Niall's pov
Saat ini aku dan alexa menuju kerumahnya karna dia mengajakku pulang.padahal kami baru saja sampai.
"Lex?"ucapku memulai pembicaraan karna saat ini,tak ada pembicaraan diantara kami "Apa?"tanyanya "Hmm..Kau suka denganku?"."Tidak,maksudku kau suka dengan perjodohan kita ini?"Entah apa yang membuatku gugup saat ini "Yatuhan ada apa denganku?" tanyaku dalam hati. Saat ini sikapku benar benar aneh,aku tidak bisa menjelaskannya karna perasaanku saat ini sangat rumit untuk dijelaskan. "Jujur aku tidak suka jika dijodohkan seperti ini,lagipula sekarang kan zaman sudah modern dan kurasa semua orang bebas memilih pendamping hidupnya sendiri"."Tapi jika itu mau ibuku,aku akan menurutinya"lanjutnya "Bagaimana denganmu?"tanyanya padaku "Kurasa jawabanku sama sepertimu". Setelah itu suasana kembali hening maksudku kami tak lagi saling bicara. Sampai akhirnya kami sampai dirumah alexa
"Aku pulang" ucapnya setelah membuka pintu dan masuk kedalam begitupula dengan ku. "Cepat sekali kalian pergi"ujar ibu alexa "kenapa?"lanjutnya "Tidak ada,kami hanya ingin pulang"jelasnya. Kami? Bukannkah dia yang memaksaku pulang. "Kurasa kami harus pulang"ucap ibuku dan berdiri dari sofa "Baiklah"jawab ibu alexa "Hmm.. bagaimana jika besok niall menjemput alexa?". Untuk apa aku menjemputnya "Aku tidak bisa"sahutku "Kenapa?"sontak tanya ibuku dan ibunya alexa bersamaan "Karna aku sudah ada janji ingin bermain golf bersama Louis,Liam,dan Harry". Jujur saja aku memang sudah berjanji pada mereka ber3 "Tak apa jika niall tidak bisa" ujar ibu alexa. "Baiklah kalo gitu kami pamit pulang".
.
.
.
.
Alexa's pov
"Ada apa denganku? Suasana hatiku sangat kacau"oceh ku pada diriku sendiri "Agghhh...kepala ku sakit". aku mencoba menenangkan diriku tapi aku tidak bisa melawan rasa sakitku ini, sebelumnya aku belum pernah merasakan rasa sakit seperti sekarang ini. Saat ini,aku terus memengang kepalaku dan berharap rasa sakit ini akan cepat hilang.
"Kring..kring..". "Dimana ponselku?"tanyaku dengan memegang kepalaku "Halo"."Hai lex..kau baik baik saja?"tanyanya "Ya,aku baik".aku tidak ingin dia tau bahwa saat ini kepalaku sangat sangat sakit karna jika dia tau,aku yakin dia akan khawatir dengan kondisi ku saat ini. "Kau sendiri?" Sekarang giliran aku yang bertanya padanya "Aku juga baik".
Kami terus mengobrol dan tanpa sadar rasa sakit dikepala ku berangsur hilang "Hmm.. kurasa aku harus tidur"kataku "Baiklah,Mimpi indah ya"."Ah,apaan sih"aku benar benar malu kali ini "Iya,iya. Udah tidur gih"katanya "Iya.bye" ujarku "Bye".
Setelah itu aku langsung tidur dan rencana ku besok adalah pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisiku saat ini
~~~~
~~~~Hari sudah pagi,aku segera mandi setelah itu sarapan "Bu,aku ingin keluar"ucapku disela sela sarapan kami. Ya,karna saat ini dirumah hanya ada aku dan ibu, jika kalian tanya dimana ayahku,dia sedang sibuk dengan bisnisnya itu sampai tak ada waktu luang untuk berkumpul bersama. "Kau ingin pergi kemana?"tanya ibuku "Aku hanya ingin jalan jalan"ucapku berbohong karna jika ku katakan aku ingin ke rumah sakit,ibuku akan khawatir "Yasudah". Setelah sarapan aku bergegas menuju kamarku dan mengganti pakaian ku.
"Bu,aku berangkat"kataku berpamitan "Hati hati lex"ujar ibuku "Iya".

KAMU SEDANG MEMBACA
Mine
RomansaAku tahu aku memang tidak sepenuhnya sempurna bagi dirimu tapi biarkan aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku