Aku menampakkan diri masuk sekolah hari senin ini dengan keadaan yang
sungguh berantakan.
96
Aku mencoba untuk tidak memikirkan apa yang terjadi hari sabtu
kemarin, tapi otak telah mengkhianatiku. Karena tidak peduli apapun
yang sudah aku coba lakukan, mau duduk kek, berdiri, tidur, lihat sepak
bola, main video game, bahkan cuma bergeraksatu langkah kecil didalam
kamarku sendiri...
...yang muncul dalam benakku adalah wajah Phun yang bergerak
mendekati wajahku.
Matanya yang menawan. Pandangan itu seperti pandangan penuh
kehangatan yang biasa ia berikan kepada orang-orang disekitarnya, yang
dimana, aku sudah mulai terbiasa dengan hal itu. Tapi sekarang, Aku tidak
bisa mengalihkan pandanganku dari tatapannya itu. Rasanya, Phun punya
banyak hal yang ingin dia sampaikan saat aku melihat kedalam matanya.
Aku tidak bisa mengabaikan perasaan ini. Aku terlalu bingung untuk
mengabaikan semua itu dan terus bergerak maju dengan hidupku.
Setelah mendorong Phun dan kabur untuk mengambil obatnya, aku tidak
menyangkal kalau seluruh tubuhku gemetar. Pengalaman yang aku alami
ini adalah pengalaman baru yang sama sekali belum pernah terjadi
dihidupku. Aku tidak pernah punya perasaan seperti ini ke siapapun
selama aku hidup. Bahkan Om, yang merupakan sahabat karibku, juga
tidak seperti ini. Kalaupun kulitku dan Om saling bersentuhan, rasanya
nggak seperti ini. Dengan Yuri juga begitu, dia yang biasanya selalu
menyangkutkan diri kepadaku. Tapi dia juga tidak pernah berhasil
membuatku memiliki perasaan seperti ini.
Rasanya aneh, karena pada dasarnya aku merasa akan jatuh pingsan, tapi
juga ada rasa ketakutan diwaktu yang sama. Rasa penasaran mengisi
pikiranku dan Aku sudah terlalu putus asa untuk mencari tahu hal apa
yang mungkin terjadi setelah ini. Tapi ada sesuatu dari dalam yang
berteriak kepadaku kalau hal 'itu' juga tidak menutup kemungkinan untuk
terjadi.
97
Setelah kejadian itu, hal yang tersisa antara Aku dan Phun hanyalah
sebuah kesunyian. Rasanya, kami masuk sangat dalam ke pikiran kami
masing-masing. Phun nampak punya sesuatu yang sungguh banyak untuk
dipikirkan. Sementara itu, aku terlalu kebingungan, bahkan sampai
membuat obrolan basa-basi, aku juga tidak mampu.
Satu hari penuh sudah berlalu, dan kami hampir tidak menukar satupun
kata sama sekali. Saat malam datang, Phun sudah sembuh, jadi aku
mengendarai sepeda motorku menuju ke rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE SICK THE SERIES
RomantikIni adalah versi indonesia dari "love sick the series" yang berasal dari negri gajah putih sana!! Awal mula diterjemahkan dengan bahasa inggris oleh kudalakorn.com Dan saya mulai tertarik dengan alurnya dan jadilah translate tan nya!! Novel asli di...
