Lalu reymond membuka matanya perlahan-lahan dan menggerakkan jari tangan nya.
Semua orang yang berada diruangan itu pun langsung tertuju ke arah reymond."Alhamdulillah rey lo udah sadar" Ucap clara yang langsung tersenyum gembira .
"Reyy kamu udah sadar?Bunda khawatir banget sama kamu. Takut kamu knapa²." Ucap bunda ira yang menatap rey dengan berlinang air mata.
"Rey gapapa bun,bunda tenang aja. Rey paling cuma kecapean aja kok bun" Jawab rey sambil mencium punggung tangan bundanya.
"Lo baik-baik aja kan rey? Lo gak sakit apa-apa kan?" Ucap clara sambil mengelus rambut rey.
"Nggak ko ra,gue gak sakit apa-apa kok" Ucap reymond dengan senyuman manisnya.
Suara dering handphone nanda berbunyi..
Dan dia pun mengangkatnya.."Ra kita harus balik lagi ke sekolah" Ucap nanda
"Tapiiii" Ucap clara penuh bimbang
"Udah ra gapapa lo kesekolah aja gih,disini juga kan gue udah ditemenin sama bunda" Ucap reymond sambil menyentuh pipi clara.
"Tapi gue mau temenin lo disini rey" Ucap clara dengan wajah sedihnya.
"Raaa. Gue gapapa" Ucap reymond sambil mengacak sedikit rambut clara.
Clara pun berdiri dari tempat duduknya. Masih dengan perasaan bimbang dan khawatir ia pun terpaksa meninggalkan rey.
"Rey kita pamit dulu yah," Ucap raditya
"Oke dit,gue titip clara sama kalian ya. Jagain dia jangan sampe dia kenapa-napa." Ucap reymond yang menatap sekelilingnya.
"Tenang rey kita pasti jagain cewek lo kok,dia juga kan sahabat kita." Ucap raditya dengan senyum ramahnya.
Reymond hanya tersenyum..
"Rey gue pamit yah. Maaf gak bisa nemenin lo." Ucap clara yang menyentuh pipi reymond.
"Iya sayang. Gapapa gue baik-baik aja kok" Ucap reymond yang langsung memegang tangan clara.
Dengan berat hati clara pun harus meninggalkan reymond.
"Ayo ra" Ucap raditya yang menarik perlahan tangan clara.
Clara hanya menganggukkan kepalanya.
Dan mereka pun meninggalkan rey.Setelah keluar dari rumah sakit,mereka pun menuju parkiran untuk mengeluarkan motornya.
"Ayo ra." Ucap raditya tanda ia mengajak clara naik motor bersamanya.
Clara pun hanya menganggukkan kepalanya.
Dan diperjalanan clara pun hanya terdiam.
"Woy diem aja lo? Kenapa? Masih mikirin reymond?" Ucap raditya yang masih mengendarai motornya.
Clara pun tidak menjawabnya. Ia hanya terdiam dan ngelamun.
Lalu raditya sengaja mengerem motornya dengan mendadak.
"Eehhh ayam! *Clara latah. Ish apa-apaan si dit. Ngerem mendadak kek begitu. Gila lo ya" Ucap clara sambil memukul pundaknya raditya.
"Yalagi ih gue nanya sama lo jugaan malah dikacangin." Ucap raditya yang menoleh ke belakang. Tepatnya ingin melihat clara.
"Gue masih mikirin rey dit" Ucap clara kembali memurungkan wajahnya.
"Ra. Lo kan tadi denger rey ngomong apa sama lo. Dia bilang dia baik² aja kan. Udaah lo jangan terlalu mikirin. Mikirin si boleh,tapi jangan sampe ganggu pelajaran sekolah lo ra. Nanti nilai lo menurun lo. Dikit lagi kan kita mau ujian ra.. Kita tuh harus fokus ke pelajaran." Ucap raditya yang menaikkan wajah clara yang sedang termurung kembali.
Clara hanya menganggukkan kepalanya.
Raditya pun langsung menyalakan kembali mesin motornya.. Dan berjalan kembali menuju kesekolah mereka.
"Maaf ra,reymond dan bunda nya udah nitip pesan ini sama gue. Buat jaga rahasia ini baik-baik,maaf juga ra gue gak bisa ngasih tau lo kalo kekasih lo itu punya penyakit. Ini bukan saat yang tepat ra buat lo tau semua hal ini. Suatu saat lo pasti akan tau ko. Tenang ra disini ada gue yang selalu siap menjaga dan menyayangi lo dengan setulus hati gue. Walaupun lo gak tau,kalo gue ini adalah pemuja rahasia lo". Hati raditya berbicara.
Dan kami pun sampai di sekolah,waktu jam istirahat sudah hampir habis. Clara dan raditya memutuskan untuk tidak pergi ke kantin.
Clara yang masih dengan wajah gelisah pun langsung memasuki kelas nya tanpa berbicara sedikitpun kepada raditya yang ada di belakang nya.
Clara pun menaiki anak tangga menuju kelasnya. Dan pada saat ia ingin masuk tepat kedalam kelasnya. Tiba-tiba seorang laki laki menarik tangan nya. Tepatnya tangan kanannya clara.
Clara pun tidak langsung berbalik badan dan menolehnya. Ia hanya terdiam dan berusaha memberontak.
"Ra tunggu" Ucap seorang laki laki yang menarik tangan nya.
Clara pun langsung berbalik badan menoleh ke asal suara. Ternyata ia mengenali suara itu. Dan itu adalah raditya.
"Ihh lepasin!!" Ucap clara yang berusaha melepaskan genggaman itu.
"Lo kenapa si ra? Setau gue lo tuh anak yang hiperaktif. Lah sekarang kemana sifat lo yang hiperaktif?? Kenapa lo bisa datengin sifat baru yang ngebuat gue ganyaman ra. Sama sikap lo,. Mana lo yang selalu ceria,berisik,banyak bertingkah? Hah? Kenapa lo jadi anak yang pendiem,sering murung, dan gak mau berbicara sama gue? Kenapa ra?" Tanya raditya dengan panjang lebar.
"Gue tuh khawatir,fikiran gue slalu negatif akan kesehatan nya rey." Ucap clara yang menatap raditya.
"Ra seharusnya lo tuh berdoa akan kesembuhan nya reymond,positif akan kesehatannya reymond. Bukan malah sebaliknya ra. Lo gak boleh patah semangat, kalo sampe reymond tau lo patah semangat gara-gara dia masuk rumah sakit. Dia pasti sedih ra." Ucap raditya yang menatap dan menempelkan kedua tangan nya di atas pundaknya clara.
Clara mulai berlinang air mata,dan langsung berlari kecil menuju kursi tempat duduknya.
Raditya pun langsung mengikuti clara dan langsung duduk disampingnya.
"Ditttt.... HiksHiksHiks" Gumam clara yang langsung memeluk tubuh raditya,dan menangis di senderan pundaknya.
"Ra lo kenapa nangis?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Ditinggal Kekasih
Teen FictionI want to be happy with you❤ Although I know I can not forever be with you, and your time in this world is just a moment for me.