Leven's P.O.V
Mati aku. Mampus. Logan tahu semuanya. Ia mengajakku untuk kembali ke meja Jake dan Allie, sambil menggandengku, tersenyum menang.
"Jake, Allie, kami nggak bisa, nih, kencan KAMI bisa hancur, iya kan, sayang?", adalah hal pertama yang diucapkan Logan ketika sampai didepan mereka.
"Seriously kalian kencan?", Allie masih tidak yakin. Logan menyikutku.
"Y-ya, s-serius lah!", Aku berbicara sambil tertunduk.
"Leven bilang, dia gak enak nolak perintah kalian buat bagi-bagiin undangan.", Logan tersenyum.
"Yaampun, Lev! Bilang aja ga apa-apa kali. Yaudah, kami bakal bagiin undangan ini sendiri. Good luck ya, kencannya.", Jake memberi jempol sambil memberi isyarat ke Allie untuk pergi.
"Kita? Kamu aja, Jake. Aku capek. Bye.", Allie melambai ke kami semua, meninggalkan café ini.
"Ups.", Jake menatap kami. Logan hanya menahan senyum sambil mengangkat bahu.
"Kayaknya kamu harus mulai bagiin undangannya sekarang, deh.", Aku menyarankan.
"Oh, iya. OK, bye, Lev, Log. Jam delapan ya, jangan terlambat!", Jake berlari keluar dengan membawa seluruh peralatan yang ditinggalkan begitu saja oleh Allie.
**
"OK, Log, mengingat kita harus 'makan malam' tepat sejam sebelum promnight, aku mau ke rumah dulu. Beres-beres. Jemput aku jam enam.", Aku bediri hendak meninggalkan meja.
Ia memberikan jempolnya. "Jam enam. Tidak akan terlambat."
Aku mengangguk, meninggalkan dirinya keluar dari cafe ini.
**
Leven's P.O.V END
Dennis's P.O.V
06.00 p.m. Aku sedang menuggu Alex didepan rumahnya dengan mobilku.
Tiba-tiba, muncullah ia dengan gaun berwarna biru laut dan hitam-dresscode malam ini-, rambut coklat digerai, dengan sepatu kaca biru sambil membawa tas kecil yang dipegang ditangan kirinya. Benar-benar cantik. Aku tidak terlalu canggung, dan tidak seharusnya canggung, well, aku sudah sering berhadapan dengan hal sejenis ini.
Aku membuka pintu mobilku, mempersilahkan ratu untuk masuk.
"Jadi,", Aku memecahkan keheningan saat sedang menyetir. Berusaha menghilangkan suasana canggung.
"Jadi?", Alex menatapku.
"Kamu cantik.",
Kurasa pipinya memerah. Ia tersenyum.
"Sudah tau tujuan makan kita?", Aku bertanya.
"Belum."
"The Royalé.", Kataku sambil memarkirkan mobil, lalu membukakan pintu untuknya. Ia mengangguk-angguk. Aku membawanya masuk. Aku entah kenapa, merasakan sesuatu... Aku selalu melihat ke belakang.
Alex duduk didepanku. Melihat ke belakangku, ke arah yang terus kulihat dari tadi. "Ada yang salah?", Alex menaikkan alisnya.
"Kayak... ada yang ngikutin kita, deh."
"Perasaanmu saja.", Ia mengangkat kedua bahunya.
Aku mengangguk, mengiyakan. Entah kenapa, aku masih merasa... bahwa seseorang sedang mengikuti kami berdua.
**
Dennis's P.O.V End
Author's P.O.V
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You, Stupid!
RomanceKetika Logan berada di ambang frustasi... Leven terkejut ketika Logan mengetahui sebuah rahasia tentang dirinya. Persahabatan kelima orang ini sedang terancam.
