Remember

436 11 2
                                        

"Jika aku dapat memutar waktu, tentu aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Sayang, sebuah penyesalan harus datang terakhir."

^_^

Memiliki seorang kekasih yang perhatian, tentu menjadi dambaan bagi setiap orang.

Lain halnya dengan orang yang satu ini. Dia terlalu cuek dengan kekasihnya.

"Jonghyun, kau sangat beruntung bisa memiliki Seungyeon." ujar Minhyuk.

"Nah, bener tuh kata Minhyuk. Aku saja sampai iri padamu." sambung Jungshin.

"Ah andai saja Shinhye seperti Seungyeon... Tentu tak akan aku lepaskan." lanjut Yonghwa.

Jonghyun hanya menatap ketiga temannya dengan malas. Entah apa yang dipikirkannya. "Apakah aku memang beruntung memilikinya?" gumam Jonghyun dalam hati.

Tak lama, orang yang dibicarakan datang. Seungyeon. Gong Seungyeon adalah nama lengkapnya. Dia adalah kekasih dari Lee Jong Hyun. Entah bagaimana ceritanya mereka bisa menjadi sepasang kekasih.

"Jonghyun-nie... Nanti sore bisa kan temenin aku ke toko buku." ucapnya dengan manja.

"Ngapain?" tanya Jonghyun singkat.

"Aih kau ini babo sekali. Yang namanya toko buku, pasti mau beli buku. Bukan begitu, Seungyeon-ssi?" ujar Minhyuk yang gemas dengan temannya.

"Ah aku juga tahu, maksudnya ke toko buku mau beli buku apa lagi? Minggu lalu kan baru ke sana, masa mau ke sana lagi?" tanya Jonghyun.

"Kali ini aku mau beli novel. Kali aja ada novel terbaru. Ayolah..." ajak Seungyeon, yang tak lupa mengeluarkan jurus aegyonya. Mau tak mau, Jonghyun pun luluh.

"Hah, gitu dong dari tadi." ucapnya sambil merangkul kekasihnya itu.

"Bisakah kalian tak rangkul-rangkulan... Aku sungguh iri..." dengus Minhyuk.

"Segeralah cari pacar oppa." ejek Seungyeon. Ya, Seungyeon memang usianya lebih muda dari Minhyuk, bisa dibilang umur mereka beda dua tahun.

~~

Menjelang sore, Seungyeon menunggu di depan halte bus. Seungyeon duduk di bangku halte, bukan berarti dia menunggu bus. Tapi, dia menunggu kekasihnya datang.

Cuaca sore itu bahkan tidak dingin sama sekali. Seungyeon merasakan sesuatu yang berbeda ada dalam dirinya.

"Apa penyakit itu datang lagi?" batin Seungyeon.

Cukup lama Seungyeon melamun, hingga tak sadar bahwa seseorang yang ditunggu sedaritadi sudah datang. Jonghyun yang melihat kekasihnya melamun, memandang dengan tatapan aneh.

"Ada apa dengan dirinya?" batin Jonghyun.

Jonghyun pun mendekati Seungyeon, dan menepuk pundaknya pelan.

"Chagi... Waeyo?" tanya Jonghyun pelan sambil memandang kekasihnya dari samping.

"Eoh?" Seungyeon baru sadar dari lamunannya. "Kapan kamu tiba?" tanya Seungyeon yang penasaran karena dia tidak melihat kedatangan kekasihnya itu.

"Kalau kamu tak melamun, pasti kamu tahu kapan aku datang. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Ada apa? Mengapa kamu melamun seperti itu? Ada yang kamu pikirkan?" tanya Jonghyun dengan lembut. Seungyeon pun hanya dapat memandangnya dan menggelengkan kepalanya.

"Benar tak ada yang dilamunkan?" tanya Jonghyun sekali lagi berusaha untuk meyakinkan kekasihnya itu. Lagi-lagi, Seungyeon hanya menggelengkan kepalanya.

Collection StoryStories to obsess over. Discover now