"Jangan bercanda ih, ngga mungkin banget dia suka sama aku" ucap Zee
"Aku ngga bercanda sayang" tegas chika
"Bohong ya kamu, reasonnya apa dia suka sama aku, aku loh jarang interaksi sama dia. Kenapa dia tiba-tiba suka" ucap Zee masih tidak percaya
"Maksud kamu aku bohong gitu? Ngga ada untungnya aku bohong sama kamu" ucapnya
"Ngga gitu sayang aku percaya sama kamu tapi soal ini kaya ngga mungkin aja terus reasonnya apa coba?" Ucap Zee
"Ya aku ngga tau, mungkin kamu ngerasa jarang ada interaksi sama dia tapi disisi lain dengan interaksi kalian yang jarang atau bahkan sedikit itu mungkin bisa jadi menimbulkan benih-benih cinta dia ke kamu" ucap Chika
"Tapi aneh loh"
"Kenapa aneh itu bisa aja terjadi mungkin kamu ngga sadar ngasih dia perhatian yang menurut kamu ya biasa aja tapi buat dia kita kan gatau" ucap Chika
"Salah sendiri punya sifat kok gampang banget perhatian ke orang" ucapnya dengan raut wajah cemberut
"Aku perhatian ke orang itu pure peduli sayang ngga ada maksud lain" ucap Zee
"Ya itu menurut kamu yang lain kan kita ngga tau" ucap Chika
"Kan kata kamu dia suka nih sama aku, ehmmm kamu... Cemburu ngga?" Tanya Zee ragu
"PIKIR SENDIRI AZIZI ASADEL" ucap Chika emosi
"Aku cuma nanya loh sayang, maaf ya kalau aku udah buat kamu cemburu. Aku beneran ngga bermaksud" ucap Zee mengusap tangan Chika lembut
"Terus gimana?" Tanya Zee pelan
"Gimana apanya?
"Boleh aku nanya sayang?" Ucap zean
"Boleh, nanya soal apa?" Ucap Chika
"Kamu kok bisa tau kalau dia suka sama aku" ucap Zee
"Dia yang bilang sendiri sama aku tadi juga kita sempat ngobrol berdua meskipun cuma sebentar" ucap Chika
"Ngobrol soal?" Tanya zee
"Soal kamu lah masih nanya lagi soal apa" ucap Chika
"Oalah"
"Yaudah intinya aku cuma mau bilang sama kamu, kamu ngga usah khawatir soal itu aku sayangnya sama kamu cintanya cuma sama kamu. Kamu tuh udah perfect banget sayang ngga akan ada orang yang bisa menggantikan posisi kamu di hati aku" ucap Zee yang bersuaha memenangkan pacarnya
"Yakin nih ngga ada kok aku ngga yakin ya" ucapnya
"Kamu meragukan cinta aku ke kamu?"
"Ngga gitu cuma aku takut aja kalau kamu diambil sama dia. Aku ngga bisa kalau ngga sama kamu. Aku sayang sama kamu Zee, aku ngga mau kehilangan kamu" ucap Chika dengan sedikit meneteskan air mata namun dengan cepat ia menghapusnya. Ia berharap Zee tidak melihat
"Udah ya jangan nangis sayang, kita udah menjalani hubungan ini udah lama dan kamu juga tau gimana bucinya aku ke kamu, sebanyak apapun rintangan di depan dan sebanyak apapun orang yang suka sama aku yang aku pilih cuma kamu. Yessica Tamara. Jangan overthinking ya sayang" ucap Zee meminggirkan mobilnya sebentar dan memeluk pacarnya erat
"Aku cuma takut kamu diambil sama orang, aku udah sayang banget sama kamu" ucap Chika yang daritadi menahan untuk tidak menangis pun akhirnya menangis juga
"Udah ya sayang nanti mata kamu merah kalau nangis terus" ucap Zee
Setelah tenang Zee mengantarkan Chika pulang ke rumahnya. Ia paham dengan kekhawatiran pacarnya itu ia juga tidak menyangka kenapa bisa seorang Marsha suka sama dia. Tapi ia tidak memperdulikan hal itu yang terpenting sekarang adalah gimana caranya agar pacarnya melupakan hal itu dan meyakinkannya kalau Zee cuma punya Chika.
Keesokan harinya keduanya sudah berada di kantor untuk latihan seperti biasa. Zee selalu berada disebelah Chika kemanapun Chika pergi selalu ada Zee disampingnya. Saat ini break latihan dan Zee mengajak Chika untuk membeli telur gulung di depan kantor ia mencoba menghibur pacarnya agar tidak memikirkan perihal kemarin.
"Mau beli berapa?" Tanya Zee
"Terserah kan kamu yang beli" ucap Chika
"Aku beli buat kamu, kamu maunya berapa?
"20 aja"
"Yaudah, pak beli telur gulung 20 ya" ucap Zee ke penjual telur gulung
"Oi Zee" sapa adel
"Yak kenapa, ngapain lu keluar" bales Zee
"Gua mau beli telur juga" ucap adel yang masih berdiri di depan pintu
"Oalah, sendirian?" Tanya Zee yang melihat Adel yang berdiri di depan pintu
"Ngga gua lagi nunggu Marsha ambil uang" ucap adel
"Hah oohh....oke" ucap Zee. Chika yang mendengar nama Marsha pun menjadi bete Ia mengusap tangan Chika mencoba untuk menenangkan pacarnya
"Sst udah ya kan aku disini sama kamu" ucap Zee. Beberapa saat kemudian adel dan Marsha menghampiri Zee dan Chika
"Hai ka Zee, ka chika" ucap Marsha
"Hmm"
"Ha..haii sha" ucap Zee ragu sekali melirik Chika. Adel yang melihat ketiganya canggung pun merasa bingung
"Sepi banget nih kaya ngga kenal aja" ucap adel memecah keheningan
"Kalau mau rame ke Ancol sana" ucap Zee
"Yuk ke Ancol" ucap adel
"Lah kenapa jadi kesana kan gua cuma asbun yak" ucap Zee yang tidak menyangka omongannya dijadikan ide
"Kan kita ngga pernah ya ke Ancol sama member jeketi sekalian kan kita butuh refreshing" ucap adel
"Udah terserah lu del atur dah, gua duluan" ucap Zee menggandeng tangan Chika untuk segera pergi meninggalkan keduanya
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Backstreet (Chikzee)
RomanceJANGAN DIBUAT SERIUS INI CUMA CERITA FIKSI "FIKSI".
