20 menit perjalan Justin dengan Dellia ke hotel dekat pusat kota.
Mereka memilih dekat pusat kota agar besok dari hotel ke Styles Company tidak memakan waktu lama.
Setelah di lobby hotel, Justin segera memesan 1 kamar untuk peristirahatannya.
"Ada yang bisa saya bantu Mr. oh.. astaga, Mr.Bieber ? right? Mr. bieber pengusuaha sukses di Canada itu? "ucap Receptionis wanita Cantik nan Centil itu.
"ah emm yeah. Kau mengenalku?" Ucap Justin sedikit menggoda
Dellia yang melihat itu rasanya ingin mencabik wajah tampan Justin dan wanita centil itu secara bersamaan.
"Kenapa kau Dellia? Cemburu? Oh kau tak pantas" Ucapnya dalam hati
"siapa yang tak mengenalmu Mr Biebers. Bahkan kau sama tampannya dengan Mr.Styles. bayangkan jika kau menjadi satu dengannya. Astaga kurasa dunia ini akan iri dengan ketampanan kalian berdua" Ucap Wanita itu.
"Ah anda bisa saja. Jadi bisakah kami memesan 1 kamar hotel?" Ucap Justin
"astaga, kau begitu tampan Mr. bolehkah aku meminta foto denganmu?" Katanya tak menghiraukan katakata Justin sebelumnya. Justin hanya mengangguk.
Dan mereka pun selfie. "cekrek"
Dellia hanya bisa tersenyum. Walaupun hatinya merasa jijik dengan wanita itu.
"Terimakasih Mr. jadi mau pesan berapa kamar?"
"Satu kamar" ucap justin singkat
Dellia bingung. Lalu bagaimana dengan dirinya. Masa iya dia harus tidur di Lobby? Yang ada nanti diusir security.
"emm Mr? saya bagaimana?" Tanya Dellia
"Ya jelas kau bersamaku sayang" Ucap Justin sambil memeluk pinggang Dellia, membuat Dellia dan Wanita itu tercengang.
"Ja.. jadi ini kekasih anda Mr?" Tanya wanita itu dengan menunjukan senyum mengejeknya.
"Yes u right. " Ucap Justin singkat.
setelah mendapatkan nomor kamar beserta kuncinya. Justin dan Dellia pun memasukki kamarnya. Dellia merasa canggung. Harus satu kamar dengan bosnya.
Justin langsung merebahkan dirinya di kasur kingsize itu.
"Jika kau lelah. Tidurlah disampingku Dellia. Tak usah sungkan" Ucapnya tanpa menatap Dellia.
Sedangkan Dellia yang mendengarkannya pun terkejut bukan main. Tetapi dia tak akan berani menolak bosnya. "iya Mr."
"Panggil aku Justin"
"Baik"
Dellia tak langsung merebahkan dirinya di kasur, dia ingin mandi.
setelah mandi, Dellia merebahkan dirinya di sofa dekat kasur.
"Bagus, Justin sudah tidur. Lebih baik aku tidur di sofa saja." Ucapnya.
"hemm sedikit nyaman" ucapnya lagi.
Setelah berapa saat.
Dellia terkejut karena ada yang menggendong tubuhnya . "Astagaa"
ternyata itu justin . dan memindahkan tubuh Dellia ke kasur.
"Kau fikir aku sudah tidur? Kau fikir aku akan membiarkan seorang wanita tidur disofa sedangkan aku tidur di kasur? Lelaki macam apa aku. Ku harap kau tak melanggar ucapanku lagi Dellia." Ucap Justin
sambil menggulingkan dirinya agar tidur disamping Dellia.
Seorang lelaki itu harus berkorban demi seorang wanita.
Karena wanita itu tidak ditakdirkan untuk menyerang.
Mereka ditakdirkan untuk diserang.
Maka dari itu, lelaki lah yang harus berkorban demi wanita.
Dellia tak menjawab perkataan Justin.
KAMU SEDANG MEMBACA
BrotherHood
RomanceOrang Sukses bukan di ukur dari seberapa banyak harta yang ia punya , Tapi di ukur dari seberapa bergunanya ia untuk orang lain . Jangan sesali sesuatu yg telah berakhir, meskipun itu indah , Tanpa akhir tak akan pernah ada awal baru yg mungkin lebi...
