Chapter 13 : Aku Tak Bisa Menatap Matamu

807 38 0
                                        


Aku menampakkan diri masuk sekolah hari senin ini dengan keadaan yang

sungguh berantakan.

96

Aku mencoba untuk tidak memikirkan apa yang terjadi hari sabtu

kemarin, tapi otak telah mengkhianatiku. Karena tidak peduli apapun

yang sudah aku coba lakukan, mau duduk kek, berdiri, tidur, lihat sepak

bola, main video game, bahkan cuma bergeraksatu langkah kecil didalam

kamarku sendiri...

...yang muncul dalam benakku adalah wajah Phun yang bergerak

mendekati wajahku.

Matanya yang menawan. Pandangan itu seperti pandangan penuh

kehangatan yang biasa ia berikan kepada orang-orang disekitarnya, yang

dimana, aku sudah mulai terbiasa dengan hal itu. Tapi sekarang, Aku tidak

bisa mengalihkan pandanganku dari tatapannya itu. Rasanya, Phun punya

banyak hal yang ingin dia sampaikan saat aku melihat kedalam matanya.

Aku tidak bisa mengabaikan perasaan ini. Aku terlalu bingung untuk

mengabaikan semua itu dan terus bergerak maju dengan hidupku.

Setelah mendorong Phun dan kabur untuk mengambil obatnya, aku tidak

menyangkal kalau seluruh tubuhku gemetar. Pengalaman yang aku alami

ini adalah pengalaman baru yang sama sekali belum pernah terjadi

dihidupku. Aku tidak pernah punya perasaan seperti ini ke siapapun

selama aku hidup. Bahkan Om, yang merupakan sahabat karibku, juga

tidak seperti ini. Kalaupun kulitku dan Om saling bersentuhan, rasanya

nggak seperti ini. Dengan Yuri juga begitu, dia yang biasanya selalu

menyangkutkan diri kepadaku. Tapi dia juga tidak pernah berhasil

membuatku memiliki perasaan seperti ini.

Rasanya aneh, karena pada dasarnya aku merasa akan jatuh pingsan, tapi

juga ada rasa ketakutan diwaktu yang sama. Rasa penasaran mengisi

pikiranku dan Aku sudah terlalu putus asa untuk mencari tahu hal apa

yang mungkin terjadi setelah ini. Tapi ada sesuatu dari dalam yang

berteriak kepadaku kalau hal 'itu' juga tidak menutup kemungkinan untuk

terjadi.

97

Setelah kejadian itu, hal yang tersisa antara Aku dan Phun hanyalah

sebuah kesunyian. Rasanya, kami masuk sangat dalam ke pikiran kami

masing-masing. Phun nampak punya sesuatu yang sungguh banyak untuk

dipikirkan. Sementara itu, aku terlalu kebingungan, bahkan sampai

membuat obrolan basa-basi, aku juga tidak mampu.

Satu hari penuh sudah berlalu, dan kami hampir tidak menukar satupun

kata sama sekali. Saat malam datang, Phun sudah sembuh, jadi aku

mengendarai sepeda motorku menuju ke rumahnya.

LOVE SICK THE SERIESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang