Unedited
Namanya Aldrian Wicaksono. Biasa dipanggil Rian, namun sahabat-sahabatnya memanggil dia Wicak. Begitu dengar nama Aldrian, pasti kalian langsung ngebayangin cowok berambut rapi, tampang cakep, dan hidup mapan. Tapi bukan, Aldrian yang ini sangat jauh dari ketiga poin tersebut.
Rian benci gel yang membuat rambutnya basah kayak abis kebanjiran. Dia lebih suka rambutnya acak-acakan aja, apalagi rambut dia lumayan mudah diatur, jadi Rian tinggal merapikan rambutnya pakai jari, dan voila!
Rian juga bukan cowok yang cakep-cakep amat. Mukanya bersih, tapi standar-standar aja. Kemana-mana naik motor, jadi jangan bayangin muka Rian kinclong, karena sesampainya di rumah, muka Rian pasti udah hitam-hitam kayak kena arang.
Hidup mapan. Untuk yang ini, entah Rian digolongkan menjadi golongan yang mana, karena Rian tidak terlalu kaya raya, tapi juga tidak berkekurangan. Papanya seorang direktur perusahaan swasta, mamanya punya online shop terkenal, dan Rian sendiri suka jualan buku-buku komik yang dia gambar sendiri di koperasi sekolah. Rian berjualan bukan untuk mencari uang, melainkan untuk menyalurkan hobi, jadi dia biasa-biasa saja kalau komiknya tidak terjual habis.
Omong-omong soal hobi, Rian memang suka sekali menggambar. Mulai dari kartun yang suka kurang jelas bentuknya, sampai graffiti dan kartun tiga dimensi. Pokoknya, asalkan ada kertas dan pensil, Rian bisa menggambar. Beberapa karyanya sudah dipublikasikan di beberapa koran lokal, dan beberapa dia gunting-gunting untuk ditempel sebagai pembatas buku. Rian memang kreatif, dan itu membuat dia kadang suka berpikir lewat sisi yang berbeda dengan orang lainnya.
Rian pakai kacamata. Minus tujuh. Katanya, gara-gara keseringan baca buku sambil tiduran, dan karena suka main gadget gelap-gelapan.
Nah, kalau kalian mau liat gimana contoh anak-anak kost-an, Rian bisa jadi salah satu contohnya. Bedanya, dia tidak tinggal di kos, tapi sok-sok hidup di kos. Kalau banyak tugas, suka makan indomie. Kalau pagi-pagi, ikut minum kopi hitam bareng papanya. Kalau sudah begitu, adik Rian, Rani, akan langsung semangat mengejek-ejek Rian dengan sebutan 'kakek buyut'.
Kebiasaan Rian yang lain, yaitu pergi ke laundry dekat rumah. Namanya Fast&Clean, dan pelayanannya lumayan memuaskan. Jangan tanya kenapa Rian suka mencuci bajunya di sana, karena dia paling anti mencuci baju sendiri. Padahal, di rumah sudah ada dua mesin cuci elektronik yang tinggal di pencet tombol-tombolnya, tapi Rian tetap tidak mau.
Tunggu, sebelum kalian berasumsi yang aneh-aneh, Rian itu masih duduk di bangku SMA. Kelas 11, masuk jurusan IPA, karena cita-citanya mau jadi arsitek. Dia tidak terlalu suka IPA, tapi matematika lumayan jadi pelajaran kesukaannya. Kadang suka berkeluh kesah karena Fisika-nya rumit, tapi Rian selalu bawa santai. Baginya, nggak lulus sekolah nggak bakalan mati, kok!
Sore ini, Rian tengah duduk di warung dekat sekolah. Masih dengan seragam, mencomot pisang goreng yang disediakan di atas meja sambil memperhatikan jalanan yang basah bekas hujan. Di sebelah Rian, duduk dua temannya, namanya Raka dan Farrel.
Kedua sahabat Rian itu, sudah mengenal Rian sejak masa-masa ingusan Rian di SD. Dulu, Rian masih ganteng dan lucu. Beda dengan sekarang, udah agak dekil dan malu-maluin. Untungnya, Raka dan Farrel sama malu-maluinnya, membuat Rian jadi nggak terlalu malu-maluin.
Raka memiliki pribadi yang agak tertutup, beda dengan Farrel yang ceria dan blak-blakan. Oleh sebab itu, kalau curhat Rian dan Farrel selalu lari ke Raka, dan kalau lagi butuh semangat, Raka dan Rian selalu lari ke Farrel. Nah, kalau otak lagi suntuk, Raka dan Farrel langsung lari ke Rian karena Rian punya segudang komik yang bisa menghibur. Jadi, mereka bertiga saling membutuhkan. Kalau istilah biologinya, simbiosis mutualisme.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kemeja Flanel Rian ✔
Teen FictionTERBIT BULAN AGUSTUS 2016 #2 on Teen Fiction 09.06.16 - 12.06.16 Daftar barang-barang berharga Rian: 1. Ponsel 2. Buku komik 3. Sheryl (motor ninjanya) 4. Kemeja flanel warna biru Rian bersumpah akan membenci siapapun yang merusak keempat benda berh...
