Selamat membaca 📖
Pagi yang membuat keduanya terusik,bagaimana tidak terusik jika cahaya matahari pagi menembus kaca besar dan membuat cahaya menerpa wajah keduanya rara yang masih didekapan marvin sama sekali tidak menyadarinya sampai rara membuka mata cantiknya dia merasa sangat hangat tapi bukan karena selimut tapi karena,eh?
"Kak marvin,sejak kapan"meski sedikit tersentak tidak membuat rara melepaskan pelukan hangat yang memeluknya dimana tangan marvin berada melingkar diperut ratanya
"Hmm"marvin sedikit melongkarkan pelukan dan membuka matanya yang ternyata rara sedang mendongkak menatapnya
"Kau sudah bangun"rara mengangguk
"Sejak kapan"lanjutnya dan mengecup jidat rara sekilas
"Sejak beberapa menit yang lalu"
"Lagian sejak kapan kak marvin disini,rara tidak tau"
"Bagaimana kau tau sejak aku kemari kau sudah tidur dan terlihat lelah"btw benar,ntah kenapa tadi malam marvin merasa rara sangat kelelahan padahal sehari kemarin dia tidak kuliah kan tapi kenapa dia terlihat habis melakukan pekerjaan berat,pikir marvin,apa marvin harus bertanya?
"Apa yang kau lakukan kemarin"tanya marvin dengan tatapaan sipitnya
"Hmm tidak ada"
"Lalu kenapa,tidak biasanya kau tertidur lebih awal"membuat rara langsung sedikit membelakan matanya dan perubahan itu disadari marvin,bener-bener tidak ada yang beres
"Hukuman apa yang daddy lakukan sampai kau kelelahan rara"ujar marvin yang mana membuat rara sangat kebingungan dia belum menyiapkan kebohongan untuk itu,shit rara bisa habis kalau begini
"Me-ahhh yaa menulis kata maaf sampai 100kali"membuat marvin mengakat alisnya satu
"Udahlah rara mau mandi sekarangkan kuliah"rara lalu bergegas bangun dan pergi ke kamar mandi meninggalkan marvin dengan seribu pertanyaan,dia sangat penasaran dengan kebohongan yang rara lontarakan barusan dsn marvin akan mencari tau jika begitu karena rara tidak memberitahu dengan bener jadi baiklah dia yang akan mencari tau sendiri,
Marvin juga langsung bangun dan keluar dari kamar rara dia juga harus bersiap untuk ke kantor meski merepotkan sungguh bisakah keluarga nya tetap kaya meski tidak bekerja,mustahil bukan
Trek
Marvin melihat marvel yang baru saja keluar dari kamar mandi dan dia langsung masuk tapi sebelum itu marvel menghentikan nya dengan cara mencekal tangan marvin membuat sang empu menoleh dengan alis terangkat
"Apa kau masih marah,maaf"tutur marvel membuat marvin menghela nafas,dia memang tidak bisa terlalu lama marah kepada marvel,bagaimana tidak jika marvel yang sangat pendiam tapi lembut dalam prilaku dan yap marvin akan luluh dengan kata maaf dan sentuhan kembarannya ini,sialan.
"Hmm"lalu masuk ke kamar mandi
Marvel langsung melakukan rutinitas seperti biasanya sama hal marvin dan rara atau pun kedua orang tuanya satu keluarga itu sedang siap-siap untuk melakukan aktipitas harian mereka ntah bekerja atau belajar
"Oke rara sudah siap"ujar rara setelah beberapa menit bersiap akhirnya dia sudah siap kuliah atau bertemu dengan kekasihnya karena dari kemarin rara beneran belum memberitahu apa yang membuat gadis kecilnya tidak kuliah tentu saja kenzo sangat khawatir terlebih lagi dia truma jika rara tiba-tiba hilang seperti dulu,kenzo tidak mau itu terhadi lagi dan rara belum membalas pesan dari kenzo satu pun
"Pagi semua"karena ternyata pas rara kebawah semuanya sudah berada dimeja makan untuk sarapan apa lagi bukan
"Haii daddy"sapa rara sambil menarik kursi untuk dia duduki seperti biasa
KAMU SEDANG MEMBACA
Babby Rara18+
FantasyBercerita tentang gadis cantik yang mempesona! .......... Cinta,rasa takut,kebencian,balas dendam? Bxb-1821+
