Chapter 26

6.1K 238 8
                                    



Author POV

Zevan pun sudah dirawat selama 25 hari dirumah sakit. Menurut-nya, kondisi-nya sama aja seperti pertama kali masuk rumah sakit.

Karna merasa kebelet dan sudah tak tahan lagi, Zevan pergi ke toilet sendiri. Toh juga dia masih bisa berdiri dan berjalan kan. Tapi saat dia melewati ruangan dokter yang menangani-nya, ia melihat mamanya sedang bicara serius dengan dokter-nya,

"Dok, apa ngga ada jalan keluar lagi buat anak saya?" Terdengar suara mamanya yang cemas.

"Bu, ini adalah salah satu kelalai-an Zevan karna tidak mau di kemo sejak awal. Dia sudah memasuki masa stadium 4. Hanya tinggal menunggu waktu saja, bu. Kami turut prihatin dan kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa"

"Tapi dokter kan ngga boleh pasrah gitu aja dok," tangisan mama Zevan pun terdengar pecah.

Saat itu juga jantung Zevan seperti ditikam sebilah pisau saat mendengar suara tangis mama-nya karena-nya.

Sejak dulu, tangisan mama-nya lah yang paling dibenci-nya, maka kalau mamanya sudah menangis untuk membujuknya, pasti Zevan akan menyerah. Zevan akan melakukan apa saja agar mama-nya tak menangis.

"Tolong anak saya dok, tolong" mamanya terlihat memohon.

Karna tak tega mendengar hal itu, Zevan pun pergi meninggalkan kelanjutan pembicaraan tersebut.

***

Kezia selama satu bulan kurang ini merasa sangat amat hambar. Entah mengapa hidupnya terasa tak berwarna lagi. Sudah 25 hari lebih Kezia tak melihat Zevan di sekolah. Sejak kejadian itu. Kezia pun tak pernah menanyakan hal itu pada siapapun karna hal itu pasti akan tambah menyakiti-nya. Sahabat-sahabatnya juga tak pernah membahas tentang Zevan lagi. Mereka selalu mengontrol arah pembicaraan Bella jika Bella sudah tanpa sadar ingin membahas tentang Zevan.

'Hilang.

Ternyata merasa kehilangan seseorang yang berarti bagi hidup lo tuh kayak gini ya?' Batin Kezia saat ia melamun dikelas.

Bel pulang pun berbunyi, Kezia pamit kepada empat sahabatnya dan pulang seperti biasa.


*Line*

Kezia: bang, lo dimana?

Bang Vino: lo duluan aja, gue sama Vino ada urusan

Kezia: yaudah deh


Kezia pun pulang sendiri tanpa menunggu kedua abang ganteng-nya.

***

Hari ini Vino dan Vano bermaksud menemui Zevan, tapi karna pembantu-nya bilang ia berada di rumah sakit, mereka pun langsung berangkat kerumah sakit yang dimaksud.

"Assalamualaikum" ucap Vino dan Vano berbarengan saat mereka sudah sampai di kamar inap-nya Zevan

"Waalaikum salam" jawab orang yang berada di dalam ruangan yang tak lain tak bukan adalah Zevan dan mama-nya.

"Eh ada tamu, ayo masuk" ucap mama Zevan tersenyum lembut dan cantik. Setelah itu mama Zevan pun keluar.

"Eh kak," sapa Zevan canggung.

"Lo ngapa? Ditolak adek gue kok lansgung tumbang lama banget" ucap Vino ceplas-ceplos

"Et bangkee" balas Zevan lemah tak berdaya.

"Gue leukimia Kak," ucapnya lagi

"HAH?!" Teriak vino dan vano berbarengan.

"Dari kapan?" Tanya vano dengan ekspresi yang prihatin

Bestie BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang