Dettash

19 2 1
                                    

Tolong hargai jiripayah saya:)

---

Enan Gelque POV.

"Blush!! Ayo bangun!!." Gebrakku serta menarik selimut yang melilit ditubuh Blush.

"Biarkan aku tidur En." Sahut Blush sambil menarik selimut agar melilit ketubuhnya kembali.

"Heii apa kau lupa kita akan ke Dettash?." Tanyaku mulai geram.

"Hm" hanya kata tak jelas dari mulut Blush. Dan dia benar2 membuatku kesal.

"Blush Hansing!!." Bentakku dengan suara melengking. sambil menarik selimut Blush dan melemparnya kesembarang arah. Alhasil Blush membuka matanya dan bangkit dari tidurnya.

"Iya baiklah. Aku akan mandi dulu. Sabarlah tuan putri!." Ujar Blush yg kemudian beranjak bangkit menuju kamar mandi.

Aku pun keluar dari kamarnya dan menunggu Blush diruang tamu. Aku dan Blush hanya tinggal berdua dirumah sederhana dari luarnya. Namun sangatlah megah didalamnya.
Kami tinggal jauh didalam hutan Malkhai , yakni hutan yg lebat dan tertutup dengan pohon besar. Cahaha matahari pun tak dapat menembus lebatnya pepohonan itu.

"Ayo En." Suara seseorang dibelakangku yg sesari tadi aku tunggu tunggu.

"Hm" Sahutku diiringi anggukan kecil.

Aku dan Blush keluar dari rumah.membawa sejumlah barang. Karena rencananya kami akan menginap disana. Rumah sudah dikunci rapat2 dan kami memulai perjalanan.

Aku cukup hafal dengan rute perjalanannya. Karena aku baru kemarin ingin kabur ke Dettash. Melewati sungai Rerp, lembah wangs,Dan hutan Dhol. Tapi sayang ternyata Blush mengetahui nya. Dan sialnya ,Blush menemukanku di dekat Dettash. Alhasil aku dimarahi sperti kemarin.

Sudah sekitar 45 menit kami berjalan menyusuri hutan ini. Aku merasa cukup lelah. Begitupun Blush kelihatnya.

"Bisakah kita istirahat?, aku lelah." Rengek ku .

Blush tak menjawab,namun ia berhenti dan duduk beralaskan batu. Aku pun duduk disampingnya. Ku ambil botol yg berisi air minum dan ku legakan hausku.

"Apa kau mau?" Ucapku menawarkan air minum.

Blush hanya menggeleng.
Memang ada apa ini?, kenapa sikap Blush berubah? Tapi yasudahlah.

Kresekkkk..

Pandanganku dan Blush waswas karena mendengar suara bising dibelakang kami. Kami mengibaskan pandangan kesekitar. Namun tak ada apapun.

Kreseekkk..

Suara itu semakin terdengar . Aku mulai panik dan takut. Pasalnya daerah ini banyak binatang buas.

"Blush suara apa itu?." Ucapku bernada suara pelan sekali.

"Ustt." Ujar Blush memberi kode padaku.

"Lari En!." Ujar Blush ,kami berlari sekencang mungkin. Blush menggandeng tanganku dengan erat.

Entah apa itu tadi aku tak tau. Yang pasti aku dan Blush sudah sampai di sungai Rerp. Karena merasa sudah cukup jauh, maka kami pun mulai berjalan seperti biasa.

"Sebenarnya tadi itu apa?." Tanyaku penasaran.

"Entahlah." Sahut Blush menaikan kedua bahunya serentak.

Kami pun berjalan mengikuti alur sungai.

Sheeeett....

Apa ini? Sekarang telah ada 4 orang pria didepan kami. Wajah mereka lumayan . Dan seumuran Blush kelihatannya.

"Heii siapa kalian?." Pekik Blush.

"Tak perlu kau tau siapa kami, kami kesini datang baik baik. Kami hanya ingin meminjam barangmu." Ucap sang pria berbaju warna biru langit.

"Tapi maaf kami tak membawa apapun,hanya makanan dan pakaian." Sahutku.

"Hm Gadis yg polos." Gumam pria berbaju hitam yg sekarang menatapku lekat lekat.

"Kami hanya ingin meminjammu sebentar cantik." Ujar pria yg berbaju hijau.

Ucapannya berhasil membuatku mengernyitkan kedua alisku.

"Sialan!, jangan coba2 kalian menyentuhnya!." Pekik Blush yg menarik tubuhku kebelakangnya.

"Ikat dia dan bekam mulutnya!." Pinta pria berbaju biru menunjuk kearah Blush. Ketiga teman pria itu pun mengikuti perintah pria berbaju biru dan mendekat kearah kami.

"Blush aku takut." Gerutu ku pelan sambil menyembunyikan diri dibalik tubuh Blush.

"Jangan takut En, aku akan berusaha melindungimu. Sekarang kau larilah kembali ke arah rumah." Ujar Blush padaku.

"Tapi kau?." Tanya ku

"Jangan pedulikan aku, cepat lari!." Mendengar kode dari Blush aku pun berlari.

Blush terlibat adu pukul dengan ketiga pria tadi. Dan aku berlari menuju arah kembali. Ku lihat kebelakang ternyata pria berbaju biru itu mengejarku ia sudah sangat dekat denganku. Dan aku sudah sangat lemas untuk berlari. Apa mungkin itu utusan Fork?

Gubrammmm

Tubuhku ada yg menangkap dari belakang.Astaga pria berbaju biru. Alhasih aku dan pria ini jatuh ke pasir.

"Lepaskan aku ! Lepaskan!." Jeritku memberontak. Tapi dia malah malah menindihku. Aku tak dapat bergerak karena tindihan tubuh kekarnya.

"Aku hanya ingin mencicipimu nona." Ucap pria sialan itu dan kemudian mencium bibirku. Tanganku ditindih oleh tangannya juga. Astaga apa yg akan terjadi padaku.

"Tolongg! Tol mphhh shhhh mphh." Aku sudah mencoba menjerit namun bibirku dilumat habis oleh pria bejat ini. Tuhan tolonglah kami.

--------

Haii Readers;*
Don't forget to vomment:^*

Karena sekarang libur maka aku update secara cepat:*








PROCESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang