Raka Fadliansyah Pratama, dia adalah sahabat dari mantan pacar aku, Haikal Ramadhani.
dunia berasa sempit yaa, harus bertemu dengan mas Raka, laki-laki yang tidak pernah aku suka.
***
aku dan Haikal memiliki hubungan yang spesial, kami sudah bersama selama tiga tahun belakangan ini, aku menganggap Haikal adalah cinta pertamaku.
tetapi Haikal tidak benar-benar mencintai aku, Haikal selalu mempermainkan kehadiranku.
pesan masuk " inda, kamu mau ikut aku enggak? nanti aku jemput. " ucap Haikal
" ikut kemana? "
" jadi gini, aku kan ikut komunitas kemanusiaan gitu yaa, nah aku mau ngajak kamu ikut juga, mau yaa? "
" komunitas apa? "
" komunitas cinta anak yatim dan kaum dhuafa, nanti setiap bulan Ramadhan biasanya kita turun lapangan juga.."
" hmmm, boleh deh, tapi aku jadi donatur aja yaaa gimana? soalnya aku malu ikut gabung temen-temen kamu. "
" malu kenapasih? kan ada aku "
" yaa malu aja Haikal, nanti kalau ditanya temen-temen kamu aku siapa gimana, masa iya aku jawab mantan? kita kan enggak ada hubungan apa-apa lagi sekarang, tapi masi deket begini, enggak enak deh rasanya. "
" yaa nanti aku bilang, kamu pacar aku, beres kan. mau yaaa? aku jemput besok, soalnya temen-temen aku bawa pasangan, mau yaaa? "
" okedeh, kali ini aja yaa bohongan nya. yaudah kerumah aja, kamu izin sama ayah sama mama yaa. "
" yahhh, kamu kedepan gang aja sih, aku gerogi ketemu orangtua kamu, kamu ngertiin yaaa aku belum punya apa-apa yang bisa dibanggain orangtua kamu.. "
" enggak apa-apa Haikal, mama sama ayah enggak pernah mandang apa-apa, yang penting kamu berani minta izin keluar sama aku, supaya mama sama ayah enggak khawatir.."
***
Haikal Ramadhani mengantarkan aku bertemu kembali dengan Raka Fadliansyah Pratama.
" eh abang Raka, ikutan juga? " sapa aku
" iyaa nih indaa, sama siapa kesini? "
" sama Haikal, bang. "
untuk pertama kalinya aku saling sapa dengan Raka Fadliansyah Pratama.
***
" Hai indaaa, ini nomor aku Raka, maaf aku ganggu kamu yaaa.." pesan masuk
" iyaa gapapa, ada apa yaa bang Raka? "
" aku mau ngomong soal masa jabatan, kali ini panitia kan nunjuk aku jadi Bendahara, tapi aku agak sibuk, kamu mau enggak jadi Bendahara 2, mau yaa? nanti kita saling bantu.. "
" indaa jadi donatur aja bang Raka, indaa enggak bisa soalnya kalau harus sering-sering keluar rumah, maaf yaa.."
" enggak sering keluar rumah kok, kan nanti kalau soal urusan yang wajib ketemu ketemu gitu biar aku ajaa, aku ngertiin kamu kok.. "
" tapi enggak enak si rasanya, kalau jadi pengurus tapi enggak ngurusin banget.."
" kan kamu bendahara 2, jadi enggak terlalu dibahas banget, soalnya yang turun langsung ngurusin pasti aku yang bendahara 1, mau yaaa? please, soalnya enggak ada yang mau lagi "
" yaudah deh, atur aja gimana baiknya, tapi aku udah bilang dari sekarang ya bang Raka, kalau indaa enggak bisa sering sering keluar rumah, indaa kan anak rumahan, takut enggak di izinin sering sering keluar.. "
***
meskipun aku mencintai Haikal, aku dan Haikal memutuskan untuk benar-benar berpisah dan tidak akan pernah bertemu kembali, mungkin melupakan adalah jalan yang terbaik untuk kami.
kalau kami berjodoh mungkin saja semesta akan mudah mempertemukan kami kembali, begitu juga sebaliknya.
Haikal tidak pernah serius, sepertinya Haikal malu dengan kondisi aku yang berantakan, mama yang lumpuh dan ayah yang bukan seorang karyawan.
***
" hai indaaa.." pesan masuk Raka
" hai juga abang Raka, ada apa? "
" enggak ada apa apa, cuma mau chattingan aja, kira kira ganggu enggak yaa? kamu gimana sehat kan? "
" ohhh, enggak kok. sehat abang Raka "
" syukur deh, tapi kamu kok selalu keliatan pucat yaa? apa ada yang kamu pikirin indaa? kalau mau cerita, cerita aja yaa, aku siap jadi pendengar yang baik buat kamu.. "
" iyaa nih, sebenernya lagi banyak pikiran aja, emang selama ini sering merhatiin aku yaaa? hayooo ngaku.."
KAMU SEDANG MEMBACA
HELLO SEPTEMBER!
Teen Fictionmas Raka datang membawa cinta, ketika hati benar benar sedang mati rasa. Raka Fadliansyah Pratama, semoga kamu adalah jawaban dari setiap doa-doa....
