasa bahagia, dulu ia sangat takut jika menikah dini akan berakhir berpisah apalagi dengan di jodohkan. ketakutan memanglah hanya ketakutan semata. Karena nyatanya keluarganya begitu terasa lengkap dan bahagia, meskipun diselingi pertengkaran kecil yang menajdi bumbu dan saksi jika pernikahan dininya berhasil bertahan sejauh ini.


"I love you Nini"


"i love you Lili"



"HEYYY OLANG CUA CIDAK BAIK MESLA AN DIDEPAN BAYI" pekik Ruby berlari memisahkan Jennie dan Lisa.


"i cant stop her mom dad" celetuk Xenna membuat JenLisa terkekeh.




END



hai gaessss apa kabar???

akhirnya ending juga wkwk. mohon maaf cerita ini digantung begitu lama karena Author cukup struggle bikin endingnya gimana tapi untungnya dengan sedikit memutar otak bisa juga selesai hehe. 


sebenernya author udah struggle banget lanjutin cerita yang belum selesai dan author ga ada semangat sama sekali tapi pas baca komentar komentar kalian di banyak part cerita author yang lain dan udah lewat bkin author ngerasa kaya ga seharusnya semua cerita yang belum ending digantung gitunya.


terima kasih buat yang setia membaca dan sabar nunggu author up cerita ini. 


see you gaessss

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 31 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pernikahan Dini (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang